13 Cara Efektif Mengatur Keuangan Rumah Tangga Bergaji Kecil

Cara mengatur keuangan rumah tangga

Dalam kehidupan berumah tangga, uang selalu menjadi topik menarik untuk dibicarakan. Bagi anda yang bergaji kecil atau penghasilannya pas-pasan. Jika tidak bisa mengatur keuangan dengan baik, maka anda akan mengalami masalah keuangan. Hal ini tentu berpengaruh pada keharmonisan rumah tangga anda.

Fakta membuktikan, mereka yang cenderung bergaya hidup boros dan tidak mengatur keuangan dengan baik, seringkali mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, mereka tidak mempunyai tabungan untuk keperluan lain seperti biaya berobat, biaya anak sekolah, renovasi rumah, simpanan masa tua dan keperluan tak terduga lainnya.

Maka dari itu, berbenahlah mulai dari sekarang. Meskipun penghasilan anda tidak besar, jangan biarkan masa tua anda sengsara karena anda tidak pintar dalam mengelola penghasilan.

Tenang saja jika anda tidak tahu caranya. Postingan saya ini mungkin dapat membantu anda untuk mengatur keuangan dalam rumah tangga anda.

Berikut 13 Cara efektif mengatur keuangan rumah tangga yang bisa diterapkan bagi anda yang bergaji kecil :

1. Temukan penyebab masalah keuangan

Coba anda renungkan baik-baik, kenapa gaji anda selama ini serasa kurang untuk memenuhi kehidupan anda? Jangankan menabung, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja anda kesulitan. Bahkan seringkali anda kehabisan uang saat pertengahan bulan. Akibatnya anda terpaksa berhutang untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Oleh sebab itu, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu penyebab masalah keuangan dalam rumah tangga anda. Apakah anda sekeluarga memiliki gaya hidup konsumtif, perencanaan keuangan yang buruk atau anda berdua tidak kompak dalam mengatur keuangan.

Selengkapnya bisa anda baca 6 Penyebab Masalah Keuangan Keluarga yang Sering Anda Alami.

Setelah anda mengetahui penyebabnya, segera cari solusi terbaik untuk memecahkan permasalaan tersebut. Dengan begitu anda dapat mengatur keuangan rumah tangga anda dengan baik.

2. Himpun semua penghasilan dalam satu bulan

Cara pertama dalam mengelola keuangan rumah tangga adalah menghimpun semua penghasilan keluarga. Suami harus terbuka tentang berapa gaji bulanan yang diterima. Begitu juga dengan istri yang bekerja dan memiliki gaji sendiri. Jangan ada prinsip uang suami, uangku. Uangku ya uangku. Jika perlu buatlah rekening untuk menampung semua penghasilan keluarga anda.

Selain itu, jika ada sumber penghasilan lain seperti uang lembur, tips dari atasan, uang dari hasil investasi atau memiliki usaha sampingan diluar. Gabungkanlah dengan penghasilan tetap yang anda miliki.

Dengan begitu, akan lebih mudah mengelola keuangan rumah tangga anda. Karena anda mengetahui berapa pemasukan anda selama satu bulan.

3. Segera bayar tagihan bulanan

Jangan menunda-nunda dalam membayar tagihan bulanan seperti angsuran rumah, cicilan kendaraan, biaya kartu kredit dan tagihan kecil lain seperti tagihan listrik, PDAM, telepon dan TV kabel. Jika lewat jatuh tempo, maka anda bisa dikenakan denda. Meskipun kecil, denda dapat menambah biaya pengeluaran anda.

Jumlahkan semua tagihan bulanan yang wajib anda bayar. Cara ini dapat membantu anda dalam memperkirakan seberapa besar pengeluaran wajib yang harus anda siapkan untuk membayar tagihan bulanan anda.

4. Sisihkan untuk tabungan

Cara mengatur keuangan rumah tangga menabung

Gaji kecil bukan halangan anda untuk menabung. Jangan berpedoman bahwa menabung harus dengan jumlah besar. Lebih baik anda menyisihkan sebagian gaji lebih awal untuk ditabung. Tentukan bersama keluarga berapa kisaran penghasilan yang disisihkan untuk tabungan.

Dengan menabung, keuangan anda lebih seimbang karena anda memiliki simpanan untuk masa depan. Jika perlu, anda bisa menabung setiap hari dari sisa uang saku anda.

Sebagai contoh, anda sering menyisakan uang sebesar Rp. 5.000 setelah pulang kerja. Masukkan saja ke celengan. Jika konsisten, dalam tempo sebulan anda memiliki tabungan Rp 150.000. Jika dikalikan selama setahun, tanpa terasa tabungan anda mencapai Rp. 1.800.000, lumayan bukan untuk tambahan biaya mudik lebaran.

Usahakan untuk tidak mengotak-atik tabungan yang anda miliki. Evaluasi tabungan anda selama setahun kedepan. Jika tidak ada keperluan yang mengharuskan anda menggunakan tabungan, simpanan anda tersebut bisa anda belikan emas batangan. Tiap tahun harga emas mengalami kenaikan. Dengan begitu, tabungan anda pun semakin bertambah.

5. Buat rencana keuangan

Setelah dipotong untuk biaya tagihan bulanan dan tabungan, saatnya anda membuat rencana dalam mengatur keuangan rumah tangga anda. Kelola dengan baik sisa penghasilan anda tersebut untuk kebutuhan sehari-hari seperti belanja bulanan, belanja dapur harian, uang saku anak, biaya transportasi dan keperluan lainnya.

Bagi penghasilan anda untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Buatlah rencana keuangan dengan realistis. Jangan lupa untuk memasukkan dana hiburan untuk keluarga seperti nonton bioskop, pergi ke tempat hiburan anak, atau kolam renang. Meskipun harus hemat untuk biaya pengeluaran, bukan berarti anda dan keluarga tidak butuh hiburan bukan?

6. Siapkan dana cadangan

Dana cadangan perlu anda siapkan untuk keperluan tak terduga yang menghampiri anda maupun keluarga. Misalnya untuk biaya berobat anggota keluarga, bayar acara sekolah, servis kendaraan yang tiba-tiba mogok, sumbangan, undangan dan lain sebagainya.

Meskipun dana cadangan tidak mesti digunakan, sebaiknya sisihkan 5-10% penghasilan bulanan anda. Jika sampai akhir bulan dana ini belum terpakai, anda bisa menggabungkan dengan dana cadangan bulan berikutnya. Dengan begitu anda siap jika sewaktu-waktu muncul keperluan yang mengharuskan anda mengeluarkan biaya banyak.

7. Mencatat belanja bulanan

Sebelum masuk supermarket, sebaiknya anda membuat catatat belanja bulanan terlebih dahulu. Tulis semua kebutuhan yang akan anda beli untuk satu bulan kedepan. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari pemborosan dalam keperluan belanja bulanan anda.

Belanjakan uang anda sesuai dengan kebutuhan yang telah anda catat. Cara ini juga dapat meminimalisir keinginan anda dalam membeli barang yang tidak diperlukan. Oleh sebab itu, biasakan diri anda untuk mematuhi kebutuhan belanja anda lewat catatan tersebut. Sehingga pengeluaran anda tidak membengkak.

8. Hindari hutang

Alasan orang berhutang adalah untuk memenuhi kebutuhan diluar batas kemampuan. Faktor penyebabnya adalah ketidakmampuan dalam mengendalikan diri menahan keinginan.

Sebagai contoh, anda ingin membeli smartphone keluaran terbaru yang lebih canggih. Karena uang anda kurang, jalan pintas yang anda tempuh akhirnya berhutang.

Cara anda tidaklah salah. Namun, jika anda tidak memiliki sumber pendapatan lain untuk menutupi hutang tersebut, maka, terpaksa anda menggunakan penghasilan bulanan untuk membayar hutang.

Hal ini tentu membuat rencana keuangan anda menjadi kacau karena pengeluaran anda semakin membengkak. Oleh sebab itu, lebih baik hindari berhutang untuk keperluan yang tidak terlalu mendesak sehingga neraca keuangan anda stabil.

9. Kurangi kebiasaan makan diluar

Cara mengatur keuangan rumah tangga makan diluar

Bagi anda yang penghasilannya belum diatas rata-rata, kebiasaan makan diluar bersama keluarga dapat membuat anda mengalami devisit keuangan.

Contoh kecil saja, anda sekeluarga makan pecel ayam dipinggir jalan
1 porsi (nasi+ayam+es teh) Rp. 20.000 x 4 orang = Rp. 80.000, jika dalam satu bulan anda makan sebanyak 8 kali. Maka uang yang harus anda keluarkan sebesar Rp 80.000 x 8 = Rp.640.000.

Contoh lain, anda biasa makan diluar saat jam istirahat kantor. Seporsi makan anda rata-rata Rp 15.000 x 30 hari = Rp 450.000.

Bisa anda lihat, untuk kebiasaan makan diluar yang anda lakukan bersama keluarga membutuhkan biaya sebesar Rp 1.090.000. Untuk itu, belajarlah berhemat mulai sekarang dengan mengurangi kebiasaan makan diluar.

Dalam sebulan, 1-2 kali makan diluar sudah cukup untuk menyenangkan keluarga anda. Selain itu, lebih baik anda membawa bekal untuk makan siang daripada menghabiskan uang saku untuk makan diluar. Kasihan kan, istri sudah capai masak tapi anda jarang memakannya.

10. Jangan membeli barang secara kredit

Dalam mengelola keuangan rumah tangga yang baik, cara lain yang bisa anda terapkan adalah tidak membiasakan diri membeli barang secara kredit. Walaupun terkesan lebih ringan karena anda mencicil setiap bulan, membeli barang secara kredit sebenarnya lebih mahal dibandingkan membeli dengan kontan. Perbandingannya bisa mencapai 20-40% dari harga normal.

Memang berat membeli barang baru secara tunai. Solusinya, ada bisa membeli barang second yang masih layak pakai. Selain mendapatkan barang yang anda butuhkan, cara ini dapat memenej pengeluaran anda.

Banyak situs online yang menyediakan tempat jual beli barang bekas seperti OLX.co.id, Kaskus.co.id, Bukalapak.com atau Tokopedia.com. Anda tinggal mencari barang yang dibutuhkan, berinteraksi dengan penjual dan sepakati cara membayar dan mengirim barang.

11. Tentukan target untuk masa depan

Setelah dapat mengatur keuangan rumah tangga anda dengan baik, selanjutnya anda tinggal memikirkan cita-cita anda dimasa depan. Masa tua anda seyogyanya digunakan untuk menikmati setiap jerih payah anda sekarang.

Oleh sebab itu, tentukan target untuk masa depan anda. Misalnya anda bercita-cita memiliki bekal untuk pensiun sebesar Rp 300 juta. Dengan begitu, anda akan lebih fokus dalam mengatur keuangan. Selain itu, cara ini cukup efektif dalam menekan gaya hidup boros anda selama ini.

12. Berinvestasi

Gaji anda sekarang mungkin tidak bisa memenuhi target masa depan anda. Namun anda harus tetap pintar dalam mengelola keuangan keluarga. Salah satu cara yang layak anda coba adalah melakukan investasi. Jangan terlalu memaksa dan sesuaikan dengan anggaran rumah tangga anda.

Dewasa ini, banyak sekali produk investasi yang ditawarkan secara langsung maupun online. Anda tinggal mencari tahu produk investasi yang sesuai dengan bujet yang anda miliki. Saran saya, pelajari terlebih dahulu produk investasi yang ingin anda geluti. Jangan sampai investasi anda tidak memberikan keuntungan sama sekali.

13. Membuka peluang usaha

Selain berinvestasi, membuka peluang usaha sendiri dapat menambah pundi-pundi penghasilan anda. Beberapa peluang usaha yang bisa anda coba misalnya usaha kue kecil-kecilan, usaha laundry kiloan, air minum isi ulang, catering, toko sembako, atau rumah makan sederhana.

Bicarakan secara matang dengan istri anda. Kira-kira usaha apa yang cocok untuk dikembangkan bersama. Sesuaikan juga dengan lokasi tempat tinggal anda. Untuk istri yang tinggal dirumah. Salah satu dari 15 Peluang usaha untuk ibu rumah tangga ini mungkin sesuai dengan bakat dan minat anda.

Dengan usaha dan kerja keras, bukan tidak mungkin usaha sampingan yang anda rintis dapat memberikan pemasukan yang signifikan.

Mengatur keuangan keluarga perlu kekompakan diantara suami maupun istri. Bersikaplah terbuka dalam menggunakan penghasilan. Baik untuk keperluan pribadi maupun keluarga. Belajarlah cara mengatur keuangan dalam rumah tangga anda.Dengan begitu, gaji kecil bukan lagi menjadi masalah keuangan yang mestiĀ anda takutkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *