bisnis parfum refill

Cara Menjalankan Bisnis Parfum Refill Bagi Pemula

Menjalankan bisnis parfum refill tidaklah rumit. Meskipun belum pernah membuka usaha, Anda masih bisa menjalankannya. Tentunya, harapan untuk meraih keuntungan dari hasil jualan bisa terwujud.

Yang terpenting dalam bisnis adalah kemauan. Tekad kuat untuk berusaha selalu menuntun untuk melangkah ke depan. Kalaupun mengalami kendala, Anda tidak mudah patah semangat lantaran Anda terus mencari cara untuk mengatasinya.

Kemauan ini juga harus didukung dengan peluang. Peluang yang terbuka lebar akan mendukung pada kemajuan bisnis lebih cepat. Salah satu peluangnya adalah menekuni bisnis parfum isi ulang.

Kelebihan Usaha Parfum Refill

Parfum refill atau isi ulang tergolong sebagai bisnis yang menjanjikan. Anda tidak salah ketika menekuninya. Karena jenis bisnis ini memiliki banyak kelebihan. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Modal Usaha Terjangkau

Modal usaha terkadang menjadi penghalang bagi calon pebisnis baru. Kendala ini lantas membuatnya terpaksa untuk melepas peluangnya. Terutama bila modalnya mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Beruntungnya, bisnis parfum refill ini tidak memerlukan modal besar. Anda bisa memulainya dengan biaya sekitar 1-5 juta rupiah. Tentunya, ini sudah mencakup sejumlah bahan dan biang parfum dengan jumlah terbatas.

Meskipun jenisnya terbatas, Anda masih bisa mengakalinya supaya bisnis mengalami peningkatan. Anda cukup membeli bibit yang paling banyak dicari pelanggan. Kalau sudah memperoleh penghasilan, Anda bisa meningkatkannya dengan menambah jenis biang lainnya.

  1. Persentase Keuntungan Lebih Besar

Apapun jenis bisnis perdagangan, pebisnis akan selalu mencari margin penjualan yang lebih besar. Meskipun menetapkan margin besar, tetapi pembeli masih merasa bahwa harga produknya masih masuk akal.

Pebisnis yang mampu melakukannya adalah penjual parfum isi ulang. Selisih dari harga beli dan jual cukup besar. Penjual bisa menetapkan margin hingga 40-50%. Jadi, pendapatannya jauh lebih besar.

  1. Pangsa Pasar Lebih Luas

Dalam bisnis, calon pebisnis sebaiknya mencermati targetnya. Sebagus apapun produk, pebisnis akan merugi ketika tidak ada yang membeli.

Khusus untuk parfum isi ulang, pangsa pasarnya terbilang sangat luas. Hampir sebagian besar masyarakat menggunakan parfum. Dan murahnya harga parfum dengan aroma yang enak membuat masyarakat lebih memilih parfum tersebut.

Cara Memulai Bisnis Parfum Isi Ulang

Melihat peluangnya, seseorang terkadang masih ragu untuk terjun langsung. Penyebabnya ialah belum menemukan tentang bagaimana mengawalinya. Jika ini yang Anda alami, Anda bisa mempraktikkan cara memulai bisnis parfum refill ini.

  1. Seleksi Tempat Usaha

Mencari lokasi usaha terkadang membutuhkan waktu. Tetapi, waktu Anda tidak terbuang percuma. Karena ketepatan dalam memilih tempat akan mendukung pada lancarnya bisnis.

Karakter tempat usaha yang terbaik ialah mudah ditemukan pelanggan. Aksesnya jalannya mudah dijangkau, serta berada di tempat ramai.

Apabila sudah menemukannya, silahkan untuk menyewanya. Kemudian desain toko semenarik mungkin. Tujuannya untuk menarik perhatian calon pembeli.

  1. Temukan Produsen Biang Parfum

Sembari mencari tempat, Anda juga perlu mencari produsen bibit parfum. Produsen inilah yang akan menyuplai produk untuk kelangsungan bisnis.

Usahakan supaya produsennya memiliki varian biang yang lebih banyak. Ketika bisnis mulai maju, Anda tidak akan kesulitan untuk menambah jenis parfum dalam toko.

  1. Siapkan Modal

Setelah menemukannya, Anda bisa memulai bisnis pengisian parfum. Caranya dengan melakukan pembelian biang, bahan pendukung, serta peralatannya.

Kalau Anda menemukan produsen utama, biasanya produsen sudah menyediakan paket. Paket ini sudah berisi biang dan bahan campuran. Kemudian, botol untuk penyimpanan biang juga sudah ada. Jadi, Anda tidak perlu mencarinya lagi.

  1. Lakukan Promosi

Langkah terakhirnya adalah promosi. Sebelum mempromosikannya, buat katalog terlebih dahulu. Baru kemudian promosikan melalui selebaran brosur ataupun media sosial. Dengan begitu, pelanggan akan menyadari keberadaan Anda.

Cara Menjaga Keawetan Bibit Parfum

Risiko bisnis parfum refill ini terletak pada perubahan aroma parfum. Kurangnya penjagaan bisa membuat Anda ditinggal oleh pelanggan. Untuk itulah, Anda perlu memahami bagaimana memperlakukan bibit supaya aromanya tidak berubah.

Kuncinya terletak pada wadah dan di mana Anda menempatkannya. Wadah untuk bibit sebenarnya sudah diatur sedemikian rupa. Bentuknya sama, terbuat dari kaleng khusus untuk menjaga ketahanan dan volume bibit.

Anda hanya perlu menyediakan kaleng penyimpanan sesuai standar. Sebaliknya, hindari menempatkannya pada kaleng jenis lainnya. Karena wadah yang berbeda bisa mempercepat perubahan warna dan aroma.

Sementara itu, tempatkan bibit pada area yang teduh. Ketika Anda menampilkan bibit, usahakan agar tempat display ini tidak tersorot panas terlalu lama. Karena panas matahari bisa menyebabkan warna bibit dan aroma berubah.

Tentunya, ini sudah tidak layak untuk dijual. Jika Anda memaksa untuk menjualnya, pelanggan akan kecewa. Akibatnya, bisnis ini ditinggal lari oleh pembeli.

Kesimpulannya, persiapkan segala sesuatunya dengan terencana. Kemudian jalankan setiap langkahnya dengan tepat serta jagalah kualitas parfum. Dengan begitu, bisnis parfum refill akan mengalami kemajuan secara perlahan.

Previous Post
cara promosi online
Bisnis Online

Cara Promosi Online Yang Ampuh Untuk Mendapatkan Pembeli

Next Post
cara meracik parfum
Bisnis Online

Cara Meracik Parfum Agar Wanginya Tahan Lama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *