14 Kebiasaan Buruk Ini Bisa Membuat Anda Terlilit Hutang

kebiasaan buruk terlilit hutangBanyak orang yang memiliki berpenghasilan besar tetapi tidak punya investasi apapun. Ada juga orang yang gajinya kecil tapi bisa punya rumah dalam kurun waktu beberapa tahun saja. Hal tersebut terjadi karena perbedaan kebiasaan dalam mempergunakan uang. banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa ada banyak kebiasaan buruk yang nyatanya bisa membuat mereka terlilit hutang.

Apakah anda pernah merenungkan, mengapa anda yang sudah bekerja bertahun-tahun dan terus mendapat kenaikan gaji namun selalu merasa kekurangan bahkan sering berhutang? Mungkin anda beranggapan karena biaya hidup yang semakin mahal. Padahal jika anda mau menyadari, sebenarnya masalah anda ada di kebiasaan anda selama ini. Ada banyak pengeluaran yang bersifat pemborosan yang anda sendiri tidak sadari. Hal ini terjadi karena anda menganggap kebiasaan tersebut adalah hal yang lumrah dilakukan banyak orang.

jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus, jangan harap anda bisa terlepas dari jeratan hutang. Maka dari itu, cobalah untuk mulai belajar menghindari kebiasaan buruk yang bisa membuat anda terlilit hutang yang menumpuk.

Berikut 14 kebiasaan buruk yang bisa membuat anda terlilit hutang terus menerus.

1. Tidak Bisa Mengelola Keuangan dengan Baik

Ketidak mampuan dalam mengelola keuangan adalah faktor penyebab seseorang bisa terlilit hutang. Kondisi keuangan yang baik adalah ketika pengeluaran tidak lebih banyak daripada penghasilan. Dan jika anda tidak bisa mengaturnya, maka jangan heran jika anda bisa terjerat hutang.

Banyak orang beralasan bahwa kehidupan di kota A sangat mahal sehingga pengeluaran lebih besar dibandingkan penghasilan. Alasan seperti ini menandakan jika mereka belum bisa mengelola keuangan dengan baik. Kebutuhan harus bisa menyesuaikan dengan penghasilan anda karena jika berjalan sebaliknya maka akan membuat anda mengalami devisit keuangan. Jika hal ini dibiarkan berkelanjutan, maka anda akan terus berhutang demi untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Baca juga : Inilah Pentingnya Anda Harus Punya Perencanaan Keuangan

2. Tidak Pernah Tahu Seberapa Besar Kebutuhan Hidup

Selain tidak bisa mengatur keuangan dengan baik, kebiasaan lain yang bisa membuat anda berhutang adalah tidak tahu seberapa besar kebutuhan yang anda keluarkan untuk diri sendiri. Sehingga tanpa disadari, anda mengeluarkan sejumlah uang untuk kebutuhan yang kurang tepat misalnya sering makan diluar atau belanja barang secara berlebihan.

Kebiasaan seperti inilah yang membuat gaji anda serasa tidak cukup untuk sebulan. Ujung-ujungnya anda terpaksa berhutang. Padahal jika anda mau menghitung secara benar seberapa besar kebutuhan anda dalam sebulan, maka kasus seperti ini tidak akan terjadi. Jangan sampai kerja keras anda selama ini sia-sia karena kebiasaan buruk anda yang terus menghabiskan uang.

Baca juga : 10 Kebiasaan Kecil Yang Bikin Pengeluaran Semakin Boros

3. Tidak Punya Tabungan

tidak pernah menabung menambah beban hutangSangat disayangkan jika anda yang sudah berpenghasilan tetap setiap bulannya tapi tidak punya tabungan sama sekali. Padahal jika anda menabung dengan benar yakni dengan menyisihkan uang setelah anda mendapatkan gaji. Anda bisa memiliki tabungan dalam jumlah yang sama tiap bulannya.

Sebenarnya ada sebagian orang yang punya keinginan untuk menabung, namun mereka melakukannya dengan cara yang salah. seperti menabung dari uang sisa diakhir bulan. Cara seperti ini tentu tidak akan berjalan dengan mulus. Apalagi jika anda punya kebiasaan membelanjakan uang tanpa rencana. Bukannya ada sisa untuk di tabung, gaji anda bisa-bisa malah tidak cukup untuk sebulan.

4. Tidak Memiliki Tujuan Keuangan yang Jelas

“Hari ini ya untuk hari ini, hari esok pikirkan esok”. Semboyan seperti ini memang bagus untuk beberapa hal. Namun jika anda menerapkan dalam hal keuangan maka jangan menyesal jika anda akan menderita dimasa tua.

Mengapa demikian? karena anda tidak memiliki tujuan keuangan yang jelas. Anda hanya memikirkan apa yang terjadi sekarang dengan menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak berguna. Sehingga anda tidak memikirkan untuk bisa menabung, berinvestasi atau menyiapkan segala hal saat anda pensiun nanti.

5. Pinjam Uang untuk Kebutuhan Hidup

Ketika anda meminjam uang dalam jumlah besar untuk mengembangkan bisnis atau berinvestasi, maka anda melakukan suatu hal yang tepat. Misalnya anda pinjam uang untuk membuka usaha laundry kiloan, keuntungan dari bisnis yang anda jalankan ini bisa digunakan untuk membayar hutang setiap bulannya.

Berbeda halnya jika anda berhutang hanya untuk memenuhi kebutuhan. Jika kebiasaan ini  di lestarikan, anda bisa terjerat banyak hutang yang menumpuk. Sebagai contoh gaji anda tidak pernah cukup dalam sebulan. Sehingga anda harus berhutang pada pertengahan bulan. Di bulan berikutnya anda mesti membayar hutang sementara anda juga masih harus memenuhi kebutuhan bulan depan. hal ini akan berputar terus menerus yang akhirnya membuat anda menumpuk banyak hutang.

6. Mengambil Kredit Barang di Luar Kemampuan

kredit diluar kemmpuan bisa terjerat hutangSah-sah saja mengambil barang secara kredit. Hal ini untuk menghindari pengeluaran terlalu besar dalam satu waktu. Misalnya anda kredit mesin cuci seharga Rp 2 juta. Jika memang tidak punya uang sebesar itu, maka tidak masalah anda ambil secara kredit. Sebisa mungkin mencicilnya jangan terlalu lama karena beban bunga akan lebih besar.

Lain halnya jika anda mengambil kredit namun diluar kemampuan anda. Apalagi jika manfaat dari barang tersebut belum terlalu penting. Contohnya saja anda mengambil kredit sebuah mobil. Jika hitungan gaji anda tidak memungkinkan untuk kredit mobil, maka jangan coba-coba anda memaksakan karena hanya akan jadi masalah keuangan di kemudian hari. Lebih parah lagi jika kreditan anda macet, mobil diambil debt collector sementara anda sudah banyak keluar uang.

Kebiasaan buruk lain dalam hal kredit adalah terlalu banyak mengambil kreditan barang. Sebagai contoh anda bulan ini mengambil kredit kulkas, kreditnya belum selesai sudah ambil kredit motor. Belum lagi lunas sudah kredit yang lain. Hal ini tentunya akan membuat anda harus banyak membayar cicilan tiap bulannya. Sehingga untuk menutupinya terpaksa harus berhutang.

7. Terus Membuang Uang Demi Kebiasaan Buruk

Ada beberapa kebiasaan buruk yang sepatutnya anda tinggalkan karena tidak memberikan manfaat malah bisa membuat anda sakit. Seperti kebiasaan merokok yang tentu merugikan anda di sisi kesehatan dan keuangan. Coba anda hitung berapa pengeluaran anda dalam setahun jika anda merokok satu bungkus per hari. Katakanlah harga rokok Rp 20.000 per hari x 365 hari = Rp 8.300.000. Bayangkan jika uang tersebut digunakan untuk investasi seperti di belikan emas. Jika harga emas antam pada kisaran 630.000 per gram. Dalam setahun anda punya simpanan emas 13 gram lebih. Dalam lima tahun anda punya emas hampir 65 gram.

Jika anda tetap meneruskan kebiasaan merokok, anda tetap akan berinvestasi tapi dalam hal menyimpan penyakit. Kebiasaan buruk lain yang merugikan dan terkesan membambur-hamburkan uang antara lain berjudi, minum-minuman keras dan lain-lain.

Baca juga : 17 Cara Untuk Berhenti Merokok Total Selamanya Dijamin Sukses

8. Tergoda dengan Barang Diskon

Kebiasaan yang satu ini biasa melanda para wanita yaitu berburu barang diskon. Beberapa diantara mereka sangat sensitif jika sudah mendengar kata diskon. Rasa-rasanya pengen cepat segera memborong barang diskonan tersebut.

Membeli barang diskon untuk beberapa keperluan seperti belanja bulanan mungkin bukanlah hal yang buruk karena bisa menghemat anggaran. Namun jika anda membeli barang yang tidak terlalu penting hanya karena tergiur harga diskon bisa menjadi sebuah kebiasaan buruk yang membuat anda gampang terlilit hutang.

9. Tidak Bisa Membedakan Keinginan dan Kebutuhan

Kebiasaan buruk lain yang bisa membuat anda terlilit hutang adalah tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Anda tidak tahu mana hal yang harus di dahulukan dan mana yang bisa di tunda terlebih dahulu.

Kebutuhan dalam keuangan mencakup beberapa hal seperti makan sehari-hari, menabung, investasi dan keperluan lain yang memang harus ada. Sementara keinginan adalah hal yang seharusnya bisa anda tunda jika memang keuangan anda belum stabil. Keinginan mencakup banyak hal mulai dari membeli pakaian, gadget baru, makan di luar dan sebagainya.

Ketika anda tidak bisa membedakan keduanya, maka akan menjadi masalah keuangan yang cukup serius yang pada akhirnya bisa membuat anda berhutang. Seharusnya cukupkan dulu kebutuhan untuk satu bulan barulah anda memenuhi apa yang menjadi keinginan anda. Bukan malah sebaliknya.

10. Ingin Kaya Tapi dengan Cara Cepat

pengen kaya dengan cara instanDi jaman sekarang ini, sudah banyak orang yang berubah nasib dari orang miskin bisa menjadi orang kaya. Mereka tentu butuh perjuangan yang panjang untuk mendapat kesuksesan tersebut. Bukan dengan cara instan yang sering di peranggapkan orang.

Bagaimana dengan anda? Apakah anda tipe orang yang suka melihat keberhasilan orang lain dan berharap bisa mendapatkan kesuksesan yang sama. Jika ya, jangan hanya berdiam diri dan berharap tiba-tiba anda menjadi kaya dalam sekejap.

Cara-cara instan seperti ikut undian berhadiah, membeli togel, mengamalkan amalan-amalan tanpa anda imbangi dengan bekerja keras bahkan sampai percaya dengan hal-hal yang berbau pesugihan seperti menggandakan uang dengan cepat harus anda hindari.

Jika anda masih percaya hal seperti ini, maka jangan pernah bermimpi untuk menjadi orang kaya. Menjadi orang kaya butuh perjuangan yang tidak mudah. Anda harus bisa membaca peluang usaha dan pintar mengelola keuangan anda dengan baik.

Baca juga : Rahasia Menjadi Orang Kaya Dengan 12 Cara Sederhana

11. Suka Beli Barang Bermerek

Sebagian orang beranggapan bahwa merek yang sudah terkenal adalah jaminan mutu ketika ingin membeli sebuah barang. Hal ini membuat mereka memaksa membeli meskipun harganya selangit. Padahal jika anda mau membuka mata lebar-lebar, sekarang sudah banyak produsen yang membuat barang dengan harga relatif murah namun kualitasnya tidak jauh beda dengan merek-merek berkelas.

Sebagai contoh dalam hal membeli gadget, kalau bukan merek A anda tidak mau beli. Anda menganggap bahwa merek lain lebih cepat rusak dan kalah canggih di banding merek yang anda pilih meskipun harganya dua kali lipat. Kebiasaan seperti inilah yang bisa membuat anda terlilit hutang.

12. Tidak Bisa Menolak Keinginan Anak

Anak adalah titipan Tuhan yang senantiasa harus anda jaga dengan penuh kasih sayang. Akan tetapi, dalam memberikan kasih sayang bukan berarti harus selalu menuruti kemauan anak. Karena jika dibiasakan akan berlanjut sampai ia dewasa kelak. Anak pengen ini dituruti, anak pengen itu di sanggupi, ujung-ujungnya anda sendiri bingung dalam memenuhi keinginan anak karena terkendala masalah ekonomi.

Saat masih kecil mungkin belum terlalu terasa karena keinginan anak masih bisa di jangkau. Bagaimana jika sudah besar kelak. Mungkin anda terpaksa harus berhutang untuk menuruti kemauan anak yang pengen punya motor baru, gadget baru, sepatu baru dan lain sebagainya.

13 Tidak Punya Dana Darurat

Dana darurat adalah dana yang dikhususkan untuk kebutuhan darurat. Besarannya sekitar enam kali dari gaji yang anda terima tiap bulannya. Jika anda tidak punya dana darurat, maka anda akan kebingungan saat terjadi sesuatu yang genting misalnya anggota keluarga sakit atau anda kena PHK dari kantor tempat anda bekerja.

Saat anda kebingungan karena tidak punya simpanan, solusi yang paling mudah adalah meminjam uang. Berbeda jika anda punya dana darurat, anda akan merasa lebih tenang ketika menghadapi masalah yang datangnya tiba-tiba.

14. Tidak Terkontrol dalam Penggunaan Kartu Kredit

Memiliki kartu kredit memang memberikan rasa aman dan nyaman. Anda tidak perlu kesana-kemari membawa uang dalam jumlah besar. Ketika anda berbelanja, tinggal gesek maka transaksi pembelian anda sudah teratasi.

Tapi, jika berlebihan dalam menggunakannya, maka bisa membuat anda terlilit hutang. Apalagi jika penghasilan anda tidak mencukupi untuk membayar cicilan kartu kredit. Bisa dipastikan akan ada tunggakkan kartu kredit yang tentu membebani perekonomian anda.

Kebiasaan-kebiasaan buruk diatas seharusnya anda hindari jika tidak ingin terlilit hutang. Jangan biarkan kebiasaan yang anda anggap sepele ternyata adalah suatu pemborosan yang bisa membuat anda tidak bisa menabung dan berinvestasi. Mulailah untuk meninggalkan kebiasaan buruk tersebut mulai dari sekarang agar hidup anda terbebas dari hutang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading...