6 Tahapan Membuat Perencanaan Usaha Agar Cepat Berkembang

tahapan membuat perencanaan usaha

Setiap orang tentu ingin memiliki usaha sendiri. Tak terkecuali para karyawan yang sudah memiliki gaji besar. Beberapa diantaranya malah sudah mempunyai usaha sampingan sendiri. Harapannya tentu usaha tersebut bisa menjadi besar sehingga mereka tidak perlu lagi bekerja pada orang lain. Oleh sebab itu, agar bisnis bisa cepat berkembang, penting untuk membuat perencanaan usaha.

Apa itu perencanaan usaha?

Perencanaan usaha adalah sebuah proses penentuan tujuan, visi, misi, strategi, prosedur, kebijakan serta program dan anggaran yang dibutuhkan untuk menjalankan sebuah usaha tertentu.

Intinya membuat perencanaan usaha diharapkan agar bisnis yang akan Anda jalankan bisa berkembang dan meminimalisir kegagalan usaha. Baik itu untuk pelaku usaha kecil atau besar sekalipun.

Bagi Anda yang sedang menjalankan bisnis dalam skala kecil, rencana usaha mungkin bisa dibuat saat usaha sudah berjalan. Lain halnya jika Anda menggunakan modal usaha yang cukup besar. Ada baiknya membuat bisnis plan sejak awal. Agar Anda memiliki gambaran tentang usaha yang akan Anda jalankan.

Sebenarnya cara membuat perencanaan usaha itu mudah. Setidaknya ada 7 tahapan perencanaan usaha yang harus Anda lakukan yaitu :

  1. Membuat tujuan usaha
  2. Menentukan target market
  3. Pemilihan bisnis yang sesuai
  4. Membuat prediksi kebutuhan pasar dan trend pasar
  5. Perhitungan modal dan kebutuhan belanja usaha
  6. Pembuatan rencana pemasaran

Jika Anda bisa mengikuti langkah-langkah perencanaan usaha diatas, maka Anda bisa memaksimalkan potensi keberhasilan usaha Anda. Usaha yang direncanakan dengan baik dan usaha yang hanya berjalan tanpa rencana tentu memiliki kualitas yang berbeda.

Berikut uraian penjabaran 7 tahapan membuat perencanaan usaha yang harus Anda lakukan.

1. Membuat Tujuan Usaha yang Jelas

tujuan rencana bisnis yang jelasKalau boleh saya bertanya, apa tujuan usaha Anda? dan berapakah profit atau keuntungan yang Anda inginkan setiap bulannya?

Jika Anda tidak bisa menjawabnya, berarti Anda belum memiliki tujuan yang jelas. Maka dari itu, Anda harus membuatnya. Hal ini akan menjadi penentu usaha apa yang bisa Anda pilih.

Jika tujuan Anda adalah profit 5 juta perbulan, maka Anda bisa memilih usaha kecil seperti bakso keliling, cilok, es krim, atau menyediakan jasa seperti potong rambut, atau jasa cuci motor.

Tapi jika Anda ingin profit 100 juta per bulan, maka akan salah jika Anda memilih usaha pijat urat atau menjual bakso keliling. Untuk mendapatkan profit 100 juta sebulan, maka Anda harus bisa menjual barang yang mahal dengan jumlah yang besar.

Salah satu ide bisnis yang bisa menghasilkan 100 juta per bulan adalah menjual produk digital seperti ebook, video training, atau membership site dengan kualitas bagus seperti yang dilakukan Neil Patel, Dan Lok, Albert Leonardo, Denny Santoso dan banyak digital marketer yang lain.

Mereka bisa mendapatkan uang ratusan atau bahkan milyaran rupiah per bulan. Tujuan usaha yang berbeda akan membutuhkan cara dan jenis usaha yang berbeda pula.

Baca juga: Tantangan memulai usaha sendiri dan cara mudah mengatasinya

2. Menentukan Target Market yang Tepat

Setelah Anda menentukan berapa keuntungan yang ingin Anda capai dalam sebulan. Anda bisa lanjut membuat perencanaan usaha dengan menentukan siapa target market atau konsumen Anda.

Untuk pemilihan konsumen, Anda bisa menggunakan beberapa pertimbangan seperti daya beli konsumen dan diimbangi dengan lokasi bisnis Anda.

Sebagai contoh Anda memutuskan untuk berjualan dan ingin mendapatkan profit 15 juta per bulan. Maka dalam sehari Anda harus mendapatkan keuntungan Rp. 500.000. Jika Anda mengambil keuntungan Rp 5.000 per barang, maka Anda harus bisa mendapatkan 100 pembeli agar bisa mencapai target keuntungan Rp 500.000

Atau jika Anda hanya ingin berurusan dengan 10 orang setiap harinya. Maka Anda harus menjual ke orang yang memiliki kemampuan membeli barang dengan keuntungan Rp. 50.000. Produk yang Anda jual pun tentunya bukan makanan jika ingin mendapat keuntungan Rp. 50.000 per barang.

Akan salah jika target market Anda adalah anak SD karena mereka hanya memiliki uang saku Rp. 5.000 – Rp. 10.000 saja. Anda bisa mentarget anak SD jika Anda bisa menjual 500 barang dengan profit Rp. 1.000 untuk mendapatkan profit 500 ribu perhari.

Asumsikan saja Anda memilih target market yang bisa memberikan profit Rp. 5.000 per pembelian. Maka Anda bisa mentarget anak SMA, Mahasiswa atau orang-orang yang sudah bekerja dengan rentang umur 17 sampai 30 tahun. Siswa SMA dan orang yang sudah bekerja setiap hari memegang uang Rp. 15.000 sampai Rp. 50.000 atau bahkan lebih.

Setelah Anda mendapatkan target market yang jelas. Maka akan mudah bagi Anda menentukan konsep bisnis dan lokasi dimana Anda bisa mendapatkan 100 pembeli dengan keuntungan Rp 5.000 per barang.

Baca juga : Pentingnya mengenal analisis SWOT, pengertian, manfaat dan contohnya

3. Pemilihan Bisnis yang Sesuai

Langkah selanjutnya dalam membuat perencanaan usaha ialah pemilihan bisnis. Modal adalah salah satu kendala utama ketika akan merintis usaha sendiri. Jika Anda memiliki modal yang minim maka Anda memiliki pilihan bisnis yang terbatas.

Misalnya Anda memiliki modal dibawah Rp. 5.000.000, maka Anda harus memilih jenis usaha yang tidak membutuhkan sewa tempat. Dan uang 5 juta tersebut bisa Anda gunakan sebagai modal untuk membeli perlengkapan, pembelian bahan dan promosi. Salah satu contoh bisnis dengan modal Rp. 5 juta diantaranya usaha waralaba minuman atau berjualan online

Jika Anda memiliki modal diatas 5 Juta hingga 25 juta, maka Anda bisa memilih usaha dengan sewa tempat atau tanpa sewa tempat.

Sebagai contoh anggap saja Anda memiliki modal 25 juta. Anda bisa memilih usaha offline seperti warung bakso. Kenapa ? karena 1 porsi bakso bisa memberikan keuntungan hingga Rp. 5.000 per porsi dan diminati oleh anak SMA, Mahasiswa maupun orang yang sudah bekerja.

Baca juga : 10 contoh usaha modal 5 juta yang paling menguntungkan

4. Memprediksi Kebutuhan Pasar dan Trend Pasar

Sebelum Anda memulai usaha, Anda harus meneliti kebutuhan pasar terlebih dahulu. Katakanlah Anda harus menjual 100 porsi bakso dalam sehari untuk mendapatkan profit 500 ribu per hari.

Maka cek dulu, berapa banyak anak SMA atau Mahasiswa di dekat lokasi yang akan Anda tempati atau berapa banyak orang yang melewati tempat usaha Anda? Pastikan mereka bisa memberikan Anda 100 penjualan setiap harinya..

Cara memprediksi kebutuhan pasar ialah dengan mengecek kompetitor sejenis atau pun lain jenis. Jika Anda menjual bakso, Anda bisa melihat warung bakso lain di sekitar Anda. Cek berapa banyak orang yang membeli disana setiap harinya..

Anda juga bisa melihat kompetitor usaha lain seperti warung mie ayam atau mie pedas. Jika warung mereka ramai dan memiliki lebih dari 100 pembelian setiap harinya. Maka kemungkinan Anda juga bisa menjual dengan jumlah 100 porsi setiap harinya.

Baca juga : Jelang lebaran, Ini dia 14 ide usaha sampingan yang menguntungkan

5. Perhitungan Modal dan Kebutuhan Belanja usaha

perhitungan modal usahaDalam membuat perencanaan usaha, Anda harus cermat dalam memperhitungkan modal yang Anda miliki. Jangan sampai modal yang Anda tidak cukup untuk menopang usaha Anda.

Jikalau memang tidak cukup, Anda mesti mencari modal usaha tambahan agar bisnis yang Anda jalankan tidak timpang. Modal yang Anda miliki pasti digunakan untuk kebutuhan belanja untuk menjalankan usaha Anda. Oleh sebab itu, hitung secara teliti agar jangan sampai modal yang Anda miliki kurang.

Anda harus bijak dalam membelanjakan modal usaha Anda. Dengan cara menentukan prioritas mana yang harus Anda dahulukan. Beberapa kebutuhan awal yang harus Anda penuhi dalam mendirikan usaha antara lain :

Biaya sewa tempat

Untuk sebuah usaha yang mengharuskan menyewa tempat usaha tentu membutuhkan modal lebih. Karena sebagian modal awal akan digunakan untuk membayar sewa tempat. Jika modal yang Anda miliki memungkinkan, Anda bisa menyewa tempat usaha untuk jangka waktu 1-3 tahun kedepan. Sehingga Anda tidak perlu memikirkan biaya sewa per bulan.

Tapi sebelum itu, Anda harus bisa memilih lokasi yang strategis agar biaya sewa tempat bisa tertutupi dengan omset atau keuntungan yang didapatkan. Oleh sebab itu, jangan hanya memiliki 1 pilihan tempat saja. Usahakan untuk mencari 10-20 pilihan tempat yang memiliki potensi. Kemudian pilih tempat dengan lokasi paling strategis dengan harga yang paling terjangkau.

Dengan memiliki list tempat yang disewakan, Anda dapat menghindari kesalahan pemilihan tempat. Jangan tergiur tempat dengan harga murah saja. Harga murah namun tempatnya tidak strategis sama saja Anda sedang merencanakan kegagalan. Untuk itu pilihlah tempat paling strategis

Membeli perlengkapan usaha

Dalam membeli peralatan usaha, belilah barang yang sekiranya penting terlebih dahulu. Yaitu peralatan yang menunjang usaha Anda. Jangan berfokus pada dekorasi jika peralatan Anda belum lengkap. Hal ini agar Anda tidak kehabisan modal ditengah jalan

Modal promosi

Promosi adalah hal paling penting ketika awal membuka usaha. Meskipun ada banyak cara berpromosi secara gratis. Namun alangkah baiknya jika Anda juga menyediakan modal untuk berpromosi. Tujuan dari promosi sendiri ialah agar konsumen lebih cepat mengenal produk atau usaha Anda.

Dana untuk kebutuhan tidak terduga

Bisnis selalu diliputi ketidakpastian, terkadang untung besar, terkadang sepi pembeli. Fungsi dana untuk kebutuhan tak terduga ini adalah sebagai dana emergency yang Anda gunakan saat mengalami hal tak terduga seperti kehabisan modal usaha, kecurian, atau hal lain.

Jadi, jangan habiskan modal untuk menyewa tempat, belanja kebutuhan barang maupun kegiatan promosi. Usahakan simpan 20-30% modal Anda untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang tidak terduga. Dengan begitu, ketika usaha Anda macet, Anda bisa memikirkan langkah lain untuk bisa mengembangkan usaha tersebut.

6. Merencanakan Cara Pemasaran

startegi pemasaran produk yang baikPemasaran adalah cara Anda menawarkan barang kepada target market. Salah satu motivator terbaik di Indonesia pak Tung Desem Waringin berpendapat bahwa “Hal paling penting dalam bisnis itu bukan kantor, bukan produk, juga bukan tempat yang mewah, tapi yang paling penting adalah penawaran”.

Saya sangat sependapat dengan pak Tung, ini adalah hal paling penting yang harus Anda masukkan dalam membuat perencanaan usaha Anda jika ingin berhasil.

Ada 4 alasan utama kenapa usaha Anda tidak laku, diantaranya :

  • Tidak banyak orang yang tau
  • Target market tidak tertarik untuk mencoba membeli
  • Produk dan pelayanan dengan kualitas jelek
  • Tempat yang sulit di jangkau

Untuk itu Anda harus bisa memaksimalkan 4 hal tersebut dengan cara mempromosikan usaha Anda ke sebanyak mungkin orang dan lakukanlah sesering mungkin agar mereka bisa mengetahui usaha Anda.

Semakin banyak orang tau dan mengingat usaha Anda, maka akan semakin banyak orang yang membeli di tempat Anda.Dan hal itu bisa Anda dapatkan jika Anda menjalankan strategi pemasaran produk dengan baik.

Lalu bagaimana cara merencanakan strategi pemasaran produk yang baik?

Sebagai contoh, Anda memiliki modal 25 juta. Anda bisa menggunakan modal 2 juta untuk biaya promosi. Budget tersebut akan dipergunakan 500 ribu per bulan untuk biaya promosi. Anda harus melakukan promosi baik secara online dan offline. Misalnya dengan memberikan promosi berupa diskon.

Contohnya saja Anda ingin membuka usaha laundry kiloan. Agar orang tau usaha Anda, buatlah 10 banner berukuran 1×2 meter dan pasanglah di sepanjang jalan tempat usaha Anda. Berikan penawaran yang bisa membuat mereka tertarik untuk menggunakan jasa laundry Anda.

Misalnya Anda memberikan promo cuci 5 kg gratis 1 kg. Langkah ini perlu dilakukan untuk menarik minat konsumen. Ketika mereka tertarik dan ingin menggunakan jasa laundry Anda, maka tunjukkan pada mereka bahwa kualitas cucian laundry Anda bagus. Sehingga mereka bisa menjadi pelanggan tetap Anda.

Simak 15 cara promosi produk yang paling efektif dan terbukti sukses
.
Kesimpulan :

Dalam membuat perencanaan usaha yang baik, Anda harus memperhatikan modal, tempat Anda membuka usaha, target market, berapa banyak kebutuhan mereka, dan penyediaan dana talangan jika hal tak terduga terjadi. Dan jangan lupakan untuk melakukan perencanaan pemasaran agar usaha Anda semakin dikenal banyak orang dan lebih diingat oleh mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *