Cara Melakukan Riset Pasar yang Benar Agar Bisnis Sukses

cara melakukan riset pasar dengan benarCara Melakukan Riset Pasar – Ketika memulai sebuah bisnis, banyak pengusaha pemula yang menganggap bahwa yang terpenting adalah menciptakan produk yang berkualitas dan menawarkannya dengan harga murah. Dengan begitu produk tersebut akan laris di pasaran.

Padahal itu bukanlah penentu kesuksesan dalam beriwausaha. Buktinya banyak pedagang yang menjual produk dengan harga murah tapi tidak juga laris. Banyak pula yang memiliki toko bagus tapi sepi pembeli. Hal itu bisa terjadi karena tidak adanya perencanaan bisnis yang matang dalam memulai usaha. Salah satunya melakukan riset pasar.

Apa itu riset pasar?

Pengertian riset pasar adalah suatu kegiatan pengumpulan data, analisis dan melakukan pengolahan data untuk mengetahui kebutuhan konsumen dan juga pesaing bisnis sehingga dapat membuat produk atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta bisa bersaing dengan kompetitor. Hal tersebut bisa diketahui dengan cara melakukan riset pasar yang benar untuk bisnis Anda.

Seorang ahli strategi kuno bernama Suntzu pernah berkata “Jika kamu mengetahui kelemahan dan kekuatanmu, maka kemungkinan menang ada 50%. Tapi jika kamu mengetahui kelemahan kekuranganmu serta mengetahui kelemahan kekurangan musuh, maka kamu tidak akan kalah perang sekalipun”.

Hal ini juga berlaku untuk bisnis yang akan Anda jalankan. Jika Anda mengetahui pasar dengan sangat baik dan Anda memiliki kapasitas untuk memberikan apa yang pasar inginkan. Apapun usaha yang Anda jalankan, pasti akan sukses.

Lalu bagaimana cara melakukan riset pasar yang benar agar bisnis yang Anda jalankan sukses? Simak ulasannya dibawah ini.

Riset Kebutuhan Pasar

Langkah pertama yang mesti Anda lakukan adalah survey pasar terlebih dahulu. Survey ini perlu dilakukan untuk mengetahui kebutuhan pasar sebelum Anda mempromosikan atau menjual produk Anda.

Contohnya saja jika usaha Anda bergerak di bidang fashion dan Anda ingin membidik pasar kalangan milenial. Maka Anda bisa mencari tahu pakaian apa yang sedang ngetrend dan diminati para konsumen.

Anda tidak bisa hanya mengira-ngira saja. Anda harus turun ke lapangan dan mensurvei kebutuhan mereka. Caranya bisa dengan menggunakan angket atau kuisioner yang bisa diisi oleh konsumen. Atau Anda bisa melakukan wawancara langsung kepada mereka.

Dari situ Anda akan mengetahui apa saja yang menjadi minat konsumen terkait produk fashion yang akan Anda perjualkan. Survei juga bisa Anda lakukan di media sosial seperti grup Facebook. Tanyakan kepada netizen produk fashion apa yang paling diminati oleh mereka.

Anda juga bisa mensurvey marketplace seperti Tokopedia untuk mencari tahu barang seperti apa yang paling laris dan banyak dibeli. Karena saat ini, kebanyakan produk yang sukses dipasaran juga sangat laku jika dijual secara online.

Riset kebutuhan pasar tidak hanya untuk bidang fashion saja. Anda juga bisa menggunakan cara ini untuk bidang yang lain sesuai dengan bisnis yang akan Anda jalankan.

Baca juga : 10 Langkah merintis usaha sendiri dari nol dengan modal kecil

Riset Kemampuan Beli

Setelah Anda mendapatkan data tentang apa yang dibutuhkan oleh pasar, Sekarang saatnya untuk meriset kemampuan membeli para konsumen yang menjadi target Anda. Hal ini sebagai landasan agar Anda bisa menciptakan produk yang bisa mereka beli.

Caranya hampir sama yaitu dengan melakukan survei langsung di lapangan atau melihat di marketplace. Kira-kira barang seperti apa yang paling banyak laku dan berapa harganya. Jangan sampai Anda menjual barang yang tidak bisa mereka beli.

Karena bisa saja sepinya penjualan bukan karena kurangnya minat konsumen. Namun karena harga yang ditawarkan terlalu mahal untuk mereka.

Riset Volume Kebutuhan Pasar

Selanjutnya adalah riset volume kebutuhan pasar. Sebisa mungkin bidik pasar yang luas. Jangan terlalu sempit karena kemungkinan kebutuhan masyarakat lebih sedikit. Kecuali Anda bisa mendapatkan profit yang banyak di sana. Hal tersebut tentu akan mempengaruhi perkembangan usaha.

Pastikan volume kebutuhan pasar akan barang yang Anda bidik cukup banyak. Sehingga Anda bisa menjual barang dengan jumlah yang banyak. Dan Ketika Anda ingin mengembangkan bisnis Anda, Anda bisa melakukannya dengan mudah.

Simak juga : 13 Faktor penyebab kegagalan usaha dan cara mengatasinya

Riset Psikologi Pasar

Pada umumnya, setiap orang membeli barang atau jasa karena emosinya. jika Anda bisa mempengaruhi emosi mereka dan membuat mereka ingin membeli produk Anda. Maka Anda bisa menjual produk Anda dengan lebih banyak.

Cara riset psikologi pasar adalah dengan mencari tahu apa yang sangat diinginkan konsumen dan apa yang mereka takutkan. Jika produk yang Anda tawarkan bisa memenuhi kriteria ini, saya rasa akan banyak konsumen yang tertarik untuk membelinya

Jika Anda ingin menjual barang Anda secara online, ini bisa Anda gunakan sebagai elemen di dalam copyrighting iklan Anda. Yaitu kata-kata yang mampu membuat orang tertarik untuk membeli produk meskipun mereka sebenarnya tidak terlalu membutuhkannya.

Jika Anda menjualnya secara offline Anda bisa menggunakan hal ini untuk membuat calon pembeli segera membeli produk Anda. Untuk belajar lebih banyak tentang hal ini, Anda bisa search di youtube tentang “psychology selling

Riset Persaingan dengan Kompetitor Sejenis dan Tidak Sejenis

riset pasar dengan melihat kompetitor sejenisCara melakukan riset pasar selanjutnya ialah meriset persaingan dengan kompetitor, ada dua macam kompetitor yaitu kompetitor sejenis dan tidak sejenis.

A. Kompetitor Sejenis

Kompetitor sejenis adalah pihak yang menjual barang yang sama dengan produk Anda. Misalkan Anda menjual produk baju muslim, Maka kompetitor sejenis Anda adalah mereka yang menjual barang yang sama seperti yang Anda jual yaitu baju muslim.

Dengan meriset kompetitor sejenis, maka Anda akan mengetahui jumlah pesaing untuk bisnis Anda. Semisal di lokasi yang akan Anda jadikan sebagai tempat untuk berjualan memiliki 5 pesaing bisnis yang sama. Maka Anda harus memiliki strategi untuk bisa bersaing dengan mereka.

B. Kompetitor Tidak Sejenis

Kompetitor tidak sejenis adalah mereka yang menjual barang yang tidak sama dengan Anda. Namun berpotensi untuk merebut pasar Anda. Misalkan Anda menjual baju muslim, kompetitor tidak sejenis itu adalah mereka yang menjual produk fashion lain seperti kemeja, tas, jaket dan lain-lain.

Saat mencari tahu berapa banyak kompetitor sejenis dan tidak sejenis yang ada di kawasan Anda. Anda harus mencari tahu juga apa kelebihan dan kekurangan mereka. Sehingga Anda bisa mencari celah untuk bisa memenangkan persaingan. Anda bisa menawarkan kepada pasar apa yang tidak bisa kompetitor Anda berikan.

Baca juga : 8 Strategi pemasaran produk baru paling efektif

Riset Peluang Kerjasama

Selain menganalisa kompetitor, Anda juga harus menganalisa peluang kerjasama yang ada di sekitar Anda. Bisa jadi ada pihak yang bisa membantu membesarkan usaha Anda.

Sebagai contoh, Anda menjual baju muslim. Anda bisa bekerja sama dengan kantin di pondok pesantren atau dengan pedagang yang berjualan di daerah wisata religi. Anda bisa bertindak sebagai distributor untuk mereka.

Anda bisa mengumpulkan pihak-pihak yang mungkin bisa Anda ajak kerjasama. Pilihlah yang terbaik dan memiliki potensi paling besar untuk usaha Anda.

Simak juga : 5 Strategi jitu membangun jaringan bisnis paling efektif

Tes Pasar dengan yang Kecil Terlebih Dahulu

Setelah selesai melakukan semua riset pasar. Cara melakukan riset pasar selanjutnya adalah mengetes pasar dengan skala yang kecil terlebih dahulu.

Cara ini diajarkan oleh seorang tokoh marketing Indonesia bernama Tung Desem Waringin. Yaitu dengan cara mengetes dan mengukur tingkat keberhasilan produk atau strategi pemasaran dengan skala kecil

Jika hasilnya tidak memuaskan, maka bisa dilakukan tes kedua dengan merubah atau memodifikasi produk dan menggunakan strategi baru. Hingga mendapatkan hasil yang memuaskan.

Jangan langsung mengetes dengan skala yang besar. Karena sekali Anda gagal, maka kerugian Anda akan sangat besar.

Itulah cara melakukan riset pasar yang bisa Anda coba sebelum memutuskan untuk menjual produk atau jasa pada konsumen. Dengan cara ini, setidaknya Anda akan mengetahui apa yang menjadi minat konsumen sehingga produk Anda bisa laris di pasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *