11 Cara Mengelola Keuangan Pribadi Untuk Masa Depan Anda

tips mengelola keuangan pribadi dan usaha

Mungkin Anda adalah salah satu anak muda yang telah bekerja namun merasa sulit mengontrol keuangan pribadi Anda. Rasanya gaji yang diterima selama ini hanya numpang lewat saja. Jika dibiarkan terus-menerus, tentu tidak akan baik untuk masa depan Anda. Oleh sebab itu, perlu cara mengelola keuangan pribadi dengan baik agar tujuan keuangan Anda jelas.

Cara mengatur keuangan pribadi jarang dibahas di sekolah bahkan mungkin tidak pernah dibahas. Padahal pengelolaan keuangan adalah hal yang sangat penting bagi setiap orang. Baik Anda yang belum menikah atau mereka yang sudah berkeluarga.

Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, orang yang memiliki gaji tinggi pun mungkin akan merasa bahwa gaji yang diterima tidak pernah cukup. Apalagi jika gaji Anda pas-pasan. Mungkin Anda harus berhutang sana-sini untuk menutupi kebutuhan setiap harinya.

Apakah mengelola keuangan pribadi sangat penting?

Tentu saja penting sekali.

Apalagi untuk Anda yang memiliki mimpi tinggi untuk sukses di masa depan. Anda pasti membutuhkan dana dan perencanaan keuangan yang baik. Banyak keperluan di masa depan yang butuh banyak uang. Diantaranya menikah dan membeli rumah. Jadi Anda harus bisa merencanakannya sejak dini.

Hal ini untuk menghindari kesulitan hidup di masa depan. Karena masalah keuangan adalah salah satu jenis masalah yang paling banyak dialami oleh orang-orang. Banyak dari mereka yang mengeluh kekurangan uang untuk menikah, kekurangan uang untuk kuliah, kekurangan uang untuk hidup, uang habis sebelum gajian dan lain sebagainya.

Apakah Anda tahu kenapa hal itu terjadi ?

Hal tersebut terjadi karena ketidak pedulian pada pengelolaan keuangan sendiri. Sering menghambur-hamburkan uang yang diperoleh dan tidak menggunakannya dengan cara yang bijak.

Mengelola keuangan pribadi bukan berarti Anda menjadi pelit. Namun hal ini lebih kepada perencanaan keuangan di masa depan dengan lebih baik. Sehingga Anda bisa mendapatkan kehidupan yang layak dan tidak lagi merepotkan siapapun.

Berikut 11 cara mengelola keuangan pribadi agar masa depan Anda cerah kedepannya.

1. Merencanakan Tujuan untuk Masa Depan

Banyak orang yang telah bekerja tapi lupa untuk mencantumkan tentang tujuan masa depan mereka. Tentang apa yang menjadi tujuan utama hidup selanjutnya. Tentang apa saja yang ingin dicapai .

Hal ini terjadi mungkin karena euforia setelah bisa bekerja dan bisa mencari uang sendiri. Bukannya memikirkan bagaimana menabung untuk beli rumah atau hal posiitif lainnya. Tapi malah berpikir bagaimana bisa beli motor baru, gadget baru, baju baru atau jalan-jalan.

Oleh sebab itu, mulailah membuat tujuan keuangan yang jelas. Anda bisa menuliskan rencana dan mimpi Anda di sebuah kertas. Misalkan tentang menikah, beli rumah, beli mobil dan memiliki bisnis Anda sendiri.

Anda bisa mencatat kapan Anda akan menikah, kapan Anda akan membuka bisnis dan berapa modal yang harus Anda keluarkan untuk hal tersebut.

Setelah Anda menulis semuanya, selanjutnya adalah Anda harus memikirkan bagaimana cara Anda agar bisa mencapai hal tersebut dalam waktu yang ditentukan.

Misalkan Anda ingin menikah 5 tahun lagi dan butuh dana pernikahan sebesar Rp 20 juta. Berarti setidaknya Anda harus menyisihkan uang Rp 340.000 per bulan untuk hal ini saja.

Kemudian, mimpi selanjutnya untuk membuka usaha. Anggap saja Anda ingin memulai usaha 2 tahun setelah menikah dan Anda membutuhkan modal sekitar Rp 25 juta. Itu berarti Anda harus menyisihkan uang Rp 300.000 per bulan untuk usaha.

Total yang harus Anda sisihkan untuk 2 mimpi Anda tersebut adalah sekitar Rp 640.000 per bulan.

Lihat….

Sekarang lebih gamblang kan?

Anda harus menabung berapa untuk mencapai mimpi Anda.

Rekomendasi Artikel : 

12 Tips menabung meskipun dengan gaji pas-pasan

2. Mencatat Pendapatan dan Pengeluaran Sehari-hari

mencatat pengeluaran harian dan bulananSetelah Anda memiliki tujuan yang jelas untuk hidup Anda kedepannya. Selanjutnya Anda perlu melakukan action untuk merealisasikannya.

Banyak orang yang sering mengeluh jika uangnya cepat sekali habis dan tidak tahu kemana uang tersebut dihabiskan. Mungkin Anda sendiri sering mengalaminya. Dengan mencatat pendapatan dan pengeluaran Anda sehari-hari, Anda bisa menghindari hal tersebut.

Mencatat pendapatan dan pengeluaran adalah hal yang penting untuk mengetahui dari mana uang Anda datang dan kemana uang tersebut dihabiskan. Saya sendiri telah mempraktekkannya dan sangat bermanfaat dalam pengelolaan keuangan saya sendiri.

Apabila Anda sekarang sudah memiliki pekerjaan dan mendapatkan gaji tetap. Maka Anda harus mulai mencatat semua pemasukan Anda saat ini juga. Mulai dari gaji, insentif, bonus, uang transport dari perusahaan dan lain-lain.

Anda bisa mencatat pemasukan Anda menggunakan buku tersendiri atau Anda bisa mendownload aplikasi keuangan untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran yang tersedia banyak di play store.

Setelah Anda mencatat pemasukan, Anda harus mencatat semua pengeluaran Anda. Mulai dari pengeluaran yang besar hingga yang terkecil seperti membayar parkir sekalipun.

Hal ini sangat penting untuk menghindari kebocoran dana, sekaligus melacak kemana saja uang Anda dihabiskan.

Saya pernah melakukan kesalahan dengan tidak mencatat pengeluaran kecil. Akhirnya ketika akhir bulan, pengeluaran dan pendapatan saya memiliki selisih yang agak besar. Dan saya tidak tahu kemana uang tersebut pergi.

Baca juga : 14 Kebiasaan buruk ini bisa membuat Anda terlilit hutang

3. Merencanakan Pengeluaran Harian, Bulanan dan Tahunan

Mengelola keuangan pribadi tidak cukup hanya dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran saja. Hal itu hanya digunakan untuk melacak dari mana uang Anda datang dan kemana uang tersebut pergi. Sehingga akhirnya Anda tahu kenapa selama ini gaji Anda tidak pernah cukup.

Hal paling penting yang harus Anda lakukan selanjutnya adalah perencanaan pengeluaran Anda.

Apabila Anda memiliki mimpi, pengeluaran pertama Anda yang wajib Anda utamakan adalah menyisihkan uang sebanyak yang dibutuhkan untuk mencapai mimpi Anda.

Jika memakai contoh diatas, Anda harus menyisihkan Rp 640.000. Simpan di tabungan Anda yang berbeda dan Anda harus menganggap uang tersebut sudah hilang.

Jika pendapatan Anda per bulan adalah 4 juta, maka Anda masih memiliki Rp 3.360.000 untuk dipakai.

Tapi ingat, jangan dihabiskan semuanya. Anda harus menyisihkan sebagian untuk kebutuhan mendadak atau mimpi ada yang lain. Intinya, jika Anda ingin sukses dalam mengelola keuangan pribadi, jangan pernah biarkan pengeluaran Anda lebih besar dibandingkan pemasukan.

Cara merencanakan pengelolaan keuangan harian, bulanan dan tahunan diantaranya Anda harus mencatat semua kebutuhan Anda. Mulai dari makan, transportasi, nongkrong, biaya perawatan kendaraan, pajak kendaraan tahunan dan sebagainya.

Usahakan untuk hanya menghabiskan 60% dari Rp 3.360.00. Anda bisa menyisihkan 40% sisanya untuk di tabung atau di belikan barang yang berfaedah untuk masa depan.

Banyaknya uang yang harus ada sisihkan dari sisa uang Anda tergantung berapa banyak kebutuhan Anda. Apabila Anda hanya memerlukan Rp1.000.000 untuk hidup, maka Anda bisa menyisihkan sisanya untuk kebutuhan mendesak dan tabungan Anda.

Baca juga : Rahasia menjadi orang kaya dengan 12 cara sederhana

4. Menabunglah dengan Cara yang Benar

cara menabung yang benarMenabung itu juga ada tekniknya. Karena jika Anda salah, bisa saja uang Anda tidak akan terkumpul. Oleh sebab itu, tabunglah uang Anda sesuai kategori kebutuhan Anda. Jangan digabung-gabung karena pada akhirnya malah bisa berantakan.

Misalnya jika Anda adalah seorang perantauan, jangan gabungkan tabungan yang disediakan untuk menikah dengan tabungan untuk mudik lebaran. Sebaiknya pisahkan dalam rekening yang berbeda. Hal ini untuk menghindari jangan sampai tabungan nikah Anda terpakai.

Akan lebih baik jika tabungan menikah Anda dibelikan emas saja daripada disimpan di rekening bank. Anda bisa membuka tabungan emas di Pegadaian.

Mengapa harus menabung emas?

Kita tahu sendiri harga emas selalu naik tiap tahunnya. Sehingga ketika Anda mencairkannya dalam bentuk uang, maka Anda akan mendapatkan uang lebih banyak. Apalagi Anda hanya perlu membayar biaya administrasi di Pegadaian sebesar Rp 30.000 per tahunnya.

Berbeda jika Anda menabung di rekening bank. Selain Anda harus dipotong biaya administrasi tiap bulan, uang Anda mungkin hanya akan bertambah bunganya saja. Kecuali jika Anda memilih menabung deposito. Tapi tetap saja keuntungan yang Anda dapat tidak terlalu besar.

Untuk lebih jelasnya tentang menabung emas di Pegadaian, silahkan baca Membuka tabungan emas di Pegadaian, apakah menguntungkan?

5. Upayakan untuk Berinvestasi

Meskipun gaji yang Anda terima pas-pasan. Bukan berarti Anda tidak melakukan investasi apapun. Mengelola keuangan pribadi untuk masa depan berarti Anda harus memiliki simpanan lain selain tabungan. Salah satunya dengan berinvestasi.

Investasi yang menguntungkan ada banyak sekali. Misalnya saja jika Anda ingin punya rumah dan tidak bisa membelinya cash. Maka Anda bisa membeli rumah KPR. Anda memang diharuskan membayar biaya bunga kredit cicilan rumah.

Tapi itu lebih baik daripada Anda terus-terusan ngontrak. Toh, makin bertambah tahun, harga rumah semakin tinggi. Jika Anda ingin mengumpulkan uang untuk membeli rumah, harga rumah di tahun-tahun mendatang mungkin jauh lebih tinggi.

Selain investasi berbentuk properti, Anda juga perlu investasi seperti saham atau obligasi. Mungkin untuk para pemula, investasi saham sangat menyeramkan karena sudah banyak orang yang gagal. Namun semua itu terjadi karena mereka tidak mau belajar tentang investasi saham terlebih dahulu.

Jikalau Anda takut untuk investasi saham, cobalah berinvestasi reksadana. Di reksadana, Anda tidak akan dipusingkan dengan bursa saham karena sudah ada manajer investasi yang akan membantu mengelola dana Anda. Sehingga resiko kerugiannya lebih kecil dibandingkan Anda bermain saham sendiri.

Jika Anda ingin tahu lebih jauh tentang reksadana, silahkan baca 7 Cara investasi reksadana yang wajib anda pahami

6. Tambah Penghasilan Anda

Jika Anda merasa cukup dengan gaji yang Anda terima sebagai karyawan saat ini. Anda tidak perlu membaca poin yang satu ini. Namun, bagi Anda yang merasa bahwa gaji Anda masih pas-pasan. Poin yang satu ini mungkin cocok untuk Anda.

Kenapa harus menambah penghasilan?

Logikanya begini, jika gaji yang Anda terima kecil dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bagaimana Anda mau berpikir untuk menabung dan berinvestasi.

Sebagai contoh Anda adalah guru honorer, saya yakin gaji yang Anda terima mungkin tidak cukup untuk memenuhi setiap kebutuhan Anda. Solusinya, Anda mesti mencari penghasilan tambahan. Entah dengan membuka les privat atau mencari usaha sampingan lainnya.

Hal ini perlu Anda lakukan jika Anda ingin mencapai tujuan keuangan untuk memenuhi harapan dan impian dimasa mendatang.

Bagaimana Anda ingin memiliki rumah impian jika penghasilan Anda pas-pasan?

Atau Anda ingin memiliki mobil impian saat beumur 30 tahun?

Semua itu bisa terealisasikan jika Anda memiliki uang yang cukup untuk membelinya. Jika Anda masih mengandalkan gaji yang pas-pasan, sampai kapanpun Anda tidak akan bisa menggapainya.

Oleh sebab itu, berusahalah menambah penghasilan Anda. Apalagi dengan perkembangan internet yang kian maju, mendapat penghasilan tambahan semakin mudah. Ada banyak peluang usaha online maupun offlineyang bisa Anda jalankan untuk menambah penghasilan Anda. Misalnya jualan baju online atau membuat blog pribadi.

Rekomendasi Artikel : 

20 Jenis usaha sampingan karyawan dengan modal kecil

7. Belilah Barang Sesuai Kebutuhan

cara menabung yang benarSemua poin diatas adalah cara mengelola keuangan pribadi yang sangat penting. Namun semua itu akan percuma jika Anda masih suka menghambur-hamburkan uang dalam kehidupan Anda.

Oleh karena itu, agar tujuan keuangan Anda tercapai. Terapkanlah cara hidup hemat dengan membeli barang sesuai dengan kebutuhan. Jangan Anda menuruti nafsu dan menuruti keinginan Anda saja.

Misalnya dalam pembelian smartphone. Jika dirasa smartphone harga Rp 2 juta saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda dalam berkomunikasi dan bermain game. Kenapa harus membeli smartphone yang harganya 10 jutaan.

Anda bisa mencontoh kesedarhanaan hidup orang-orang kaya dunia seperti Mark Zuckerberg, sang pendiri Facebook yang memiliki kekayaan bersih 66 miliar US$ pada tahun 2019.

Meskipun masuk jajaran 10 orang kaya diseluruh dunia, dia tetap menerapkan gaya hidup sederhana. Bahkan dia merasa lebih nyaman menggunakan kaos oblong untuk kesehariannya.

8. Kurangi Pengeluaran yang Tidak Penting

Agar bisa menabung lebih banyak, cobalah Anda buka kembali catatan pengeluaran Anda. Baca dengan teliti dan sebisa mungkin kurangi pengeluaran yang Anda rasa tidak terlalu penting.

Bagi Anda yang merokok, mungkin Anda bisa mengurangi atau kalau bisa malah berhenti merokok. Bukankah Anda tahu kalau merokok tidak baik untuk kesehatan. Kalau bisa berhenti kenapa tidak.

Saya tidak akan menghitung seberapa besar pengeluaran dari kebutuhan merokok Anda. Yang jelas jika Anda rutin menghabiskan sebungkus rokok, uang tersebut sudah bisa untuk membeli emas batangan sebesar 1 gram.

Jika Anda tidak tahu cara berhenti merokok, silahkan baca 17 cara untuk berhenti merokok total selamanya

9. Antisipasi Pengeluaran Tak Terduga

Pengeluaran lain yang perlu Anda waspadai ialah biaya tak terduga yang bisa datang kapan saja. Hal ini harus Anda antisipasi dengan menyimpan dana darurat agar tidak mengganggu tabungan Anda yang lain.

Beberapa pengeluaran tak terduga yang terkadang menghampiri diantaranya musibah, sakit, menghadiri undangan, kendaraan rusak dan lain sebagainya.

Dengan memiliki simpanan dana darurat, pengelolaan keuangan Anda tidak akan berantakan jika terjadi hal-hal yang sifatnya mendadak.

Simak juga : 10 Sumber pengeluaran tak terduga yang harus Anda ketahui

10. Selalu Bayar Tagihan Tepat Waktu

Jika Anda memiliki sejumlah tagihan yang harus dibayarkan. Misalnya tagihan kartu kredit, kredit kendaraan, tagihan listrik, PDAM, TV kabel dan lain sebagainya, sebaiknya jangan pernah menunda untuk membayarnya.

Jika Anda mengandalkan gaji untuk membayar semua tagihan Anda, akan lebih mudah kalau Anda membayarnya saat pertama Anda terima gaji. Hal ini dilakukan agar uang tersebut dipakai untuk keperluan lain. Supaya Anda tidak terkena denda.

Meskipun terlihat sepele, jika denda tersebut terus dikumpulkan, lama-lama kan memberatkan keuangan Anda.

Baca juga : 10 Kebiasaan kecil yang bikin pengeluaran semakin boros

11. Bijak dalam Menggunakan Kartu Kredit

Sah-sah saja Anda menggunakan kartu kredit. Karena terkadang Anda bisa mendapatkan sejumlah diskon, promo, cash back dan point rewards. Kehidupan Anda pun akan lebih mudah ketika sedang berbelanja di mall atau beli tiket pesawat.

Namun, Anda harus bijak dalam menggunakan kartu kredit. Jangan berlebihan atau membeli hal-hal yang tidak penting. Jadi, tetap gunakan kartu kredit seperlunya ya.

Awal pertama mengelola keuangan pribadi memang tidak mudah. Namun jika Anda sudah terbiasa, ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Usahakan untuk mengatur keuangan pribadi Anda dengan baik agar tujuan atau impian Anda kedepannya bisa terwujud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *