Cara Menabung Deposito untuk Investasi Jangka Pendek

ilustrasi cara menabung deposito

Sekarang ini ada banyak sekali model investasi. Salah satunya investasi untuk jangka pendek. Investasi jangka pendek sendiri adalah jenis investasi untuk jangka 5 tahun kebawah. Contohnya seperti deposito, reksadana pasar uang dan P2P Lending. Nah, untuk model investasi jangka pendek yang cukup populer ialah deposito. Namun, kenyataannya masih banyak orang yang belum mengerti cara menabung deposito.

Mereka lebih suka menyimpan uang dalam bentuk tabungan. Padahal menabung di bank hanya bisa memberikan keuntungan yang sangat kecil. Sementara menyimpan uang dalam bentuk deposito memberikan imbal hasil yang cukup besar dibandingkan tabungan.

Bagi Anda yang belum tahu tentang deposito, produk ini sekarang menjadi andalan masyarakat sebagai tempat untuk menyimpan uang di bank. Menurut data terbaru dari Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS mengatakan bahwa simpanan masyarakat di bank terbilang terus mengalami kenaikan.

Masalahnya, dari sekian banyak orang yang sudah pernah menyimpan uang di bank. Masih kurang mengerti bagaimana cara menabung deposito dengan baik. Maka dari itu, pada kesempatan kali ini saya akan memberikan ulasan lengkap bagaimana cara menabung deposito. Namun sebelum itu, kita bahas terlebih dahulu tentang jenis-jenis deposito yang ada sekarang.

Jenis-Jenis Deposito

jenis jenis deposito

1. Deposito Berjangka

Deposito berjangka adalah jenis deposito yang paling banyak diminati masyarakat. Seperti namanya, deposito berjangka adalah jenis tabungan yang memiliki jangka waktu yang sudah ditentukan. Jangka waktu tersebut dimulai dari 1, 2, 3, 6, 12, 18, dan 24 bulan. Pemilihan bulan ini harus sesuai kesepakatan antara nasabah dan pihak bank. Simpanan tersebut baru bisa diambil setelah jatuh tempo yang sudah disepakati.

2. Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito adalah jenis deposito yang mirip dengan deposito berjangka namun disertai sertifikat. Sertifikat tersebut tidak memiliki nama atau pun lembaga tertentu.sehingga bisa dipindahtangankan ke pihak lain. Sehingga jika sertifikat itu hilang, orang yang menemukannya pun bisa mencairkan dana Anda. Yang menyenangkan dari deposito ini, Anda bisa mencairkan bunga di muka, setiap bulannya atau akhir jatuh tempo.

3. Deposito On Call

Deposito on call adalah jenis deposito berjangka kurang dari sebulan. Penerbitannya diatasnamakan oleh nasabah dan besaran bunga dihitung tiap bulan tergantung kesepakatan dengan pihak bank. Dalam pencairannya sendiri, Anda harus memberitahu pihak bank terlebih dahulu sementara bunganya dibayar dibelakang.

Baca juga : 12 Tips Menabung Meskipun Dengan Gaji Pas-Pasan

Kelebihan dan Kekurangan

kelebihan dan kekurangan depositoSetiap bentuk investasi baik itu jangka panjang maupun jangka pendek. Tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Begitu juga dengan produk deposito. Berikut ini kelebihan dan kekurangan investasi dalam bentuk deposito.

Kelebihan

1. Dijamin Pemerintah

Sudah pasti hal pertama yang dicari seseorang yaitu apakah investasi tersebut legal atau ilegal. Untuk deposito sendiri banyak disukai oleh masyarakat karena relatif aman dan sudah berada di naungan pemerintah.

Sehingga nilai simpanan deposito tidak akan terganggu jika terjadi permasalahan dengan pasar keuangan. Tentunya hal ini sedikit berbeda dengan investasi saham atau reksadana yang harganya masih berfluktuasi, belum lagi investasi tersebut masih rentan terjadinya aksi peretasan melalui dunia internet.

2. Bebas untuk Biaya Administrasi

Untuk simpanan dana di deposito sendiri bisa dibilang bebas biaya administrasi. Karena memang Anda bisa mengunci dana yang disimpan dalam jangka waktu tertentu.

Sedangkan untuk di tabungan sendiri, Anda bisa dengan mudah menarik simpanan Anda, dengan kata lain Anda akan dikenakan biaya administrasi. Walaupun bagus dalam hal bebas biaya administrasi, ternyata deposito masih terkena pajak penghasilan atau PPh atas bunga deposito tersebut.

Dimana untuk deposito yang ada di dalam negeri dan dananya bukan berasal dari hasil ekspor, maka akan dikenakan PPh sebesar 20% dari nilai bunga deposito tersebut.

Sedangkan untuk deposito dalam mata uang rupiah yang berasal dari devisa ekspor, maka akan dikenakan PPh sebesar 7,5% dari nilai uang deposito tersebut.

Sedangkan untuk deposito dalam valuta asing yang berasal dari dana ekspor, maka akan dikenakan PPh mulai dari 0%,2,5%,7,5%,10% tergantung dari jangka waktu simpanan.

Untuk ketentuan pajak bunga penghasilan atas bunga deposito sendiri yang mulai diberlakukan mulai tanggal 22 Februari 2016 melalui Peraturan Menteri Keuangan atau PMK dalam Nomor 26/PMK.010/2016 mengatur tentang Pemotongan Pajak Penghasilan atau Pph atas bunga deposito, tabungan, serta SBI (Sirkonto Bank Indonesia).

3. Risiko Kerugian Kecil

Deposito merupakan jenis investasi non riil yang paling aman dibandingkan instrumen lain seperti reksadana, obligasi atau saham. Hal ini bisa dibuktikan ketika terjadi guncangan di pasar keuangan, dimana pemerintah memberikan jaminan simpanan sebesar 2 miliar per orang.

Deposito sendiri terbilang sebagai tempat investasi yang cukup sederhana. Karena memang suku bunga atau imbal hasilnya terbilang cukup rendah. Dimana Anda hanya akan mendapatkan sedikit diatas tabungan dan dibawah investasi lain.

Namun, Anda tidak akan dipusingkan dengan nilai tukar rupiah. Anda juga tidak perlu memantau investasi Anda karena besaran bunga sudah ditentukan oleh pihak bank.

4. Suku Bunga Lebih Tinggi

Dibandingkan tabungan biasa, deposito jelas lebih baik dalam perhitungan suku bunga. Anda akan mendapatkan imbal hasil jauh lebih tinggi daripada hanya menabung lewat rekening biasa.

5. Variasi Jangka Waktu

Mengapa deposito cocok dikatakan sebagai investasi jangka pendek? Karena variasi jangka waktu tabungan deposito itu sendiri dimana Anda bisa memilih tenor waktu 1, 2, 3, 6,12 hingga 24 bulan.

Baca juga : Inilah 3+ Investasi Jangka Pendek Paling Menguntungkan

Kekurangan

1. Imbal Hasilnya Rendah

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, deposito merupakan jenis investasi paling aman dibandingkan jenis investasi lainnya. Namun sebagai konsekuensinya, imbal hasil yang didapatkan juga sangat rendah. Apalagi jika dibandingkan instrumen lain seperti reksadana, obligasi maupun saham. 

Selain itu suku bunga deposito juga akan sangat bergantung sekali terhadap naik turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia. Jika suku bunga pada acuan BI mengalami penurunan, maka imbal hasil deposito yang di dapat pun cenderung akan di pangkas. Untuk suku bunga deposito saat ini yaitu berkisar antara 4,5% sampai 7% atau tergantung dari bank yang Anda pilih. Akan tetapi, deposito tetap lebih baik daripada tabungan biasa.

2. Nilai Investasi Sulit untuk Bertambah

Berbeda dengan saham dimana Anda bisa meningkatkan nilai investasi karena bisa terjun langsung untuk mengelolanya. Hal inilah yang menjadi alasan banyak orang mulai belajar investasi saham. Sementara nilai investasi dari deposito tidak bisa berkembang secara signifikan. Karena secara penuh imbal hasil ditentukan pihak bank.

3. Aksesnya Sangat Terbatas

Kekurangan lain dari deposito adalah Anda hanya bisa mengambil uang saat tiba jatuh tempo. Jika Anda mengambilnya disaat sebelum jatuh tempo, maka uang tersebut akan terkena potongan penalti.

Baca juga : 8 Investasi Terbaik Yang Akan Buat Anda Kaya Di Usia 35 Tahun

Memilih Bank Tempat Deposito

memilih bankSetelah Anda melihat kelebihan dan kekurangan deposito, tentunya Anda menjadi lebih paham seperti apa cara kerja deposito. Hal ini akan membantu Anda apakah masih ingin menabung deposito atau tidak. Namun, jika Anda ingin investasi yang menguntungkan dan aman-aman saja, deposito menjadi pilihan yang tepat.

Oleh sebab itu, agar semua kekurangan bisa diminamalisir dan bisa mengambil setiap kelebihan diatas. Anda harus pintar memilih bank yang tepat untuk mendepositkan uang Anda.

Berikut cara mudah memilih bank tempat deposito terbaik :

1. Reputasi Bank

Reputasi bank menjadi acuan pertama dalam memilih tempat deposito. Bank yang Anda pilih nantinya harus memenuhi standar kesehatan oleh bank Indonesia. Jangan sampai karena tidak memenuhi kriteria tersebut, bank mengalami kebangkrutan di kemudian hari.

Oleh sebab itu, pilihlah bank yang memang sudah terpercaya dan banyak digunakan masyarakat pada umumnya. Anda bisa memperhatikan pelayanan mereka, jika prosesnya cepat dan pelayanannya memuaskan. Maka lebih baik Anda memilih bank tersebut.

2. Biaya Deposito

Saat Anda menarik uang sebelum jatuh tempo, biasanya ada biaya penalti yang harus Anda tanggung. Namun, tidak semua bank menerapkan aturan tersebut. Jadi, sebaiknya Anda perhatikan terlebih dahulu sebelum memilih bank yang Anda inginkan. Jika pun ada biaya seperti administrasi atau penalti, pilihlah yang tidak memberatkan keuangan Anda.

3. Suku Bunga Deposito

Suku bunga yang tinggi tentu menjadi acuan berikutnya dalam memilih bank. Jangan sampai investasi yang Anda lakukan tidak memberikan keuntungan yang maksimal. Untuk itu, pilihlah bank yang menawarkan bunga deposito yang tinggi sehingga keuntungan yang Anda dapatkan semakin besar.

4. Jangka Waktu Deposito

Keuntungan menabung deposito salah satunya dengan adanya sistem jangka waktu mulai dari 1, 3, 6, 12, 18 hingga 24 bulan. Pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Jangka waktu tersebut juga berpengaruh dengan besaran bunga yang akan Anda dapatkan. Oleh sebab itu, pilihlah yang terbaik jika ingin mendapatkan keuntungan yang tinggi.

5. Penarikan Dana Sebelum Jatuh Tempo

Kebanyakan bank bisanya menghilangkan kesempatan nasabah untuk mendapat bunga jika menarik deposito sebelum jatuh tempo. Biasa disebut penalti, tapi kebijakan setiap bank tentu berbeda-beda. Jadi Anda bisa memilih bank mana yang memberikan keringanan jika Anda menarik dana lebih awal dari yang seharusnya.

Cara Menabung Deposito

Setelah Anda membaca penjelasan diatas, mungkin Anda semakin penasaran dengan bagaimana cara menabung uang di deposito? Jangan khawatir, pada dasarnya menabung deposito sangatlah mudah. Dimana Anda bisa menabung deposito secara konvensional maupun dengan cara online.

Untuk cara menabung deposito secara konvensional sendiri Anda hanya tinggal pergi ke kantor cabang terdekat dari tempat tinggalmu. Yang terpenting Anda sudah menyeleksi secara hati-hati bank yang akan pilih untuk mendepositkan uang Anda. Anda tidak perlu khawatir soal pendaftarannya sendiri, karena di situ Anda akan di bantu oleh bagian Customer Service.

Biasanya bank tersebut akan memberikan beberapa persyaratan untuk mendaftar dan menyimpan uang deposito seperti KTP dan NPWP. Setelah Anda memenuhi persyaratan tersebut, Anda bisa mulai menyetor uang atau dana yang ingin di simpan dalam deposito. Setiap bank biasanya menerapkan ketentuan untuk batas minimal dana yang di tabung, pada umumnya mulai dari Rp 10 juta.

Selanjutnya Anda bisa memilih jangka waktu berapa lama yang akan Anda ambil. Misalnya 1 bulan, 3 bulan, sampai 24 bulan. Semakin lama jangka waktu yang Anda pilih, maka keuntungan yang didapatkan akan lebih maksimal.

Namun, semua kembali pada diri Anda. Jika Anda memilih investasi untuk jangka pendek pilihlah 1, 3 atau 6 bulan. Saya sarankan untuk Anda menabung dalam jangka waktu satu bulan saja dengan sistem automatic roll over atau ARO. Maksudnya adalah setiap bulan deposito Anda akan berakhir secara otomatis dan akan dilanjutkan.

Selain itu setiap bulan bunga yang diterima atas deposit akan digabungkan ke dalam pokok simpanan. Dan perlu diperhatikan juga bahwa setiap bank akan memberikan sertifikat deposito kepada setiap nasabahnya. Sertifikat inilah yang nantinya harus Anda tunjukkan ke bank pada saat proses pencairan dana.

Baca juga : Inilah Pentingnya Anda Harus Punya Perencanaan Keuangan

Cara Menabung Deposito Secara Online

cara depositoUntuk cara menabung deposito secara online pada dasarnya sangatlah mudah. Terlebih bagi Anda yang sudah terdaftar sebagai nasabah dan memiliki layanan internet banking.

Maka Anda bisa dengan mudah mengecek layanan pembukaan deposito secara online pada aplikasi tersebut. Contoh internet banking yaitu Mandiri Internet Banking. Sedangkan untuk aplikasinya adalah Mandiri Online.

Nah berikut ini akan kami berikan proses pembukaan deposito secara online:

1. Pertama Anda harus sudah memiliki akun layanan internet banking, jika Anda sudah memilikinya silakan buka layanan pembukaan deposito secara online.

2. Selanjutnya Anda akan diminta untuk mengisi berbagai macam ketentuan dan persyaratan deposito online. Sebelum itu pastikan bahwa Anda sudah membaca dengan cermat syarat dan ketentuan pembukaan deposito online tersebut. Biasanya hal tersebut akan memuat ketentuan penempatan dana, cara pembukaan, cara pencairan dan lain-lain.

3. Jika Anda menyetujui hal tersebut, maka Anda akan dibawa ke laman selanjutnya yaitu informasi mengenai nominal dana yang akan Anda depositkan. Pada laman ini Anda juga akan di minta untuk memasukkan jangka waktu deposito, biasanya jangka waktu yang disediakan mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, dan 2 tahun.

4. Selain itu Anda juga akan diberikan sebuah pilihan. Apakah ingin mengaktifkan perpanjangan deposito secara otomatis atau tidak. Jika Anda memilih ARO, maka deposito akan diperpanjang secara otomatis. Jika Anda lebih memilih secara manual, maka kamu harus memperpanjang secara manual setiap kali jatuh tempo.

5. Untuk minimal dana deposit yaitu berkisar antara Rp 8 juta sampai 10 juta. Dan untuk bunganya sendiri tergantung dari bank apa yang Anda pilih.

6. Kemudian bank akan langsung mendebet dana dari rekening Anda sesuai dengan apa yang sudah Anda setujui tadi. Nah proses pembukaan deposito secara online sudah selesai.

7. Untuk cara mencairkan dananya juga sangat mudah. Dimana Anda bisa mencairkan dana melalui internet banking. Namun perlu di ingat juga ketika Anda mencairkan dana sebelum jatuh tempo, maka bank akan mengenakan denda pencairan.

Nah begitulah cara menabung deposito untuk investasi jangka pendek baik secara konvensional maupun secara online. Manfaatkan hidupmu sebaik mungkin untuk mulai berinvestasi dari sekarang, agar masa depanmu lebih cerah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *