usaha di pinggir jalan

5 Usaha di Pinggir Jalan Yang Menguntungkan

Membuka bisnis atau usaha di pinggir jalan sudah bukan lagi hal baru. Seiring dengan meningkatnya mobilitas manusia, berbagai usaha yang dibuka di pinggir jalan memang semakin tumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu. Maka tidak heran bila usaha ini dinilai berpeluang besar dan sangat menguntungkan. Apalagi untuk memulai bisnisnya bisa dilakukan dengan modal kecil dan tanpa harus menyewa tempat.

5 Ide Usaha di Pinggir Jalan Yang Menguntungkan

Membuka bisnis di pinggir jalan bisa dikatakan sangat menggiurkan sebab jenis usaha ini bisa menghasilkan untung besar meski hanya bermodal kecil. Hal ini tentu sangat menguntungkan, terlebih lagi bagi pelaku usaha dengan modal minim. Nah, bagi Anda yang ingin mencoba menjalankan usaha ini, berikut 5 ide usaha di pinggir jalan yang paling laris dan menguntungkan:

1. Usaha Angkringan

Angkringan dapat dikatakan sebagai raja usaha pinggir jalan karena popularitas dan peminatnya yang sangat tinggi di kalangan masyarakat. Angkringan sendiri merupakan tempat makan yang biasanya menggunakan gerobak dorong untuk berjualan, kursi panjang, klasa atau karpet sebagai alas dan terpal untuk atapnya. Usaha angkringan ini umumnya hanya buka pada malam hari.

Beberapa menu makanan yang ditawarkan disini antara lain nasi kucing, nasi bakar, gorengan, sate-satean dan keripik. Sementara minumannya, biasanya tersedia wedang jahe, susu, kopi, teh, jeruk, minuman sachet dan lainnya. Semua yang tersedia di tempat ini bisa Anda hargai murah.

2. Warung Lesehan

Sesuai namanya, warung lesehan adalah tempat makan yang tidak menggunakan kursi sehingga pelanggan akan duduk lesehan. Terkesan santai, usaha di pinggir jalan ini terbilang sangat sederhana namun tetap nyaman. Makanan dan barang yang ditawarkan juga turut digelar saat lesehan. Sehingga Anda tidak perlu repot masalah meja kursi jika menjalankan usaha ini.

Terkait dengan target pasar, usaha ini mencakup semua lapisan di masyarakat mulai dari kalangan atas, menengah hingga bawah. Makanan yang umumnya ada di warung lesehan antara lain pecel lele, ayam, bebek, ikan, sate jeroan, soto, tempe penyet dan lainnya. Sama seperti angkringan, usaha warung lesehan ini buka pada malam hari dan mampu menghasilkan omzet berlipat.

3. Aneka Gorengan

Hampir semua orang pasti suka dengan makanan ringan yang satu ini. Rasanya yang enak serta harganya yang murah menjadikan jajanan ini banyak dijual di pinggir jalan. Meskipun terlihat kecil-kecilan, membuka usaha aneka gorengan ternyata dapat menghasilkan untung besar. Modal yang perlu dikeluarkan tidak banyak dan produknya juga sangat mudah dibuat.

Beberapa gorengan yang dapat Anda jual antara lain tempe goreng tepung, tahu isi, bakwan, cireng, risoles, pisang goreng dan masih banyak lainnya. Tidak perlu terlalu khawatir dengan pesaing, Anda hanya harus menjaga kualitas cita rasa gorengan untuk mempertahankan pelanggan dan menarik pembeli baru.

4. Usaha Buah-Buahan dan Jajanan Khas

Untuk usaha di pinggir jalan yang satu ini pasti sudah banyak Anda jumpainya di sepanjang jalan terutama dekat area wisata. Buah-buahan dan jajanan khas biasanya selalu diburu pengunjung dari luar daerah saat melintas. Dibandingkan supermarket atau pasar, belanja di kios-kios pinggir jalan memang lebih banyak diminati karena selain tempatnya yang mudah ditemukan, harga yang diberikan juga lebih murah dan bisa ditawar.

5. Perlengkapan Motor

Tidak hanya usaha kuliner, Anda juga bisa menjual perlengkapan motor seperti helm, sarung tangan, masker atau penutup hidung dan jaket motor. Lokasinya yang berada di pinggir jalan cukup menguntungkan bagi Anda karena banyak pengendara motor yang lewat. Usaha ini juga mempunyai omset yang lumayan per satu barang yang terjual. Terlebih lagi, barang-barang ini tidak mudah busuk sehingga Anda bisa memajangnya dalam waktu lama.

Resiko Membuka Usaha di Pinggir Jalan

Meskipun memiliki potensi besar dengan prospek yang bagus dan peluang yang terbuka lebar. Membuka usaha di pinggir jalan tidak hanya menjanjikan keuntungan tapi juga sejumlah resiko. Untuk itu, sebelum membukanya, ada baiknya ketahui terlebih dulu resikonya untuk Anda bisa melakukan antisipasi. Beberapa resiko yang mungkin terjadi dalam usaha ini antara lain:

Pungutan Liar

Resiko yang satu ini bukan lagi hal baru, dimana pada setiap area biasanya ada preman atau pihak yang menguasai area tersebut. Anda mungkin akan dimintai sejumlah uang dengan embel-embel untuk uang keamanan. Hal ini sebenarnya sudah diantisipasi agar tidak terjadi di wilayah manapun. Namun meski begitu, masih ada saja oknum yang melakukan pungutan liar kepada para pedagang.

Barang Dagangan Rusak atau Hilang

Karena terletak di pinggir jalan, barang-barang yang dijual rentan rusak ataupun hilang. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan terjadinya hal ini, mulai dari cuaca seperti angin kencang, hujan badai atau panasnya matahari. Ditambah lagi tingkat kejahatan dan pencurian di jalanan yang cukup tinggi. Anda harus siap dengan resiko seperti ini saat berbisnis di jalanan.

Kesulitan Saat Hujan

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, cuaca bisa sangat mempengaruhi jalannya usaha di pinggir jalan. Terutama jika saat musin hujan, dimana bila hujan turun Anda akan kesulitan membuka lapak dan berdagang. Apalagi jika kondisi lapak Anda sangat tidak memungkinkan untuk ditempati saat hujan. Omzet Anda tentu akan mengalami penurunan dan barang cepat rusak karena hal ini. Belum lagi saat kondisi hujan, kebanyakan orang akan malas keluar atau membeli sesuatu di pinggir jalan karena becek atau genangan.

Durasi Berjualan Yang Terbatas

Jika memiliki kios sendiri, Anda bebas selama mungkin berjualan. Namun beda lagi jika di pinggir jalan, biasanya ada peraturan yang mengharuskan pedagang menutup dagangannya sebelum terlalu malam. Belum lagi dengan waktu yang digunakan untuk mempersiapkan barang-barang dagangan, membangun tenda, bersih-bersih dan lain sebagainya. Hal ini tentu semakin memperpendek durasi berjualan Anda sehingga mempengaruhi omzet juga.

Tidak Adanya Ijin Yang Jelas

Karena tempat usaha yang tidak menentu maka tidak ada juga aturan yang jelas terkait perizinannya. Hal ini membuat Anda harus siap jika tempat usaha Anda sewaktu-waktu diklaim orang lain atau terkena penggusuran oleh satpol PP. Kondisi ini memang sangat mungkin terjadi ketika Anda membuka usaha di pinggir jalan. Untuk itu, Anda harus rela bila harus pindah tempat.

Karyawan Yang Mungkin Tidak Dapat Dipercaya

Walaupun lokasinya berada di pinggir jalan, beberapa usaha yang sudah cukup besar biasanya akan mempekerjakan karyawan untuk membantu. Jika melihat dari segala kemungkinan, karyawan Anda bisa saja tidak dapat dipercaya dan berbuat tidak jujur. Karena itulah, perlakukan karyawan dengan baik dan jangan bersikap keras kepada mereka.

Semua jenis usaha di pinggir jalan pada dasarnya memang sangat menguntungkan jika dijalankan dengan baik. Akan tetapi yang paling penting adalah Anda harus kuat mental dan pantang menyerah karena segala macam resiko tidak terduga bisa saja terjadi.

Previous Post
usaha untuk ibu rumah tangga
Bisnis Online

Jenis Usaha Untuk Ibu Rumah Tangga Dan Cara Mengelolanya

Next Post
memulai usaha burger
Bisnis Online

Cara Memulai Usaha Burger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *