Inilah 3+ Investasi Jangka Pendek Paling Menguntungkan

ilustrasi investasi jangka pendekSaat ini, perkembangan jaman sudah merubah banyak sekali model investasi. Dari yang dahulu hanya pada beberapa bidang saja seperti investasi emas, properti atau pun tanah . Kini sudah dapat meluas sampai berhubungan pada teknologi digital. baik itu untuk investasi jangka pendek maupun jangka panjang.

Ekonomi menjadi salah satu hal yang paling penting dalam melakukan investasi. Karena, investasi yang diberikan jelas berkaitan satu sama lainnya. Jika Anda ingin mendapat keuntungan dua kali lipat atau lebih, tentu Anda harus melakukan investasi jangka panjang.

Contohnya seperti investasi tanah atau properti dimana jika Anda menjualnya di tahun pertama sejak pembelian, mungkin keuntungan yang Anda dapat tidak terlalu banyak. Berbeda halnya jika Anda menjual investasi Anda tersebut dalam jangka waktu 10 tahun kedepan. Mungkin harganya bisa 5 kali lipat dibandingkan saat Anda membelinya.

Namun, tidak semua orang menyukai pilihan investasi jangka panjang dimana dia harus menunggu waktu lama untuk bisa menikmati hasil investasinya. Oleh sebab itu, banyak orang beralih untuk menginvestasikan hartanya dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.

Kabar baiknya, ternyata kini melakukan investasi tidak perlu menunggu dalam jangka waktu lama. Karena, terdapat investasi yang masuk ke dalam jangka pendek.

Adanya investasi jangka pendek ini memberikan angin segar bagi mereka yang ingin melakukan investasi tanpa waktu lama. Tetapi, Anda harus paham betul investasi jangka pendek yang cocok dipakai.

Ingin tahu lebih jelas materi investasi jangka pendek? Jangan khawatir, baca terus artikel ini.

Definisi Investasi Jangka Pendek

Anda harus paham dengan benar apa itu investasi dalam jangka pendek. Arti dari Investasi sendiri ialah penanaman modal yang berhubungan pada akumulasi suatu bentuk aktiva dengan adanya harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang.

Investasi terbagi menjadi 2 yaitu investasi jangka pendek dan jangka panjang. Untuk investasi dalam jangka pendek sendiri di perkirakan memiliki jangka waktu 1 hingga 24 bulan.

Investasi jenis ini jelas memiliki tujuan yang baik secara umum. Adapun tujuannya sebagai berikut:

  • Mendapatkan tambahan dana
  • Adanya cash flow memberikan manfaat yang baik sementara waktu
  • Memperoleh dana untuk mengisi kebutuhan dalam jangka pendek

Dalam kriteria memiliki investasi jangka pendek sendiri tidaklah terlalu rumit. Terpenting yaitu memahami perubahan harga yang relatif kecil.

Mengapa hal ini penting?

Karena investasi jenis ini bersifat singkat. Bagi Anda yang tertarik untuk melakukan investasi dalam jangka pendek, maka simak terus ulasan dibawah ini.

Rekomendasi Artikel : 

7 Jenis investasi jangka panjang terbaik untuk masa depan

Bedakan Investasi Jangka Pendek dengan Trading

Sebelum masuk pada inti pembahasan, Anda harus paham mengenai perbedaan dari keduanya. Karena, beberapa orang yang tertarik dengan investasi ini menyamakan hal ini.

“ Apakah benar bahwa Trading dan Investasi Jangka Pendek hal yang sama?”

Tidak, karena bermain trading baik untuk saham, forex ( Foreign Exchange) tidak termasuk dalam kategori investasi jangka pendek. Karena, untuk metode dalam perolehan profitnya sudah jelas berbeda.

Dalam investasi, investor memperoleh keuntungan dari pendapatannya. Sedangkan, untuk trading sendiri dilakukan dengan jual beli saham, komoditi atau pun uang virtual. Tujuannya yaitu untuk memperoleh pengembalian dengan nilai yang tinggi agar mendapatkan keuntungan.

Baca juga : Mengenal bisnis trading forex tanpa modal no deposit

Pilihan Investasi Jangka pendek Terbaik

Bagi Anda yang tertarik untuk memulai investasi dalam jangka pendek, jangan khawatir. Saya akan memberikan referensi hanya untuk Anda. Berikut beberapa pilihan investasi terbaik untuk pemula:

1. Deposito

ilustrasi depositoSalah satu jenis investasi yang banyak di pilih oleh masyarakat yaitu Deposito. Investasi jenis ini sangat aman dan dapat di pilih sesuai keinginan. Deposito ialah produk yang di simpan pada Bank dan untuk penyetorannya dapat dilakukan sesuai keinginan.

Deposito merupakan salah satu investasi yang menguntungkan di bank. Umumnya, untuk deposito sendiri di manfaatkan dalam menyimpan uang dingin. Karena, tidak dapat di cairkan kapan saja. Untuk jangka waktu dalam penyimpanannya sendiri sangat bervariasi. Mulai dari 1, 3, 6, 12, atau bisa sampai dengan 2 tahun lamanya.

Tidak main-main, suku bunga yang ditawarkan sendiri cukup tinggi yaitu dari angka 4% sampai 8%. Tetapi, untuk suku bunga ini belum termasuk dengan pajaknya. Di indonesia sendiri, pajak bunga untuk deposito yaitu 20%. Cukup tinggi, namun jika di kalkulasikan 10% per tahunnya maka setelah di potong pajak Anda akan menerima bunga sekitar 8%.

Deposito sendiri memang cenderung lebih aman dibandingkan investasi yang lainnya. Karena, setiap dana yang berada di perbankan di bawah Rp. 2 Miliar maka dijamin sepenuhnya oleh Lembaga Penjamin Simpanan. Strategi investasi jangka pendek model ini cukup menguntungkan investor.

Tetapi, untuk investasi jenis ini memang masih terlihat dengan jelas kekurangannya. Yaitu uangnya masih tetap berbentuk uang. Sehingga, masalah terbesar dapat terjadi jika adanya inflasi yang berjalan seiring dengan waktu. Hal inilah yang harus dipahami oleh Anda sebagai calon investor dalam deposito ini.

Dari penjelasan diatas, memang jelas bahwa deposito memberikan hasil yang jelas. Namun, untuk imbalan yang diberikan masih terlalu kecil. Tetapi, pada realitanya memang banyak masyarakat yang lebih memilih investasi jangka pendek sistem ini karena suku bunga lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa. Selain itu resikonya relatif kecil.

Deposito sendiri terbagi menjadi 3 jenis diantaranya :

1. Deposito Berjangka

Deposito berjangka paling banyak diminati oleh para nasabah. Jangka waktu yang dipilih biasanya mulai dari 1,2,3,6,12,18 dan 24 bulan sesuai dengan kesepakatan antara nasabah dan bank. Untuk pencairan, baru bisa diambil ketika jatuh tempo oleh pihak yang tercantum pada bilyetnya.

2. Sertifikat Deposito

Dinamakan sertifikat deposito karena simpanan dana dari nasabah dalam jangka waktu tertentu juga disertai dengan sertifikat. Sertifikat tersebut bisa dijual pada atau dipindahtangankan kepada pihak lain. Untuk pencairan bunga bisa dilakukan di muka, setiap bulan atau bahkan saat jatuh tempo baik secara tunai maupun non tunai.

3. Desposito On Call

Deposito jenis ini merupakan sebuah tabungan berjangka dengan waktu minimal 7 hari dan waktu maksimal satu bulan. Deposito on call dikeluarkan dengan diatasnamakan oleh nasabah dengan jumlah yang besar. Untuk bunga, besarannya dihitung tiap bulan tergantung kesepakatan nasabah dan pihak bank. Pencairannya bunganya sendiri bisa dilakukan saat pencairan deposito on call namun dengan catatan nasabah memberitahu terlebih dahulu bahwa tabungannya mau dicairkan atau diambil.

Oleh karena banyaknya bank yang menawarkan produk deposito. Sebaiknya Anda perlu memperhatikan beberapa poin yang harus Anda pedomani sebelum memutuskan untuk menggunakan produk deposito.

Beberapa poin yang harus Anda perhatikan dalam memilih bank yang menawarkan produk deposito terbaik diantaranya memiliki reputasi yang bagus, menawarkan suku bunga yang tinggi, jangka waktu yang bervariasi, hingga biaya administrasi yang tidak terlalu membebankan Anda.

Beberapa bank yang bisa menjadi pilihan terbaik untuk mendepositkan uang Anda guna mendapat investasi jangka pendek yang menguntungkan diantaranya bank Permata, BTPN, bank Mayapada atau Panin bank.

Untuk lebih jelasnya tentang deposito, silahkan baca cara menabung deposito untuk investasi jangka pendek

2. P2P Lending

ilustrasi P2P LendingAlternatif lain yang dapat digunakan yaitu dengan investasi model baru Peer To Peer (P2P) lending. P2P Lending merupakan sistem yang mempertemukan pemberi pinjaman dengan peminjam dalam kegiatan yang dilakukan secara online.

Sistem ini disebut dengan Peer To Peer karena dilakukan pada sesama pengguna awam. Hal ini tidak melibatkan lembaga resmi dan tidak ada jaminan dari LPS. Untuk P2P Lending sendiri dapat berupa pinjaman, maupun produk untuk investasi.

Skema yang ditawarkan untuk investasi jangka pendek ini dapat berbeda-beda. Umumnya berkisar dari 1 bulan, 6 bulan sampai dengan 12 bulan. Saat ini, sudah banyak yang membuka untuk pendananya hingga maksimal satu tahun penuh.

Di bandingkan dengan Deposito, jelas investasi ini jauh lebih menghasilkan. Rata-rata keuntungannya lebih tinggi dari deposito yang dikelola oleh Bank. Jadi, hal ini merupakan salah satu pilihan terbaik bagi pengguna.

Hanya saja, untuk kekurangannya sendiri didapati saat resikonya terlalu besar. Memang, tidak ada investasi yang tidak beresiko. Namun, jangan khawatir untuk memperoleh keuntungan yang baik maka Anda dapat memilih resiko kecil dengan jangka waktu rendah. P2P lending termasuk dalam salah satu jenis investasi untuk pemula yang cukup di rekomendasikan.

Di Indonesia sendiri sudah banyak situs P2P lending yang bertebaran di internet. Sehingga Anda harus jeli memilih situs P2P lending yang terpercaya dan pastinya sudah terdaftar di OJK atau Otoritas Jasa Keuangan.

Beberapa situs P2P lending terbaik yang bisa dijadikan investasi jangka pendek antara lain :

Memang masih banyak situs P2P lending yang memberikan batasan investasi rendah. Hanya saja, Anda harus memastikan situs tersebut sudah terdaftar di OJK. Jangan sampai tujuan investasi untuk mendapat keuntungan, malah menjadi sebuah kerugian karena salah dalam pemilihan situs P2P Lending.

Baca juga : 4 Investasi yang menguntungkan dengan modal kecil untuk pemula

3. Reksadana Pasar Uang ( RDPU)

ilustrasi reksa dana pasar uangSudahkah Anda mengenal mengenai investasi reksadana?

Reksadana adalah sebuah wadah untuk mengumpulkan dana dari pemodal yang nantinya akan di investasikan oleh manager investasi kedalam berbagai instrumen seperti obligasi, saham maupun deposito.

Ada beberapa jenis investasi reksadana. Mulai dari reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran dan reksadana saham. Reksadana pasar uang menjadi jenis reksadana yang paling cocok untuk investasi jangka pendek.

Meskipun keuntungannya lebih kecil dibandingkan jenis lainnya, setidaknya reksadana pasar uang lebih baik dibandingkan deposito. Jenis yang satu ini banyak dikenal dengan sebutan market funds. Pola yang digunakan yaitu dengan metode pengelolaan terhadap sekumpulan investor untuk berinvestasi tanpa perlu bingung dalam memilih pasarnya.

Reksadana pasar uang sangat cocok bagi pemula dalam dunia investasi baik untuk saham, obligasi maupun yang lainnya. Terlebih, reksadana menggunakan model Manajer Investasi (MI) untuk membantu pengguna dalam mengelola uang yang telah di investasikan.

Pasar yang dihasilkan dari reksadana pasar uang cukup potensial dan menguntungkan investasi jangka pendek lainnya. Tujuannya sendiri yaitu untuk menjaga likuiditas dari pemeliharaan modal tersebut. Hal inilah yang menjadikan reksadana pasar uang lebih di rekomendasikan untuk Anda.

Potensi yang ada juga cukup baik, yaitu mencapai 8,27% dalam keuntungannya. Perlu Anda ketahui bahwa keuntungan tersebut tepat karena tidak ada pajak yang akan dibayarkan. Dibandingkan yang lainnya, reksadana merupakan investasi jangka pendek terbaik.

Keuntungan dari reksadana pasar uang antara lain :

  • Keuntungan yang didapat lebih tinggi

Perputaran uang pada reksadana tidak terpaku hanya pada satu jenis investasi. Sehingga Anda bisa mendapatkan keuntungan lebih baik dibandingkan deposito yang sejak awal sudah dipastikan mendapat suku bunga antara 4 % – 6 %.

  • Modal investasi lebih rendah

Anda bisa memulai investasi reksadana dengan modal Rp 100.000. Sehingga sangat cocok bagi Anda yang tidak memiliki modal besar. Meskipun dengan modal sedikit, return yang didapat tidak akan berbeda dengan yang memiliki modal besar.

  • Uang bisa di ambil kapan saja

Anda mau tanpa kena denda sepeserpun. Bahkan berinvestasi di reksadana bisa Anda lakukan hanya dalam 1 hari saja. Hal ini tentu berbeda dibandingkan investasi lainnya yang umumnya dikenakan jangka waktu minimal 1 bulan.

Meskipun kelihatannya banyak keuntungan berinvestasi reksadana. Pastinya ada sisi negatifnya dimana investasi reksadana paling beresiko mendapat kerugian dibandingkan investasi jangka pendek lainnya.

Disamping itu nilai returnnya masih berfluktuasi sehingga Anda tidak bisa memprediksi berapa keuntungan yang akan Anda dapatkan. Berbeda dengan deposito atau P2P Lending yang mana nilai returnnya sudah kelas.

Rekomendasi Artikel : 

7 Cara investasi reksadana yang wajib anda pahami

Dalam menentukan investasi jangka pendek, Anda harus melakukannya dengan tepat sehingga bisa meraih keuntungan maksimal. Selain itu, pastikan Anda telah memahami mengenai investasi deposito, reksadana pasar uang sampai dengan p2p Lending. Jangan tergesa-gesa dalam memilih investasi. Pastikan untuk memilih dengan matang. Selamat berinvestasi !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *