7 Jenis Investasi Jangka Panjang Terbaik untuk Masa Depan

ilustrasi 7 investasi jangka panjang

Investasi adalah istilah suatu kegiatan yang berhubungan dengan finansial dengan harapan mendapat keuntungan di masa mendatang. Jika dulu orang berinvestasi dengan emas dan tanah, sekarang ada banyak jenis investasi yang bisa disesuaikan dengan keuangan anda sendiri. Baik itu investasi jangka panjang maupun jangka pendek.

Jika dalam artikel sebelumnya saya sudah membahas tentang 3+ Investasi Jangka Pendek Paling Menguntungkan, maka pada artikel kali ini saya akan membahas tentang jenis investasi jangka panjang terbaik.

Kebanyakan masyarakat Indonesia saat ini masih menganggap bahwa di usia muda tidak perlu melakukan investasi. Alasannya pun beragam, mulai dari kebutuhan ekonomi masih sulit atau masa pensiun masih sangat lama. Anggapan seperti itu jelas salah besar.

Sebab dengan memiliki investasi untuk jangka panjang. Maka anda sudah siap ketika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan seperti terkena PHK dari tempat kerja anda. Atau juga bisa digunakan sebagai dana darurat ketika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak terduga menimpa anda atau pun keluarga.

Oleh sebab itu, tidak ada salahnya anda memulai investasi jangka panjang dari sekarang. Pilihlah investasi terbaik yang sesuai dengan minat dan kekuatan uang anda. Apalagi jenis investasi sekarang ini bisa anda mulai dengan bujet kecil. Sehingga anda tidak perlu terlalu memaksakan berinvestasi dalam jumlah besar karena bisa membuat anda kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berikut 7 jenis investasi jangka panjang terbaik yang terbukti bisa membuat anda menikmati masa tua anda kelak.

1. Emas

investasi emas batangan via emaskini.co.id

investasi emas batangan via emaskini.co.id

Dari jaman dahulu, emas dipercaya sebagai barang simpanan paling berharga. Baik untuk jenis emas perhiasan, koin emas atau pun emas batangan. Namun, jika anda ingin mendapatkan keuntungan maksimal dari investasi emas, saya sarankan anda memperbanyak simpanan emas batangan sebagai bentuk investasi jangka panjang.

Kenapa harus investasi emas batangan?

Karena jenis emas yang satu ini memiliki nilai jual kembali paling tinggi dibandingkan jenis emas lainnya. Selain itu, emas batangan yang rata-rata di produksi PT Antam (aneka tambang) memiliki sertifikat internasional dengan metode pemurnian biji emas hingga 99,99%.

Nilai emas cenderung mengalami kenaikan walaupun selisihnya tidak banyak. Meskipun begitu, emas adalah jenis investasi yang paling kebal terhadap inflasi dan resiko kerugian paling kecil dibandingkan jenis investasi lain. Sehingga ketika anda membeli emas sekarang dan dijual 5-10 tahun kemudian, anda akan mendapatkan keuntungan yang lumayan besar.

Apalagi sekarang PT Antam yang merupakan produsen emas di Indonesia menyediakan emas batangan dengan variasi ukuran mulai dari 0,5 gram – 1 kg. Sehingga bagi anda yang finansialnya tidak terlalu besar. Tetap bisa berinvestasi emas batangan.

Salah satu badan BUMN seperti Pegadaian bahkan menyediakan fasilitas menabung emas dimana anda bisa membeli emas dengan cara menabung minimal Rp 6.000 rupiah. Tentunya hal ini akan semakin meringankan bagi anda yang memiliki gaji kecil tapi tetap berinvestasi.

Baca juga : 6 Cara Sukses Investasi Emas Batangan Untuk Pemula

2. Tanah

Jenis investasi jangka panjang selanjutnya adalah investasi dalam bentuk tanah. Sama seperti emas, sudah sejak jaman dahulu, orang-orang yang memiliki finansial tinggi, menjadikan tanah sebagai tempat untuk menyimpan hartanya. Kalau dulu orang yang memiliki banyak tanah sering dipanggil “Tuan tanah” atau “Juragan”.

Berbeda dengan menyimpan uang di bank seperti menabung deposito dimana anda hanya akan mendapat bunga sekian persen. Menyimpan uang dengan cara membeli tanah bisa membuat harta anda bertambah 2 hingga 10 kali lipat loh. Akan tetapi jika anda mau bersabar menunggu untuk menjualnya 5-10 tahun mendatang.

Anda tentu tahu, bahwa harga tanah selalu naik setiap tahunnya. Sebagai contoh sekarang anda membeli sebidang tanah dengan harga Rp 40 juta, 5 tahun kemudian mungkin harganya bisa mencapai Rp 120 juta. Apalagi jika tanah yang anda pilih cukup strategis. Tentu harganya akan cepat naik.

Disamping itu, memiliki tanah ternyata juga bisa memberikan penghasilan tambahan untuk anda. Misalnya jika tanah yang anda miliki adalah jenis tanah persawahan. Anda bisa mendapatkan uang dari hasil panen. Atau jika anda tidak sempat menanam, anda bisa menyewakannya kepada petani lain dengan menetapkan biaya sewa per tahun.

Lain halnya jika tanah yang anda miliki berada dilingkungan perkotaan atau di pinggir jalan raya. Anda dapat menyewakannya kepada orang yang ingin membuka usaha. Anda tentu tahu bahwa tanah di kota memiliki harga sewa yang cukup tinggi.

Baca juga : 10 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Bagi Pasangan Baru Nikah

3. Properti

rumah kost via babekost.com

rumah kost via babekost.com

Investasi jangka panjang seperti tanah memang sangat menguntungkan. Namun, saat ini pemilik tanah semakin pintar memanfaatkan tanah yang mereka miliki. Yakni dengan mendirikan sebuah properti seperti rumah, kost, tokoatau ruko. Harga sewanya tentu jauh lebih tinggi dibandingkan hanya menyewakan tanah saja.

Sebagai contoh anda tinggal didaerah yang dekat dengan pabrik atau tempat pendidikan dan masih memiliki sebidang tanah. Daripada hanya dianggurin, Anda bisa membangun kost-kostan 10 pintu. Dengan memasang tarif Rp 500 ribu per bulan, dari sepuluh rumah tersebut anda dapat mengantongi tambahan uang sebesar Rp 5 juta. Dan dalam setahun penghasilan anda mencapai Rp 60 juta.

Namun kendalanya tentu saja masalah modal. Membangun properti seperti kost-kostan membutuhkan modal yang besar. Sehingga hal ini yang membuat banyak pemilik tanah tidak bisa memanfaatkan dengan baik tanah yang mereka miliki.

Solusinya anda bisa mencari modal dengan meminjam uang di bank. uang tersebut anda gunakan untuk membangun properti yang anda inginkan. Misalnya seperti kost-kostan diatas anda membutuhkan modal Rp 200 juta untuk membangunnya. Anda bisa mengambil jangka waktu 5-10 tahun.

Cara membayar angsurannya bisa diambil dari hasil sewa kost tersebut. Toh harga sewa kost hampir merata selalu naik setiap tahunnya. Sehingga anda akan tetap mendapat keuntungan kedepannya.

Jika lokasi tanah anda di pinggir jalan raya. Lebih tepat jika dibangun toko atau ruko karena harga sewanya tentu lebih mahal dibandingkan kost-kostan. Selain itu, kebanyakan orang menyewa ruko biasanya dalam jangka waktu yang lama. Bisa 2-5 tahun karena sebuah toko biasanya merintis toko di tahun pertama. Pada tahun-tahun berikutnya baru bisa menikmati hasilnya.

Baca juga : 11 Cara Jitu Memulai Bisnis Properti Tanpa Modal untuk Pemula

4. Saham

Saat ini saham menjadi salah satu investasi jangka panjang yang mulai di minati banyak orang. Bukan hanya untuk masyarakat kalangan atas yang memiliki dana besar saja. Tetapi masyarakat kalangan menengah kebawah pun sudah mulai belajar investasi saham.

Alasannya karena tidak seperti dulu dimana membeli saham minimal harus mengeluarkan dana diatas Rp 10 juta. Sekarang dengan modal Rp 500 ribu pun anda sudah bisa membeli saham. bahkan anda bisa mencicil untuk memiliki saham dari sebuah perusahaan.

Namun, meski memiliki keuntungan yang sangat menjanjikan. Sebenarnya investasi saham merupakan jenis investasi yang cukup beresiko. Apalagi jika belum mengerti bagaimana cara kerjanya.

Sehingga jika anda ingin mendapat banyak keuntungan dari investasi saham, sebaiknya anda harus fokus dan memahami betul dimana anda menanamkan modal, seperti apa perusahaan yang akan anda pilih dan kapan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual saham anda.

Oleh karenanya, hal ini menjelaskan mengapa investasi saham merupakan investasi jangka panjang yang cocok untuk 5 tahun keatas. Karena jika perusahaan tempat menanamkan modal anda berkembang besar, pertumbuhan saham akan terus mengalami kenaikan. Sehingga anda bisa mendapatkan profit yang cukup banyak kedepannya.

Anda harus fokus, disiplin, serta memahami dengan benar di mana Anda menanamkan modal. Kapan waktu untuk membeli atau menjualnya. Selanjutnya anda harus mengetahui seluk beluk perusahaan tempat anda menanam saham. Jangan sampai perusahaan tersebut mengalami masalah finansial.

Baca juga : 4 Investasi yang Menguntungkan dengan Modal Kecil untuk Pemula

5. Reksadana

jenis-jenis investasi reksadanaSelain saham, investasi reksadana juga menjadi pilihan yang cocok untuk investasi jangka panjang. Meskipun imbal hasil yang didapatkan tidak sebesar jika anda berinvestasi saham. Reksadana tetap menjadi salah satu jenis investasi yang banyak di minati oleh masyarakat.

Salah satu alasannya adalah resiko kerugiannya cukup rendah. Contohnya reksadana saham yang merupakan jenis reksa paling menguntungkan. Berbeda dengan saham yang mana anda harus melakukan segala sesuatunya sendiri.

Di reksadana saham, anda bisa memilih menggunakan manajer investasi. Tugas dari manajer investasi sendiri adalah mengelola dana anda ke bursa efek saham. Dengan begitu, anda tidak perlu repot-repot mengelola dana anda sendiri.

Baca juga : 7 Cara Investasi Reksadana yang Wajib Anda Pahami

6. Obligasi

Yang dimaksud dengan obligasi adalah surat utang yang diserahkan dari peminjam kepada si pemberi pinjaman. Biasanya pada surat utang tersebut tercantum nama anda dan tanggal jatuh tempo peminjam. Disamping itu juga ada bunga yang yang harus dibayarkan oleh si peminjam.

Jangka waktu investasi obligasi di Indonesia rata-rata antara 1 tahun sampai 10 tahun. Bagi si peminjam, misalnya seorang pengusaha yang ingin memajukan bisnisnya, mendapatkan modal dari obligasi tentu akan semakin membantu bisnisnya.

Begitu pun untuk si pemberi pinjaman, investasi obligasi untuk jangka waktu yang panjang tentunya akan mendatangkan banyak keuntungan kedepannya.

7. Asuransi

Sampai saat ini, banyak orang belum terlalu tertarik untuk menggunakan asuransi. Sebuah fakta yang cukup miris terlihat bahwa dari seluruh jumlah penduduk di Indonesia, baru sekitar 18% yang mengerti dan memahami asuransi. Alasan mereka tidak membeli asuransi pun beragam. beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Asuransi sudah ditanggung perusahaan tempat mereka bekerja
  • Asuransi belum terlalu dianggap kebutuhan primer
  • Masih berusia muda sehingga belum memerlukan asuransi
  • Harus membayar setiap bulan tapi tidak langsung mendapatkan manfaatnya
  • Lebih memilih berinvestasi daripada asuransi

Untuk poin terakhir adalah anggapan yang paling salah. Karena memiliki sebuah asuransi juga merupakan investasi jangka panjang yang bagus. Dengan memiliki asuransi, anda bisa memiminalisir resiko kehilangan atau kerusakan barang anda.

Sebagai contoh ketika anda mengasuransikan rumah anda. Ketika sewaktu-waktu terjadi musibah seperti bencana alam, atau kebakaran. Maka anda akan mendapat perlindungan dari perusahaan asuransi anda.

Begitu juga jika anda memilih asuransi pendidikan anak. Anda pasti mengetahui bahwa biaya pendidikan setiap tahun selalu mengalami kenaikan. Hal ini bisa antisipasi dengan memiliki asuransi agar pendidikan anak anda terjamin.

Selain itu sangat penting memiliki asuransi kesehatan. Penyakit bisa datang kapan saja, dan ketika anda atau keluarga mengalami suatu penyakit yang harus mendapat penanganan khusus, maka asuransi kesehatan akan dapat membantu membiayai pengobatannya. Berbeda jika anda tidak memiliki asuransi, mungkin anda harus mengeluarkan banyak uang demi mengobati penyakit tersebut.

Baca juga : 8 Tips Cerdas untuk Memilih Asuransi Kesehatan Keluarga Terbaik

Agar investasi jangka panjang yang anda lakukan sukses, cobalah pilih jenis investasi jangka panjang yang paling cocok untuk anda. Dengan begitu, harapan untuk mendapatkan keuntungan dari investasi yang anda tanam bisa terpenuhi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *