7 Penyebab Toko Sembako Sepi Pembeli dan Cara Mengatasinya

penyebab toko sembako sepiKelihatannya membuka toko sembako itu mudah ya. Tinggal buka toko, mengisi barang-barang dagangan, terus jualan. Namun, muncul masalah saat toko sembako jarang didatangi pembeli. Dalam sehari bisa dihitung berapa orang yang datang. Ada apa? Kenapa toko sembako sepi pembeli?

Hal ini tentu menjadi pertanyaan pada diri sendiri? Baru membuka usaha yang kelihatannya mudah dijalankan saja nyatanya susah.

Memang bisnis yang kelihatannya mudah ternyata ketika dijalankan selalu saja ada kendala. Salah satunya usaha sembako yang mana tidak mudah untuk mendapatkan pelanggan tetap.

Lalu apa yang menyebabkan sebuah toko sembako sepi pembeli?

Berikut beberapa penyebab toko sembako sepi pembeli dan cara mudah mengatasinya

1. Toko Sembako Sepi Karena Lokasi yang Tidak Strategis

Hal pertama yang menyebabkan sepinya toko sembako mungkin karena tempat usaha Anda yang tidak strategis.

Coba jawab pertanyaan saya di bawah ini.

Apakah tempat usaha Anda ada di dalam gang?
Seberapa padatkah perumahan yang ada di sekitar usaha Anda?
Apakah toko sembako Anda terlihat dari jalan?
Atau toko Anda bersebelahan dengan minimarket?

Masalah di atas adalah masalah tentang lokasi dimana Anda membuka usaha sembako. Jika usaha Anda ada di dalam gang dan tidak bisa terlihat dengan jelas, maka bisa jadi  yang membuat orang tidak berminat membeli di toko Anda.

Logikanya, apabila yang tahu toko Anda hanya sedikit, maka pembelinya pasti akan sedikit. Sebaliknya, jika yang tahu tentang toko Anda banyak, maka kemungkinan besar pembelinya juga akan semakin banyak.

Yang kedua adalah masalah kepadatan penduduk yang ada di sekitar lokasi usaha sembako.

Pada radius 500 meter, Berapakah jumlah rumah yang ada? Jika tidak sampai 100, maka pantas saja jika sepi.

Orang cenderung membeli di tempat yang lebih dekat dari rumahnya, jarang orang yang mau menempuh jarak hingga 500 meter untuk membeli sembako. Kecuali toko tersebut adalah toko yang paling dekat dari rumahnya.

Untuk mengetahui Berapa banyak rumah, Anda bisa menggunakan Google Maps. Dengan cara buka Google Maps, cari lokasi tempat usaha Anda, gunakan tampilan mode satelit.

Di sana Anda akan melihat atap toko dan juga rumah-rumah yang ada di sekitar tempat Anda. Jika padat, maka bagus. Tapi jika lebih banyak lahan kosong maka bisa jadi hal tersebut yang membuat usaha Anda sepi.

Bila toko Anda sudah ada di tempat yang padat penduduk, tidak berada di dalam gang namun tetap sepi. Sekarang cek apakah toko Anda terlihat dengan jelas dari jarak 20 meter dari kiri dan kanan jalan. Jika tidak terlihat, orang tidak tahu bahwa itu adalah toko. Bisa jadi itu yang menyebabkan toko sembako sepi pembeli.

Atau usaha Anda berada di pinggir jalan besar namun bersebelahan dengan minimarket?

Jika ya, akan sulit bagi toko Anda untuk bersaing dengan minimarket. Selain karena barang-barang di minimarket lebih lengkap. Secara psikologis, pembeli akan lebih memilih membeli di minimarket ketimbang membeli di toko Anda. Kecuali toko Anda memiliki sebuah kelebihan yang bisa menarik minat pembeli.

Sudah banyak kasus dimana toko sembako yang dulunya ramai, terus di sebelahnya di bangun minimarket. Toko sembako tersebut jadi sepi pembeli karena mereka beralih ke minimarket.

Solusi untuk lokasi yang tidak strategis.

Jika rumah Anda berada dalam gang atau di tempat yang tidak padat penduduk. Maka solusinya adalah dengan memindahkan tempat usaha Anda. Hal ini akan lebih efektif dimana Anda yang mendekati pembeli bukan pembeli yang mendekati Anda

Berbeda jika usaha Anda tidak begitu terlihat dari jarak 20 meter, maka solusinya adalah menggunakan banner yang bisa terlihat dan mencolok.

Untuk yang berjualan di sebelah minimarket, solusinya Anda harus bisa menggunakan strategi pemasaran produk untuk toko Anda.

Atau menjadikan toko sembako Anda sebagai toko grosir untuk para pedagang lain yang ingin kulak barang. Walaupun untuk membangun toko grosir, butuh modal yang besar. Tapi hal ini lebih baik karena Anda akan tetap dikunjungi para pembeli.

Baca juga : 10 Langkah merintis usaha sendiri dari nol dengan modal kecil

2. Sepi Karena Ada Kompetitor yang Lebih Baik

supermarketHadirnya kompetitor sejenis juga bisa membuat toko sembako sepi pembeli. Seperti contohnya minimarket atau toko sembako lainnya

Kalau boleh saya bertanya, apakah ada kompetitor toko sembako pada radius 500 meter? Jika ada, berapa lengkap barang yang dijual toko tersebut?

Seperti yang Anda ketahui, orang cenderung membeli ke tempat yang terdekat dari rumahnya. Jika di radius 500 meter ada toko sembako lain. Pasti orang di samping toko akan membeli ke toko tersebut.

Sedangkan orang yang berada di antara toko Anda dan toko kompetitor. Akan memilih siapa yang memiliki barang paling lengkap, paling murah, dan penjual yang paling ramah.

Jika toko Anda sepi karena hal ini, Anda bisa meramaikannya dengan cara menjual beberapa barang dengan harga yang paling murah dibandingkan toko lain. Anda boleh mengambil sedikit saja keuntungan di beberapa barang dagangan Anda.

Sebagai contoh, Anda menjual produk minyak goreng dengan harga sedikit diatas harga kulakan. Dan Anda bisa memajang harga tersebut di depan toko Anda. Orang pasti akan tertarik untuk membeli minyak di toko Anda karena lebih murah dibandingkan toko lainnya.

Anda takut rugi?

Tenang saja, orang yang membeli di toko Anda tidak hanya membeli minyak saja. Pasti mereka juga akan membeli barang lain seperti beras, gula, kopi, sabun dan lain sebagainya. Anda bisa mencari untung dari barang yang lain.

Strategi promosi semacam ini biasa dilakukan oleh minimarket untuk menarik pembeli berbelanja ditempat mereka. Anda bisa mencontoh strategi tersebut agar pelanggan Anda tetap setia berbelanja di toko sembako Anda.

Rekomendasi Artikel : 

15 Cara sukses promosi produk paling efektif dan terbukti berhasil

3. Harga Barang Lebih Mahal Daripada yang Lain

Hal lain yang menyebabkan toko sembako sepi pembeli adalah harga barangnya yang mahal-mahal. Jika Anda merasa bahwa Anda terlalu banyak mengambil keuntungan untuk setiap barang dagangan Anda, lebih baik mulai sekarang evaluasi lagi.

Memang ketika Anda memasang harga yang mahal, Anda akan mendapatkan lebih banyak keuntungan. Tapi akibatnya Anda akan ditinggal pelanggan. Jualan sembako tidak seperti Anda berjualan baju dimana Anda bisa mengambil untung 20%-50% per barang.

Mengapa?

Karena orang sudah tahu harga rata-rata barang sembako. Selisih 500 perak saja bisa membuat pelanggan mencari toko yang lain.

Solusinya Anda mesti pintar memainkan harga. Untuk beberapa barang lain, Anda bisa memberikan harga yang murah. Murah disini bukan berarti Anda tidak mengambil untung sama sekali. Ambillah untung sewajarnya saja yang penting pelanggan setia membeli ditempat Anda.

Prinsip dagang sembako ialah “mengambil sedikit keuntungan asalkan tetap ramai pembeli”. Prinsip inilah yang harus Anda pedomani dalam berdagang sembako.

Baca juga : 26 Rekomendasi usaha rumahan modal kecil paling menjanjikan

4. Barang Dagangan Kurang Lengkap

Kelengkapan toko sembako juga perlu Anda perhatikan. Jangan Anda menyalahkan orang lain kenapa toko sembako sepi pembeli sementara barang dagangan Anda kurang lengkap.

Biasanya ketika orang berbelanja, kalau bisa di satu toko sekaligus agar lebih praktis. Makanya mereka terkadang lebih senang berbelanja di supermarket. Meskipun harganya terkadang lebih mahal, namun barangnya lengkap.

Nah, jika toko Anda kurang lengkap, ini bisa menjadi penyebab toko sembako sepi pembeli. Dan Anda perlu mengatasinya sesegera mungkin.

Cobalah Anda berbelanja di toko sembako yang Anda rasa ramai didaerah Anda. Perhatikan barang dagangan mereka. Terus ingat-ingat kembali apa yang tidak ada di toko Anda.

Sebagai contoh Anda tidak menjual pulsa dan pembayaran online maka segera lengkapi dengan berjualan pulsa. Kalau perlu pasang banner agar pembeli tahu bahwa sekarang Anda menjual pulsa.

Kelengkapan barang memiliki pengaruh cukup besar untuk mendatangkan pembeli ke toko Anda. Oleh sebab itu, segera lengkapi barang yang Anda jual.

Lebih lengkapnya tentang jualan pulsa bisa Anda baca 13 Cara jualan pulsa khusus pemula

5. Tata Letak Barang Kurang Bagus

tata letak barang sembakoKurangnya minat pembeli di toko Anda mungkin disebabkan desain toko yang kurang menarik. Misalnya toko Anda terlihat kumuh, kotor dan dan letak barang yang tidak rapi. Siapa yang mau beli jika toko Anda modelnya seperti itu.

Semisal toko Anda kecil, tentu ada cara agar toko Anda terlihat bagus. Misalnya mengecat dinding dengan warna yang cerah dan peletakan barang yang rapi.

Toko kecil lebih cocok menggunakan model toko konvensional dimana Anda memegang kendali penuh atas barang dagangan Anda. Sehingga pembeli yang berbelanja di toko Anda tidak mengambil barang sendiri.

Berbeda halnya jika toko Anda cukup luas. Anda bisa menggunakan model toko seperti minimarket. Sehingga pelanggan bebas mengambil barang yang mereka inginkan.

Sebaiknya tempatkan barang sesuai jenisnya. Misalnya makanan ringan digabungkan dengan makanan ringan, sabun dengan jenis sabun lainnya, bumbu masak dengan bumbu yang lain dll.

Hal ini agar memudahkan pembeli untuk mencari barang yang mereka cari. Untuk barang-barang yang bentuknya kecil tapi berharga mahal, seperti rokok contohnya. Sebaiknya diletakkan didalam estalase dekat kasir. Sehingga konsumen tidak bisa mengambl sendiri. Ini hanya untuk masalah keamanan saja.

Ketika tata letak barang dagangan Anda bagus dan rapi, pembeli tentu tidak akan segan untuk berbelanja di toko Anda.

Baca juga : 15 Peluang usaha untuk ibu rumah tangga

6. Pelayanan yang Kurang Ramah

Penyebab toko sembako sepi berikutnya mungkin dari segi pelayanan. Jika Anda melayani mereka dengan ketus dan bermuka masam, maka siap-siap Anda ditinggal pelanggan.

Bagaimanapun juga pembeli adalah raja. Sehingga Anda harus selalu memasang muka ramah dan memberikan pelayanan yang maksimal. Meskipun Anda memiliki sejumlah masalah pribadi, ketika Anda membuka toko, maka kesampingkan masalah Anda tersebut.

Karena pengunjung tahunya datang ke tempat Anda untuk berbelanja. Mereka tidak tahu kalau Anda sedang ada masalah.

Ketika Anda bisa memberikan pelayanan yang ramah bahkan kepada mereka yang hanya berbelanja 1000 perak sekalipun. Maka siap-siap toko Anda akan di banjiri pelanggan.

7. Salah dari Awal

Satu lagi penyebab toko sembako sepi pembeli mungkin karena Anda tidak merencanakan dengan matang dalam membuka toko sembako.

Meskipun buka toko sembako terlihat mudah dan sepele, sebaiknya Anda harus membuat perencanaan usaha dengan matang dari awal.. Misalnya dari kesiapan modal, konsep toko, dan aturan toko yang harus di taati pelanggan.

Sebagai contoh Anda sering mengutangkan barang ke pembeli. Jika Anda tidak memiliki modal lebih dan mereka lambat bayar, tentu akan berpengaruh dengan kulakan Anda.

Jika Anda tidak bisa kulakan, maka dagangan Anda tidak lengkap. Dan pembeli lain pun malas untuk berbelanja di toko Anda.

Rekomendasi Artikel : 

13 Tips sukses buka usaha sembako dari nol dengan modal kecil

Itulah 7 alasan penyebab toko sembako sepi pembeli. Jika salah satu atau ada beberapa yang terjadi di toko Anda, sebaiknya segera evaluasi dan lakukan perubahan agar toko Anda menjadi ramai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *