6 Penyebab Masalah Keuangan Keluarga yang Sering Anda Alami

6 Penyebab masalah keuangan keluargaPenyebab masalah keuangan – Semakin kesini, semua harga kebutuhan pokok kian merangkak naik. Apalagi kita dihadapkan dengan era globalisasi yang mana semua serba cepat dan praktis. Hal ini membuat banyak orang terbiasa bergaya hidup konsumtif.

Dalam kehidupan berkeluarga, Kondisi keuangan yang sehat adalah cara ampuh menjaga keharmonisan dalam rumah tangga. Sebaliknya, Jika tidak pintar dalam mengelola penghasilan, maka dapat menimbulkan permasalahan dalam rumah tangga Anda.

Bagi Anda yang mengalami hal serupa, sebaiknya cepat cari tahu penyebab masalah keuangan yang sedang Anda alami. Dengan begitu Anda dapat mencari solusi yang tepat, guna memperbaiki kondisi keuangan keluarga Anda.

Berikut 6 penyebab masalah keuangan yang sering dialami dalam kehidupan berumah tangga.

1. Tidak Kompak dalam Mengatur Keuangan

Penyebab utama masalah keuangan keluarga adalah tidak ada kekompakan dalam mengatur keuangan. Keegoisan individu masing-masing membuat manajemen keuangan menjadi berantakan. Seringkali suami maupun istri memegang dan menghabiskan uang masing-masing, tanpa mencatat pengeluaran sekalipun.

Pada akhirnya, baik suami maupun istri saling menyalahkan. Ketika penghasilan yang diperoleh tidak cukup memenuhi kebutuhan selama sebulan. Jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus, Anda tidak akan bisa menabung dan berinvestasi untuk masa depan.

Baca juga : 10 Masalah Dalam Rumah Tangga Dan Penyelesaiannya Bagi Yang Baru Menikah

2. Perencanaan Keuangan yang Buruk

Sebesar apapun gaji Anda, jika tidak dikelola dengan baik. Maka penghasilan Anda tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Anda tidak tahu kemana dan untuk apa penghasilan Anda dihabiskan. Akibatnya Anda terpaksa berhutang karena belum tiba waktu gajian. Hal ini terjadi karena buruknya perencanaan keuangan Anda.

Anda akan tetap mengalami masalah finansial jika tidak membuat perencanaan keuangan yang baik. Manfaat dari perencanaan keuangan yang Anda dapatkan adalah mengetahui seberapa banyak pengeluaran Anda sehari-hari. Sehingga dapat membagi penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan, investasi maupun dana cadangan.

Baca juga : 10 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Bagi Pasangan Baru Nikah

3. Sulit Mengendalikan Diri Menahan Keinginan

Antara kebutuhan dan keinginan memiliki perbedaan tipis. Namun, banyak pasangan suami istri yang tidak dapat membedakan keduanya. Mana kebutuhan yang harus prioritaskan dan mana keinginan yang bisa di kesampingkan terlebih dahulu.

Contohnya saja saat berbelanja kebutuhan bulanan di supermarket. Anda membawa uang Rp 2 juta. Jika Anda tidak membuat catatan kebutuhan yang harus Anda beli. Maka, setelah merasa barang yang Anda beli terpenuhi. Anda ingin membeli barang lain karena uang yang Anda bawa masih tersisa.

Baca juga : 12 Tips Hemat Uang Belanja Bulanan untuk Ibu Rumah Tangga

4. Berat Dalam Menabung

Sebenarnya menabung merupakan perkara mudah. Anda tinggal menyisihkan sebagian penghasilan untuk disimpan sendiri atau menitipkannya di bank. Namun, tidak semua orang mampu melakukan hal tersebut.

Bagi Anda yang punya penghasilan pas-pasan, mungkin menabung menjadi hal yang sulit. Namun, Anda yang berpenghasilan diatas rata-rata, sangat disayangkan jika masih tidak bisa menabung.

Berat dalam menabung disebabkan oleh faktor gaya hidup boros yang Anda lakukan. Selain itu, banyak orang beralasan bahwa menabung harus dalam jumlah yang besar. Sehingga kebutuhan belanja menjadi berkurang karena harus menyisihkan sebagian penghasilan.

Baca juga : 12 Tips Menabung Meskipun Dengan Gaji Pas-Pasan

5. Tidak Mencatat Pemasukan dan Pengeluaran

Bagi sebagian orang, mencatat pemasukan dan pengeluaran adalah hal yang menjemukan. Apalagi untuk pengeluaran kecil semisal bayar parkir, biaya angkut sampah, dan uang jajan anak. Terlihat remeh, namun jika Anda tidak mencatatnya, kemungkinan pengeluaran dapat membengkak.

Pepatah mengatakan besar pasak daripada tiang. Lebih besar pengeluaran daripada pemasukan adalah akibat dari tidak mencatat secara detail dalam menggunakan uang yang dibelanjakan. Oleh sebab itu, banyak diantara keluarga yang kehabisan uang di pertengahan bulan.

6. Tidak Memiliki Dana Cadangan

Dana cadangan adalah dana khusus yang disiapkan untuk mengantisipasi pengeluaran tidak terduga. Misalnya salah satu anggota keluarga sakit, menghadiri undangan, sumbangan, dan hiburan keluarga.

Dana ini diluar tabungan dan investasi. Penting bagi sebuah keluarga untuk memiliki dana cadangan. Jika tidak, perencanaan keuangan Anda pun akan berantakan ketika dana cadangan tidak ada.

Besar kecilnya penghasilan Anda, masalah keuangan tidak akan menghampiri jika Anda dapat menjauhi beberapa penyebab masalah keuangan yang sering dialami dalam kehidupan rumah tangga. Carilah solusi yang terbaik untuk membantu dalam mengelola keuangan keluarga Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *