10 Cara Mengembangkan Bisnis Kuliner Agar Kian Besar

ilustrasi cara mengembangkan bisnis kuliner

Bila Anda terjun dalam bisnis kuliner, mengetahui cara mengembangkan bisnis kuliner tentu menjadi hal yang sangat penting. Mengingat bisnis makanan ini memang merupakan salah satu bisnis yang sangat menguntungkan. Namun di saat bersamaan, persaingannya yang terus meningkat dan semakin ketat juga tidak bisa dientengkan.

Makanan sebagai kebutuhan pokok manusia memang menjadikan usaha dalam bidang kuliner bisa dikatakan tidak akan pernah ada matinya. Itulah sebabnya bisnis ini dinilai sangat potensial dan banyak diminati karena peluang keuntungannya yang besar.

Namun dalam menjalankannya tidaklah mudah, pelaku bisnis akan dituntut untuk selalu kreatif dan inovatif agar bisnis dapat berkembang dan bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.

Cara Mengembangkan Bisnis Kuliner

Dalam menjalankan usaha kuliner, keuntungan yang dapat diraih bisa sangat besar dan menjanjikan. Itulah mengapa dibandingkan bisnis lainnya, bisnis kuliner begitu menggiurkan untuk coba dikembangkan.

Nah, bagi Anda yang sedang mencoba peruntungan dalam bisnis ini, berikut 10 cara mengembangkan bisnis kuliner yang bisa Anda lakukan:

1. Lakukan Evaluasi dan Perbaiki Performa Bisnis

Sebuah usaha tidak akan bisa berkembang tanpa tahu apa saja hal-hal yang perlu dikembangkan. Karena itu, penting bagi Anda untuk melakukan evaluasi bisnis secara berkala dan menyeluruh.

Apa saja yang harus Anda evaluasi dalam mengembangkan usaha kuliner tersebut. Anda bisa memulai dari faktor dalam terlebih dahulu yakni mengevaluasi proses produksi, cara pelayanan, strategi promosi dan mengecek kinerja pegawai.

Disamping itu, Anda juga perlu mengevaluasi faktor dari luar seperti menganalisa kompetitor, mengevaluasi target pasar Anda dan hal-hal lain yang bisa membantu mengembangkan bisnis Anda.

Dari hasil evaluasi tersebut, Anda bisa mulai memperbaiki sekaligus meningkatkan performa bisnis Anda menjadi lebih baik. Sehingga keinginan  untuk membuat usaha makanan Anda semakin maju bisa tercapai.

Baca juga : 30+ peluang bisnis makanan yang menjanjikan

2. Menganalisa Kompetitor dan Survei Pasar

Melakukan survei pasar tidak hanya dilakukan saat Anda akan memulai sebuah usaha. Bahkan disaat Anda berfikir untuk mulai mengembangkan usaha, survei pasar tetap penting harus Anda lakukan untuk mengetahui target pasar Anda, siapa saja kompetitor yang juga menjalankan bisnis yang sama serta apa yang menjadi keunikan, kelebihan dan kekurangan bisnis mereka.

Mungkin Anda telah mendapatkan target pasar Anda dimana ada yang sudah menjadi pelanggan tetap Anda, yang kadang-kadang suka berbelanja di tempat Anda atau yang baru mengetahui tentang bisnis makanan Anda.

Selanjutnya untuk menjadikan bisnis kuliner Anda semakin berkembang dan kian besar. Anda harus menganalisa kompetitor yang berada disekitar wilayah tempat bisnis Anda. Berusahalah untuk membuat diferensiasi sehingga kuliner yang Anda sajikan memiliki keunikan tersendiri dibanding kompetitor lain. Yang mana akan membuat pelanggan selalu datang untuk makan atau berbelanja di tempat Anda.

Bagaimana cara menciptakan diferensiasi?

Tentunya Anda harus bisa menciptakan cita rasa makanan yang unik dan enak. Disamping itu, Anda juga bisa menentukan diferensiasi dari strategi promo misalnya memberikan voucher makan gratis atau memberikan harga miring. Dengan begitu, orang akan selalu ingat dengan kuliner milik Anda.

Baca juga : Cara melakukan riset pasar yang benar agar bisnis sukses

3. Membuat Catatan Secara Terperinci

membuat catatan bisnisCara mengembangkan bisnis kuliner selanjutnya ada membuat catatan tentang segala hal yang berkaitan dengan usaha Anda. Terutama yang paling penting adalah pembukuan keuangan.

Catat secara terperinci keluar masuk atau lalu lintas keuangan Anda mulai dari modal awal, dana cadangan, belanja bahan, gaji pegawai, dana operasional dan juga keuntungan yang Anda dapatkan. Catatlah sedetail mungkin sehingga Anda bisa mengetahui seberapa besar keuntungan Anda selama ini.

Selain tentang keuangan, Anda bisa mencatat tentang makanan apa saja yang laris terjual, menu apa yang kurang laku sehingga Anda bisa menciptakan menu andalan dan memberikan inovasi agar menu yang kurang laku juga bisa ikut laris terjual.

Dengan mencatat segala hal secara mendetail, Anda bisa mengevaluasi tentang apa saja yang menjadi kekurangan Anda dalam menjalankan usaha kuliner tersebut. Apakah strategi pemasaran produk Anda kurang bagus atau pelayanan kepada konsumen juga kurang bagus. Dengan begitu Anda bisa mengambil langkah untuk segera memperbaikinya.

4. Buat Desain Tempat dan Menu yang Menarik dan Inovatif

Berbicara tentang tempat, selain mengutamakan kenyamanan, Anda juga harus membuat desain unik yang menarik. Ini karena seiring dengan perkembangan zaman. Kenyamanan dan keunikan desain tempat sangat dipertimbangkan.

Dengan memaksimalkan desain tempat yang terlihat mewah dan terjaga kebersihannya, tentu memberikan harga jual yang sedikit lebih mahal bukanlah hal yang mustahil.

Sebagai contoh dalam mengembangkan usaha café. Para pengusaha café biasanya akan membuat desain tempat yang terasa nyaman untuk dikunjungi sebagai tempat nongkrong. Hasilnya kopi yang mereka jual harganya bisa dua bahkan empat kali lipat lebih mahal dibandingkan beli di warung kopi biasa.

Tren makanan yang sangat mudah berubah dari waktu ke waktu juga menuntut Anda untuk selalu berinovasi dengan menu makanan yang Anda sajikan kepada konsumen. Jadi pastikan bisnis minuman atau makanan Anda punya menu yang memiliki cita rasa enak dan tampilan menarik sehingga pengunjung senang untuk makan di tempat Anda.

5. Manfaatkan Teknologi Informasi yang Ada

media sosial untuk pengembangan bisnisCara mengembangkan bisnis kuliner yang selanjutnya ialah memanfaatkan semua teknologi yang ada. Di era yang serba canggih ini, penggunaan teknologi memang dapat mencakup berbagai hal termasuk untuk pengembangan usaha kuliner.

Sebagai contoh, Anda bisa menggunakan media sosial dengan membuat akun bisnis Anda sendiri untuk melakukan promosi. Maksimalkan penggunaan media sosial seperti Facebook, Instagram, WA dan lain sebagainya untuk memperkenalkan bisnis Anda kepada masyarakat luas

Disamping itu, dengan semakin maraknya orang berbelanja makanan tanpa harus keluar rumah dengan memanfaatkan jasa ojek online seperti Gojek atau Grab. Anda juga bisa mendaftarkan tempat usaha kuliner Anda di Google Business agar lokasi usaha Anda dapat muncul di Google Maps. Kemunculan lokasi ini akan memudahkan konsumen yang ingin membeli makanan Anda melalui Go-Food.

Baca juga : 10 Cara mudah melihat peluang usaha baru disekitar kita

6. Tingkatkan Kualitas SDM dan Bangun Tim yang Kompak

Dalam usaha kuliner, kualitas SDM (sumber daya manusia) adalah hal yang sangat krusial. Apalagi jika Anda mengandalkan karyawan dalam segala macam kegiatan bisnis kuliner Anda mulai dari kegiatan produksi dan pelayanannya.

Untuk itu, selalu tingkatkan kualitas SDM terhadap para karyawan dan pramusaji. Sejalan dengan itu, bangun tim yang kompak dan jangan ragu untuk memberi pelatihan, pengajaran, seminar atau penghargaan kepada pekerja Anda yang sudah bekerja dengan baik.

Dengan SDM yang berkualitas dan tim yang kompak, usaha akan lebih mudah berkembang karena kinerja orang-orang di dalamnya sudah berjalan dengan baik.

7. Buka Cabang Baru

Terkadang ada pelanggan yang sangat menyukai makanan yang Anda sajikan. Namun, karena faktor tempat yang begitu jauh, kadang mereka malas untuk mendatangi tempat makan Anda. Hal ini tentu menjadi sebuah dilema bagi Anda maupun para konsumen.

Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika Anda mulai berfikir untuk membuka cabang baru di tempat lain jika dirasa kekuatan finansial Anda sudah cukup.

Bagaimanapun juga membuka cabang ditempat lain tentu akan membuat usaha makanan dan minuman Anda makin berkembang dan dikenal banyak orang. Hanya saja Anda harus mempunyai perencanaan usaha matang sebelum Anda melakukannya.

Membuka cabang baru berarti Anda harus melakukan survei pasar kembali untuk mengetahui lokasi usaha yang strategis dan para kompetitor sejenis. Disamping itu, pikiran Anda tentu akan terbelah menjadi 2 karena Anda harus mengurus 2 tempat sekaligus.

Lagi-lagi disinilah pentingnya Anda harus membangun tim yang kompak dan meningkatkan kualitas SDM. Sehingga cabang baru yang Anda buka tetap mencerminkan ciri khas dari kuliner Anda.

8. Buka Usaha Franchise Kuliner Anda

Membuka usaha franchise atau waralaba bisa juga menjadi salah satu cara mengembangkan bisnis kuliner Anda. Franchise merupakan jenis usaha dengan menjual brand atau merk Anda kepada orang lain dengan sistem kemitraan.

Dengan membuat franchise, peluang produk usaha Anda untuk lebih dikenal oleh masyarakat luas akan semakin besar sehingga usaha Anda menjadi semakin populer.

Anda bisa melihat contoh franchise yang terbilang sangat sukses seperti KFC. Sang pendiri KFC, Colonel Sanders mungkin tidak menyangka bahwa keputusannya menjual resep bumbu KFCnya dengan jalan kemitraan membuat restoran KFC yang didirikannya telah berkembang ke seluruh dunia. Saat ini sudah lebih dari 18.000 outlet KFC yang tersebar di seluruh dunia.

Dalam membangun franchise ini, Anda harus menerapkan suatu sistem, standar dan kontrol yang terorganisir agar pengembangannya sukses. Namun perlu Anda ingat, supaya usaha kuliner terus berkembang dan bertahan lama, tetap fokus pada perencanaan kesuksesan franchise Anda. Jangan sampai usaha utama Anda terbengkalai karena fokus yang terbagi. Siapa tau Anda yang akan menjadi Kolonel Sanders berikutnya.

Simak juga : 5 Strategi jitu membangun jaringan bisnis yang efektif

9. Pertahankan Reputasi

Reputasi adalah harga mati dan nilai jual untuk sebuah usaha. Di mana reputasi sangat berpengaruh pada kepercayaan pelanggan terhadap usaha tersebut. Jika usaha kuliner Anda memiliki reputasi yang baik, maka mereka akan percaya dan menjadi pelanggan setia di tempat Anda.

Akan tetapi, bila usaha Anda memiliki reputasi yang buruk, maka kemungkinan besar usaha Anda akan ditinggalkan pelanggan hingga peluang mengalami kebangkrutan menjadi semakin tinggi.

Oleh karena itu, pertahankan reputasi baik usaha kuliner Anda dan terus tingkatkan pelayanan serta berikan kemudahan pada konsumen. Selain itu, terima juga saran dan kritik yang diberikan.

10. Tetap Fokus

Cara mengembangkan bisnis kuliner yang terakhir adalah tetap fokus. Meskipun Anda akan mengalami banyak hambatan dan rintangan dalam upaya Anda membuat bisnis Anda semakin besar. tetaplah fokus dalam mencapai tujuan atau goal Anda.

Misalnya saja ketika Anda sudah membuka cabang baru di tempat lain. Tentu pikiran Anda akan terbelah karena sebelumnya hanya fokus pada satu tempat, sekarang harus memikirkan dua tempat sekaligus.

Namun jika Anda tetap fokus dan berupaya untuk mengelola usaha Anda dengan baik, saya yakin Anda pasti bisa melewati masa-masa sulit tersebut dan usaha Anda akan terus berkembang.

Baca juga : 13 peluang usaha minuman kekinian yang beromset jutaan

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Berbisnis Kuliner

Setiap bisnis pasti tidak akan lepas dari resiko, akan tetapi hal ini bisa dikurangi dengan menghindari kesalahan yang dapat memperbesar resikonya. Termasuk dalam bisnis makanan atau kuliner, meski jenis bisnis ini memiliki prospek yang bagus, namun jika Anda banyak melakukan kesalahan maka tidak menutup kemungkinan bisnis akan gagal.

Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari kesalahan-kesalahan dalam berbisnis kuliner berikut ini:

1. Konsumtif

Saat cara mengembangkan bisnis kuliner yang dilakukan berhasil dan bisnis menjadi semakin besar. Hasil keuntungan yang didapat pun akan semakin besar.

Hal ini memang sangat baik untuk jalannya bisnis, akan tetapi penghasilan ini kerap kali menyebabkan sifat konsumtif berlebih. Yang mana sifat ini akan sangat berbahaya untuk bisnis Anda.

Sebab keuntungan dari hasil usaha justru lebih banyak dihabiskan untuk urusan pribadi ketimbang pengembangan usaha.

Baca juga : 7 tips mengelola keuangan usaha agar cepat berkembang

2. Tidak Fokus

Pada tahap awal, bisnis kuliner biasanya akan laku keras karena banyak orang penasaran dengan rasa makanan yang ditawarkan. Hal ini seringkali membuat pemilik usaha menjadi terlena sehingga tidak fokus dalam mengelola bisnisnya.

Mereka biasanya akan cenderung terburu-buru membuka cabang atau bisnis baru. Akibatnya, pengembangan bisnis utama tidak lagi menjadi titik fokus sehingga membuat performa bisnis menurun karena perhatian yang terpecah.

3. Berhenti Berinovasi

Ketika produk usaha kuliner yang dijual sudah mendapat respon yang baik dan menghasilkan untung besar. Orang akan cenderung lalai untuk terus berinovasi. Padahal seperti cara mengembangkan bisnis kuliner yang telah disebutkan sebelumnya.

Dalam bisnis kuliner, inovasi dan kreatifitas adalah hal yang wajib dimiliki. Untuk itu, selaris apapun usaha kuliner Anda sekarang, jangan pernah berhenti berinovasi dalam berbagai bentuk.

Karena bagaimanapun juga, kompetitor Anda pasti akan melakukan hal serupa. Jangan sampai pelanggan setia Anda lari ke tempat lain karena kurangnya inovasi dari Anda.

Simak juga : 15 Cara promosi produk paling efektif dan terbukti berhasil

4. Tidak Berani Bersaing Harga

Dalam menjalankan semua usaha, persaingan memang tidak mungkin dihindari. Baik dari segi barang dagangan yang dijual atau pun persaingan harganya.

Untuk itu, Anda harus berani bersaing karena kompetitor Anda seringkali akan menjual barang yang sama dengan harga yang lebih murah. Dalam hal ini, perputaran modal yang lancar harus lebih diutamakan dibanding keuntungan besar.

5. Tidak Mau Berbagi Kepemilikan

Salah satu cara mengembangkan bisnis kuliner ialah dengan membuka usaha waralaba atau franchise. Yang mana itu berarti Anda harus berbagi kepemilikan usaha dengan orang lain.

Namun banyak diantara para pemilik bisnis yang takut melakukan hal ini karena berpikir bahwa hal tersebut dapat membuat keuntungan berkurang atau membuat rugi. Padahal jika dilakukan dengan sistem yang tepat, pembagian kepemilikan justru dapat membuat keuntungan menjadi lebih besar.

Itulah cara mengembangkan bisnis kuliner dan beberapa kesalahan yang perlu Anda hindari saat mengelola bisnis ini. Terlepas dari itu, hal yang paling penting adalah Anda harus bersungguh-sungguh dan pantang menyerah dalam menekuninya.

Tag: , , , ,
Previous Post

Bisnis Rumahan Dan Cara Merencanakan Sampai Sukses

Next Post

Nikmati 5 Jenis Layanan Fintech di Indonesia yang Aman dan Terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *