8 Cara Ternak Ikan Lele agar Sukses Panen dan Untung Besar

cara ternak ikan lele via ukmkreatif.com

cara ternak ikan lele via ukmkreatif.com

Saat ini memilih untuk merintis usaha sendiri menjadi hal yang diinginkan banyak orang. Hal ini terjadi karena bekerja pada orang lain terkadang upahnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Untuk Anda yang sedang bingung mencari jenis usaha, ternak ikan lele bisa menjadi peluang yang cukup menjanjikan.

Sudah banyak dari para pengusaha lele yang sukses dengan usaha ternaknya. Kebanyakan orang Indonesia memang sangat menggemari ikan lele. Selain rasanya enak, ikan lele kaya akan protein yang baik untuk tubuh manusia.

Anda bisa melihat sendiri banyaknya tempat makan pinggir jalan hingga restoran yang menyediakan menu masakan ikan lele. Sehingga permintaan ikan lele akan selalu meningkat dari tahun ke tahun karena pertumbuhan penduduk yang juga semakin meningkat.

Memulai budidaya ikan lele sebenarnya cukup mudah. Karena lele merupakan jenis ikan yang paling tahan hidup di cuaca apapun. Untuk Indonesia sendiri, hampir semua daerah bisa untuk membudidayakan ikan lele.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika ingin memulai ternak ikan lele. Salah satunya persiapan yang matang adalah kunci kesuksesan bisnis ini. Anda pasti tidak ingin usaha yang Anda kerjakan dengan keras dan juga modal yang cukup besar berakhir dengan kebangkrutan bukan.

Inilah hal-hal yang perlu diperhatikan agar Anda sukses memulai ternak ikan lele.

1. Lahan untuk Ternak Ikan Lele

Pertimbangan dan persiapan pertama yang harus dilakukan adalah merencanakan penempatan lahan. Hal ini sangat penting karena jika Anda salah melakukan penempatan lahan, maka hal itu akan menyulitkan diri Anda sendiri dalam pengelolaannya.

Ada 4 hal yang harus diperhatikan dalam memilih lahan yang cocok untuk budidaya ikan lele, yaitu :

– Jenis Tanah

Meskipun lele dapat hidup di kondisi ekstrim, tetap saja Anda perlu untuk memperhatikan jenis tanah yang cocok untuk beternak lele. Hal ini agar lele yang dihasilkan berkualitas.

Jenis tanah yang bagus untuk memelihara ikan lele ialah jenis tanah berlumpur, tanah liat, tidak berporos dan tanah subur. Contohnya seperti tanah persawahan, blumbang, kolam di kebun dan lain-lain.

– Usahakan Jauh dari Pemukiman

Kolam lele biasanya akan mengeluarkan bau tidak sedap bagi lingkungan sekitar. Jadi Anda perlu memperhatikan jarak kolam lele yang akan Anda bangun dengan pemukiman warga, tapi juga jangan terlalu jauh agar warga masih bisa mengawasi kolam Anda dari pencuri ikan.

Atau jika Anda tidak memiliki lahan dan memang harus membuat kolam di dekat pemukiman. Pastikan Anda meminta ijin terlebih dahulu pada warga sekitar agar nantinya bau tak sedap dari kolam lele tidak mengakibatkan masalah bagi Anda.

– Bisa diakses Mobil

Hal ini juga harus diperhatikan, akses jalan yang baik akan memudahkan Anda untuk mendistribusikan produk lele yang Anda hasilkan. Jika lokasi kolam Anda jauh atau tidak bisa diakses oleh mobil. Maka Anda akan sangat kesulitan.

– Ukuran Lahan

Ukuran lahan juga harus diperhatikan. Sesuaikan dengan kebutuhan ternak lele Anda, jika Anda berencana untuk membuat kolam permanen, Anda harus memperkirakan akankah nanti ada perombakan untuk memperbesar kolam, ataukah Anda akan menambah kolam lain dengan ukuran tertentu.

Namun jika Anda berencana untuk membuat kolam terpal atau kolam drum. Anda bisa dengan leluasa menyesuaikan ukuran kolam ada dengan mudah nantinya.

Baca juga : 11 Cara Jitu Memulai Bisnis Properti Tanpa Modal untuk Pemula

2. Memilih Model Kolam

Metode kolam terpalJika Anda ingin sukses dalam ternak ikan lele, Anda juga harus merencanakan model kolam yang sesuai dengan modal dan kebutuhan Anda.

Ada beberapa macam model kolam yang Anda bisa pilih sesuai dengan kebutuhan Anda. Tentu saja ada kekurangan dan kelebihan dari masing-masing kolam tersebut. Diantara model kolam yang populer yaitu :

– Kolam Tanah

Model kolam ini saya rasa adalah model kolam yang paling umum dan banyak digunakan sejak jaman dulu. Kolam tanah atau biasa di sebut tambak cocok dibuat jika Anda tinggal didaerah persawahan yang dekat dengan aliran sungai seperti bengawan solo. Karena air untuk kolam memang mengandalkan sistem irigasi dari sungai. Sehingga kolam akan terus terisi air.

Cara membuatnya tinggal menggali lahan yang akan digunakan untuk kolam lele. Untuk luasnya bisa menyesuaikan dengan ukuran lahan. Tinggi dari kolam tersebut minimal 1 meter agar air tidak meluap karena bisa menyebabkan lele terbawa arus.

Kekurangan dari kola mini tentu saja jika air sungai kering, maka kolam juga ikut kering. Sehingga Anda tidak bisa memelihara lele setiap tahun. Selain itu, proses panennya juga cukup merepotkan karena Anda mesti menyedot habis air di kolam baru bisa mengambil lele-lele tersebut.

Namun, sekarang orang menggunakan keramba sebagai tempat untuk memelihara lele. Agar lebih mudah untuk proses panennya

– Kolam Semen

Kolam semen adalah model kolam yang lazim digunakan oleh para pembudidaya ikan lele dari dulu sampai sekarang, kolam ini dibuat dengan bahan yang sama seperti saat membuat tembok rumah.

Tanah digali, kemudian diberi batu bata dan juga semen, biasanya pembuatannya dibentuk persegi. Keuntungan dari kolam ini adalah tahan lama, bahkan bisa bertahan hingga lebih dari 15 tahun tanpa perlu melakukan perawatan.

Berbeda dengan kolam tanah / tambak yang mengandalkan irigasi, kolam ini hanya diisi air saat penebaran benih ikan saja. Setelah panen, kolam baru diisi kembali dengan air yang baru.

Kekurangan model kolam semen adalah ongkos pembuatan yang mahal dan kolam tidak bisa di pindah-pindah sesuka hati. Jika Anda memiliki modal yang cukup besar dan pengetahuan Anda tentang lele sangat baik. Anda bisa mencoba kolam model ini.

– Kolam Drum

Kolam drum adalah model ketiga untuk budidaya ternak lele. Kolam drum biasanya berbentuk bulat, mungkin Anda tidak bisa membuatnya sendiri, jadi solusinya adalah Anda harus membelinya dari penjual Drum, atau juga bisa membeli dari pemasok keperluan budidaya lele.

Harga setiap drumnya cukup murah. Hanya berkisar 250 ribu rupiah. Jika Anda memiliki modal yang kecil, Anda bisa membeli beberapa drum saja sehingga tidak menguras modal usaha Anda.

Kelebihan menggunakan kolam drum adalah Anda bisa mencicil pembeliannya dan harga relatif murah. Selain itu Anda tidak memerlukan lahan yang luas untuk memulai usaha ini.

Keuntungan selanjutnya dari kolam drum adalah bahan lumayan kuat dan bisa bertahan hingga tahunan. Sayangnya yang terkuat tetap kolam semen.

Kekurangan dari kolam ini adalah ukurannya yang kecil. Namun ada beberapa penyedia drum yang menawarkan ukuran jumbo untuk peternak lele.

– Kolam Terpal

Kolam terpal adalah kolam dengan modal paling murah namun dengan isi paling besar. Hanya dengan bermodalkan terpal dan juga kayu pasak, Anda sudah bisa membuat kolam terpal ini.

Modal untuk membuat kolam ikan dengan ukuran 2x1x50 tidak lebih dari 200 ribu rupiah. Jika Anda adalah pemula dalam ternak ikan lele dan hanya memiliki modal yang minim. Kolam model ini sangat cocok untuk Anda

Kelebihannya adalah murah dan mudah dibuat. Lele yang dihasilkan pun cukup bagus. Sementara untuk kekurangannya adalah kolam mudah mudah sobek dan rapuh. Jadi perawatan dari kolam ini harus sangat diperhatikan.

Baca juga : Tantangan Memulai Usaha Sendiri dan Cara Mudah Mengatasinya

3. Modal Usaha Ternak Lele

Jika Anda ingin sukses dalam ternak lele, hal ini tidak luput dari modal yang dikeluarkan. Anda harus bisa mengkalkulasi semua biaya mulai dari pembuatan kolam, lahan, juga pembelian bibit dan pakan, pastikan Anda memiliki dana talangan untuk keadaan emergensi, karena banyak hal bisa terjadi ketika pelaksanaan ternak lele.

Usahakan modal yang Anda keluarkan adalah modal Anda sendiri, bukan modal hasil peminjaman pada pihak bank. Karena akan sangat menyusahkan jika terjadi apa-apa dan Anda tidak bisa mencicil angsuran pinjaman bank, banyak pengusaha yang gagal karena ini. Jadi Anda harus sangat berhati-hati.

Ambil contoh memulai ternak ikan lele menggunakan kolam terpal.

Biaya pembuatan terpal menurut konstruksikolamterpal.com sebesar Rp 2.000.000 per kolam

Biaya operasional sampai panen

Benih ikan lele : 4000 ekor x Rp 100 = Rp 400.000
Biaya pakan 3 bulan : 400 kg x RP 10.000 = Rp 4.000.000
Obat-obatan : Rp 300.000
Biaya lain : Rp 500.000

Total biaya : Rp 5.200.000

Perkiraan pendapatan yang bisa Anda dapat

Asumsikan lele per kilo sebanyak 7 ekor
Angka kematian lele sebanyak 5 % dari benih yang di tanam
5% x 4000 ekor = 3800 ekor : 7 = 543 kg

Rata-rata harga jual lele ke pengepul saat ini Rp 18.000/kg

Penjualan ikan lele : 543 kg x Rp 18.000 = Rp 9.774.000

Penjualan ikan lele – (biaya produksi + pembuatan kolam)

Rp 9.774.000 – (Rp 5.200.000 + Rp 2.000.000) = 2.574.000

Pendapatan ini hanya untuk panen ternak ikan lele pertama. Untuk yang kedua dan seterusnya Anda tinggal mengurangi harga jual lele dengan biaya produksi menjadi sebesar Rp 4.574.000. Ini baru satu kolam. Bayangkan jika Anda memiliki lebih dari 5 kolam.

Baca juga : 11 Cara Mudah Mencari Modal Usaha Untuk Bisnis Anda

4. Pemilihan Benih Ikan Lele

benih ikan lele via duniaikan.com

benih ikan lele via duniaikan.com

Pemilihan benih yang baik untuk ternak ikan lele sangat menentukan kesuksesan Anda dalam ternak ikan lele. Jika Anda asal-asalan, maka lele yang dihasilkan bisa saja tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Ada banyak jenis ikan lele yang bisa di budidayakan. Seperti lele sangkuriang yang merupakan jenis ikan lele dumbo yang dikembangkan BBPBAT Sukabumi. Atau jenis ikan mutiara yang dikembangkan oleh pemerintah.

Apapun jenis lele yang Anda pilih nantinya, sebaiknya pilih secara hati-hati untuk mendapatkan benih yang berkualitas.

Ada dua cara mendapatkan benih ikan lele yang berkualitas yaitu dengan langsung membeli benih siap tanam ke penyedia benih lele yang sudah terpercaya atau budidaya benih sendiri dengan indukkan lele.

a. Membeli Benih Lele yang Berkualitas

Cara yang satu ini sangat umum dilakukan para peternak lele yang mau di repotkan membuat benih ikan yang cukup susah. Tinggal membeli ke peternak benih lele, maka Anda sudah siap menanam lele di kolam. Usahakan carilah pembudidaya benih ikan lele yang memiliki sertifikat CPIB (Cara pembenihan ikan yang baik) sehingga akan terjamin mutu atau kualitasnya.

Untuk mendapatkan benih ikan lele yang berkualitas, Menurut erakini.com, sebaiknya Anda harus mengetahui ciri-ciri benih lele yang bagus dan siap dipelihara. Beberapa diantaranya

# Bibit dalam kondisi sehat menjadi ciri pertama yang harus Anda perhatikan. Bibit ikan lele yang sehat memiliki bentuk yang proposional, tidak cacat, gesit dan sungut berwarna cerah.

# Ukuran benih ikan lele untuk pembesaran umumnya 5-7 cm. Usahakan ukuran benih yang Anda ambil sama besar. Misalnya jika Anda memilih benih yang ukurannya 7 cm. Maka semua benih tersebut harus berukuran sama.

# Memiliki bentuk tubuh yang seimbang antara kepala dan badan. Disamping itu, pilihlah yang badannya mulus berwarna coklat tua atau hitam agak kemerahan. Lele yang berbadan mulus tentu akan mendongkrak penjualan nantinya karena konsumen tentu tidak mau membeli lele yang warnanya belang.

# Lele yang berkualitas bagus biasanya bergerak lincah kesana kemari. Jadi, jika Anda melihat benih lele yang sukanya berdiri mendekati permukaan air, sebaiknya jangan dipilih. Cara yang umum dilakukan untuk melihat gerakan lele biasanya dengan memiringkan wadahnya. Jika lele bergerak melawan arus, berarti lele tersebut bagus. Sebaliknya jika terbawa arus, maka lele tersebut bergerak lambat dan tentu saja kualitasnya jelek.

b. Budidaya Benih Ikan Lele

Bagi Anda yang memiliki pengetahuan cukup tentang ikan lele, tidak ada salahnya melakukan budidaya benih lele sendiri. Ada dua keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari budidaya sendiri. Yang pertama, Anda bisa mendapatkan banyak bibit lele yang berkualitas. Yang kedua tentu saja Anda bisa menjual benih tersebut ke peternak ikan yang lain.

Berikut langkah-langkah budidaya benih lele agar menghasilkan bibit-bibit yang berkualitas

# Pemilihan Indukan Lele

Pemilihan indukan lele berperan sangat penting untuk menghasilkan benih lele yang berkualitas. Inilah ciri-ciri dari lele indukan lele dengan kualitas yang baik

* Lele Pejantan
  • Perut terlihat langsing dan tidak lebih besar dari punggungnya
  • Bagian tulang kepala pipih
  • Warna hitam legam
  • Gerakan yang lincah
  • Memiliki alat kelamin yang lancip
* Lele Betina
  • Perut terlihat lebih besar daripada punggungnya
  • Kepala cembung
  • Gerakan lebih lambat
  • Warna kulit lele terlihat cerah
  • Alat kelamin berbentuk bulat

# Proses Pemijahan

Langkah selanjutnya setelah mendapatkan indukan lele yang berkualitas ialah melakukan pemijahan. Pemijahan adalah proses perkawinan antara pejantan dengan betina.

Untuk melakukan pemijahan siapkan kolam berisi sarang lele. Biasanya berupa jerami. Masukan lele pejantan dan lele betina di dalam satu kolam pemijahan, pastikan kedua indukan siap kawin. Hal ini bisa terlihat dari kelamin pejantan berwarna merah dan kelamin betina berwarna kuning.

Setelah pemijahan maka telur ikan lele akan menempel ke sarang yang telah disiapkan. Hal ini menAndakan bahwa pemijahan telah berhasil. Kemudian pindahkan indukan tersebut ke kolam lain

# Pemindahan Anakan Lele

Jika telur sudah menetas, maka langkah selanjutnya adalah Anda harus memindahkan anakan ke kolam lain untuk membesarkan ukuran anakan lele. Usahakan untuk mengurangi tinggi air sebelum pemindahan sampai setinggi 20 cm, hal itu akan memudahkan pengambilan anakan lele.

Pengambilan anakan lele diusahakan pada waktu malam karena saat malam suhu kolam lebih stabil

# Pendederan ikan lele

Pendederan adalah pembesaran ikan, saat pembesaran ikan usahakan berhati-hati dalam pemberian pakan, untuk lele berusia 3-4 hari hanya beri pakan plankton, cacing kecil atau jentik nyamuk.

Dan untuk benih ikan diatas umur 4 hari, pemberian pakan harus menggunakan pakan yang tinggi protein untuk menunjang pertumbuhan tubuhnya. Ketika lele sudah berukuran 5-7 cm maka lele sudah siap di tanam atau pun didistribusikan ke pembeli bibit lele.

Baca juga : 10 Contoh Usaha Modal 5 juta Paling Menguntungkan

5. Penebaran Benih Ikan Lele

cara menebar benih via berternakjaya.wordpress.com

cara menebar benih via berternakjaya.wordpress.com

Menebarkan benih ikan lele tidak bisa di lakukan secara asal-asalan. Anda harus mempelajari cara yang benar dalam menebar bibit lele. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi rasio kematian lele.

Hal yang harus di perhatian saat penebaran bibit ikan lele adalah sebagai berikut:

# Kualitas Air Kolam

Langkah pertama yang harus Anda lakukan sebelum menebar benih ikan lele ialah mengecek kualitas kolam terlebih dahulu. Kolam harus diisi dengan air yang benar-benar bersih dan jangan sampai tercemar limbah.

Hendaknya ketinggian kolam tidak lebih dari 50 cm. Hal ini perlu dilakukan agar benih ikan lele bisa mencapai permukaan air untuk bernafas dan mengambil makanan. Ketika memasuki proses pemeliharaan, pengisian air kolam bisa disesuaikan dengan pertumbuhan ikan lele hingga mencapai batas ketinggian air yang ideal.

# Waktu Penebaran Benih

Perhatikan waktu dalam penebaran benih ikan lele. Menebar benih di pagi atau sore hari adalah waktu yang tepat karena kondisi ikan lele cenderung lebih tenang. Jangan Anda menebar benih pada siang hari dimana kondisi air sedang panas-panasnya akibat sengatan terik matahari. Hal ini bisa membuat benih lele mengalami stres.

# Cara Menebar Benih Lele yang Baik

Kesalahan umum yang sering dilakukan peternak lele pemula ialah menebar semua benih lele langsung ke kolam secara bersama-sama. Cara seperti inilah yang membuat sebagian ikan lele stres dan akhirnya mati.

Cara yang paling tepat dalam menebar benih lele adalah dengan meletakkan wadah dan benih ikan lele ke dalam kolam. Biarkan selama kurang lebih 15 menit. Hal ini untuk menyesuaikan suhu air di wadah dengan suhu air di kolam.

Selanjutnya miringkan wadah tersebut dan biarkan benih keluar ke kolam dengan sendirinya. Jangan paksakan karena akan membuat lele tersebut mengalami stress.

Banyaknya penebaran benih lele harus disesuaikan dengan luas kolam. Menurut pendapat dari situs ternakpedia.com, bahwa perbandingan antara jumlah ikan lele dan luas kolam ialah 200 ekor untuk luas 1 meter persegi. Jumlah maksimalnya bisa mencapai 250 ekor.

Sehingga jika luas kolam Anda 4 x 5 meter, maka jumlah penebaran benih lele ialah (4 x 5) x 200 ekor = 4000 ekor. Sementara untuk jumlah maksimalnya 5000 ekor.

Baca juga : 7 Peluang Kerja dari Rumah yang Menjanjikan dan Berpenghasilan Tinggi

6. Proses Pemeliharaan Ikan Lele

Setelah penebaran benih lele selesai dilakukan, kini saatnya Anda memikirkan proses pemeliharaan. Umumnya pemeliharaan ikan lele memakan waktu 2-3 bulan tergantung cepat lambatnya pertumbuhan lele.

Namun, agar panen Anda berjalan dengan sukses, ada beberapa poin yang perlu diperhatikan. Beberapa diantaranya :

# Pengelolaan Air Kolam

Standar ketinggian air kolam yang baik untuk pembesaran lele adalah 1,2 meter sampai 1,5 meter. Tapi hal ini harus dilakukan secara perlahan disesuaikan dengan pertumbuhan lele-lele tersebut.

Misalnya saat penaburan lele pertama kali. Ketinggian air harus dibawah 50 cm. Ketika lele mulai tumbuh besar, Anda bisa menambah air 20-30 cm. Untuk penambahan air ini, juga bisa bersamaan dengan pergantian jenis pakan lele. Hal ini dilakukan sampai ketinggian air mencapai 1,2 meter.

Disarankan selama masa ternak ikan lele, jangan mengganti air sampai tiba waktu panen. Hal ini untuk menjaga pH air agar tidak berubah. Karena bisa menyebabkan pertumbuhan lele menjadi lambat. Selain itu, jaga kondisi air agar tetap tenang dan bersih dari kotoran seperti daun kering atau tumbuhan air seperti enceng gondok.

# Pemberian Pakan

pelet leleMemberikan pakan secara rutin sejak penanaman bibit hingga masa panen menjadi hal yang harus dipenuhi jika ingin mendapatkan hasil panen yang memuaskan dari ternak ikan lele. Rutin disini berarti ada jadwal tertentu yang perlu Anda pedomani.

Waktu yang paling tepat ialah saat pagi dan sore hari. Sebagai tambahan Anda bisa memberi makan di malam hari. Karena lele biasanya aktif di malam hari. Meskipun punya keinginan agar lele cepat besar. Bukan berarti Anda harus memberikan makan secara berlebihan.

Karena hal ini bukannya membuat ikan cepat besar. Malah bisa membuat lele kekurangan oksigen karena area kolam dipenuhi pelet yang tidak dimakan. Oleh sebab itu, dalam menabur pakan lele, perkirakan bahwa pakan tersebut selalu habis disantap ikan.

Sebagai contoh Anda menanam benih lele 4000 ekor. Berapa banyak pakan yang harus Anda berikan per harinya. Berikut perhitungannya.

Untuk pemberian pakan lele menggunakan pelet ialah 2-3 % dari berat ikan lele.
Untuk mengetahui berat keseluruhan ikan lele bisa diambil dari sampel 10 lele. Lele-lele tersebut Anda timbang dan catat hasilnya.

Misalnya berat 10 ekor lele yang Anda timbang 0,6 kg. Berapa bobot keseluruhan ikan sebanyak 4000 ekor.

0,6 kg : 10 = 0,06 kg / ekor
0,06 kg x 4000 = 240 kg
3% x 240 kg = 7,2 kg

Jadi, jumlah pakan yang harus Anda berikan per hari sebanyak 7,2 kg. Hal ini berlaku ketika lele tumbuh besar dan bobotnya bertambah. Anda bisa melakukan perhitungan seperti diatas.

Menggunakan pelet pabrikan secara terus menerus tentu akan memberatkan ongkos operasional harian. Oleh sebab itu, Anda bisa memberi makanan tambahan sebagai alternatif untuk menekan biaya.

Beberapa pakan tambahan untuk lele misalnya seperti ayam tiren, usus ayam, cacing, keong, bungkil kelapa, dedak dan lain-lain.

Baca juga : 7 Tips Jitu Pengelolaan Keuangan Usaha Agar Cepat Berkembang

# Penyortiran Ikan Lele

Lele merupakan jenis ikan kanibal yang mana bisa memakan temannya sendiri ketika sedang kelaparan. Hal inilah yang harus bisa Anda antisipasi ketika ingin ternak ikan lele. Itulah pentingnya Anda memilih bibit lele yang unggul. Untuk meminimalisir kanibalisme ikan lele, Anda bisa memberikan makan secara rutin dan melakukan penyortiran.

Pertumbuhan setiap lele tentu berbeda-beda. Mereka yang gesit biasanya cepat besar karena bisa lebih cepat dalam mengambil pakan. Untuk itu perlu dilakukan penyotiran secara rutin.

Penyortiran ikan lele bisa Anda lakukan 2 minggu sekali. Sediakan kolam kosong untuk menampung hasil sortiran lele tersebut. Keuntungan penyortiran selain meminimalisir rasio kematian. Juga untuk memisahkan lele yang kualitasnya bagus dengan lele yang kualitasnya jelek.

7. Waktu Panen Lele

panen ikan lele via duniaair.com

panen ikan lele via duniaair.com

Waktu panen ialah saat-saat yang paling menyenangkan dalam menjalankan ternak ikan lele. Panen lele memakan waktu 2-3 bulan. Sementara ikan lele yang paling banyak dicari konsumen ialah 6-8 ekor per kg.

Untuk memanen ikan lele, sebaiknya gunakan alat yang berbahan halus dan licin agar lele tidak mengalami lecet saat dipanen. Lakukanlah panen saat kondisi kolam sudah disurutkan. Agar lebih mudah saat proses pengangkatan ikan lele.

Sebaiknya, jangan memberi pakan sehari sebelum panen. Hal ini agar ikan lele tidak membuang kotoran saat diangkut. Selanjutnya, pindahkan lele ke bak penampungan. Oleh sebab itu, sediakan bak penampungan yang berbahan keras dan tidak mudah penyok. Agar lele tidak mengalami stres saat dipindahkan.

Baca juga : 10 Jenis Usaha Di Bulan Ramadhan Dijamin Menguntungkan

8. Pemasaran Ikan Lele

Menjual hasil panen ternak ikan lele sebenarnya tidak terlalu sulit. Banyak pihak yang siap menerima hasil panen Anda. Sehingga Anda tidak perlu khawatir lele Anda tidak akan laku. Hal inilah yang membuat ternak ikan lele menjadi salah satu usaha yang menjanjikan.

Beberapa pemasaran ikan lele yang biasa dilakukan para peternak antara lain :

  • Menjual ke penjaja pecel lele
  • Menjual ke pedagang pasar
  • Menjual ke pengepul
  • Menawarkan ke Supermarket
  • Menawarkan ke restoran
  • Dan masih banyak yang lainnya.

Baca juga : 8 Strategi Pemasaran Produk Baru Untuk Usaha Kecil Paling Efektif

Itulah beberapa langkah untuk memulai ternak ikan lele yang bisa Anda coba. Beberapa orang tentu memiliki pendapat yang berbeda tentang cara budidaya ikan lele tergantung daerah, lahan dan model kolam yang digunakan. Namun, secara umum hampir semua peternak melakukan cara-cara diatas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *