Cara Sukses Ternak Ayam Petelur dengan Modal Kecil

ilustrasi cara ternak ayam petelur betina

Usaha ternak ayam petelur masih sangat menjanjikan. Sehingga jika Anda memutuskan untuk beternak ayam petelur merupakan pilihan yang tepat. Hal ini mengingat permintaan akan telur semakin tinggi. Karena bagaimanapun juga, telur sudah menjadi makanan kebutuhan pokok manusia.

Telur sering dijadikan menu makanan pendamping nasi dengan kandungan protein yang tinggi yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. Hampir semua kalangan dari anak-anak, remaja dan orang dewasa sangat menyukainya.

Disamping itu, telur sering dijadikan sebagai bahan dasar makanan olahan baik untuk dikonsumsi sendiri maupun untuk dijual. Contohnya saja dalam pembuatan kue, martabak, campuran nasi goreng dan masih banyak yang lain.

A. Prospek Usaha Ternak Ayam Petelur

Kalau ditanya bagaimana prospek bisnis budidaya ayam petelur?

Jawabannya sangat prospektif. Seperti yang saya jelaskan diatas, bahwa permintaan terhadap telur semakin meningkat setiap tahun seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di tanah air.

Apalagi ketika datang momen-momen hari besar seperti hari raya Idul Fitri, permintaan terhadap telur sangat tinggi. Baik permintaan dari konsumen maupun produsen yang membutuhkan telur sebagai bahan dasar seperti contohnya pelaku bisnis kue kering lebaran. Sementara pasokan telur dari para peternak sangat terbatas. Hal inilah yang membuat harga telur terus merangkak naik.

Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian bahwasanya permintaan terhadap telur secara nasional belum dapat dipenuhi secara baik oleh para peternak ayam petelur. Apalagi saat ayam petelur tidak bertelur di sebuah peternakan. Hal inilah yang memicu harga telur ayam terus mengalami kenaikan yang signifikan.

B. Cara Beternak Ayam Petelur dengan Modal Kecil

Mengingat prospeknya yang sangat cerah dan menjanjikan, tidak ada salahnya Anda menekuni ternak unggas yang satu ini. Caranya sangat gampang. Yang diperlukan adalah keterampilan merawat ayam petelur secara baik. Supaya produksi telur terus menerus dalam jumlah banyak setiap hari dan kualitas telur sangat baik yang dilihat dari ukuran besar-besar.

Berikut ini langkah-langkah memulai usaha ternak ayam petelur skala kecil yang baik dan benar untuk pemula.

1. Mempersiapkan Kandang Ayam Petelur

kandang baterai untuk ayam petelurMempersiapkan kandang yang baik akan sangat menentukan dalam sukses tidaknya Anda beternak ayam petelur. Jangan sampai kesalahan Anda dalam menentukan lokasi dan pembuatan kandang, produksi telur ayam jadi kurang maksimal.

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam mempersiapkan kandang ayam petelur. Diantaranya :

Menentukan Lokasi Kandang

Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah lokasi kandang yang akan Anda buat. Penentuan lokasi kandang ayam sangat penting untuk menunjang kesuksesan bisnis unggas ini kedepannya. Secara umum, lokasi kandang ayam petelur haruslah memiliki beberapa syarat berikut ini :

  1. Jarak yang jauh dari pemukiman penduduk. Karena polusi udara dari kotoran ayam yang bisa mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.
  2. Jauh dari kebisingan. Supaya ayam petelur dapat nyaman bertelur di kandang sebanyak mungkin.
  3. Tersedia fasilitas air bersih untuk minum ayam dan media membersihkan kandang ayam dari kotoran.
  4. Dapat di jangkau oleh sarana transportasi seperti mobil dan sepeda motor. Hal ini untuk memudahkan dalam proses pemasaran atau distribusi telur sampai ke tangan konsumen.

Memilih Tipe Kandang

Ada dua tipe kandang yang biasa di buat oleh para peternak ayam petelur yakni kandang umparan atau koloni dan kandang baterai. Kedua kandang ini tentu memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Kandang Umparan/Koloni

Kandang Umparan atau Koloni adalah tipe kandang yang bisa langsung menempatkan banyak ayam dalam satu kandang.

Untuk luas dan ukuran kandang ayam petelur disesuaikan dengan jumlah ayam petelur yang akan dipelihara. Satu meter persegi kandang bisa memuat 3 sampai 5 ekor ayam. Misalkan Anda membuka usaha ternak ayam petelur 100 ekor. Maka ukuran kandang ayam sekitar 20 meter persegi. Pembuatan kandang bisa menggunakan bambu atau kayu.

Kelebihan dari kandang ini adalah pembuatannya lebih mudah dan modal yang dikeluarkan juga relatif kecil dibandingkan kandang baterai. Ayam juga bisa bergerak lebih bebas karena kandang berukuran cukup luas.

Hanya saja ada banyak kekurangannya yakni ayam harus bertelur dilantai dan proses pengambilan telur cukup sulit karena harus mengambil satu-satu. Belum lagi jika telur berserakan bisa berpotensi diinjak oleh ayam-ayam yang lain.

Kandang Baterai

Kandang Baterai memiliki bentuk lebih modern. Memang modal yang dibutuhkan untuk membuat kandang ini cukup besar. Namun akan memudahkan Anda dalam memantau ayam-ayam Anda.

Jika Anda tidak mau repot membuat kandang sendiri. Anda bisa membeli kandang baterai. Harganya sekitar Rp 130.000 per set yang bisa diisi 8 ekor. Sehingga jika Anda memelihara 100 ekor, maka modal yang harus dikeluarkan sekitar Rp 1,5 jutaan.

Keuntungan menggunakan kandang baterai adalah pengambilan telur lebih mudah, resiko kerugian telur ayam rendah karena setiap kandang diisi 1 ayam. Disamping itu ruang gerak ayam terbatas sehingga ayam bisa fokus untuk bertelur.

Kelebihan lainnya adalah tidak memakan banyak tempat. Karena kandang baterai bisa disusun hingga 4 tingkat. Hal ini tentu akan lebih memudahkan Anda dalam ternak ayam petelur.

Baca juga : Tips budidaya ternak bebek pedaging

2. Pemilihan Bibit Ayam Petelur

pemilihan bibit ayam petelurJenis ayam petelur berbeda dengan ayam potong, ayam kampung, ayam pelung, ayam bangkok dan jenis ayam lainnya. Karena yang dimanfaatkan adalah telurnya, sudah pasti Anda harus bisa menyediakan ayam petelur betina yang berkualitas.

Oleh sebab itu, sebaiknya Anda harus bisa mendapatkan bibit unggul ayam petelur agar telur yang dihasilkan nantinya berkualitas. Ada dua jenis ayam ras petelur yang sering dibudidayakan oleh peternak ayam di Indonesia, yaitu :

Ayam Ras Petelur Putih

Ayam ini memiliki warna bulu putih atau biasa disebut ayam ras petelur ringan yang menghasilkan elur dengan warna cangkang putih.

Ciri-ciri ayam ini berbadan ramping kecil dengan mata yang bersinar. Selain warna bulunya putih bersih dan memiliki jengker merah. Jika kondisi fisiknya bagus dan lingkungan sekitar mendukung, seekor ayam ras petelur putih bisa menghasilkan 260 telur per tahunnya.

Hanya saja ayam jenis ini sangat sulit dicari. Mungkin karena ayam ini cukup sensitif terhadap cuaca panas dan lingkungan yang kurang kondusif sehingga agak jarang dijual oleh para pembibit ayam.

Ayam Ras Petelur Coklat

Ayam ras petelur coklat atau bisa juga disebut ayam ras petelur medium memiliki bulu berwarna coklat dan warna cangkangnya pun coklat.

Ciri ciri ayam ini berbadan lebih besar dibandingkan ayam petelur putih namun kalah besar dibandingkan ayam broiler atau ayam pedaging.

Ayam ini menjadi pilihan banyak peternak ayam petelur karena selain mudah menyesuaikan kondisi lingkungan dan tahan terhadap cuaca panas. Ayam ras petelur ini juga sering dimanfaatkan dagingnya untuk dijual.

Jadi ketika produksi telurnya sudah menurun drastis, Anda bisa menjualnya ke konsumen. Sehingga Anda akan tetap mendapat konsumen.

Terlepas dari jenis ayam yang akan Anda budidayakan, pemilihan bibit ayam petelur yang baik akan berdampak pada produksi telur yang terus meningkat. Untuk melihat suatu bibit ayam petelur berkualitas unggul baik itu yang masih anakan atau ayam yang siap bertelur, dapat dilihat dari tanda-tandanya berikut ini :

  • Ayam petelur tak cacat
  • Kondisi ayam sehat
  • Hasil anakan dari indukan yang berkualitas baik
  • Pertumbuhan badan normal
  • Seluruh bulu ayam sangat halus dan menutupi badannya sampai mata
  • Bobot ayam sangat ideal dan mempunyai nafsu makan yang sangat bagus
  • Pada bagian dubur tak ada kotoran

Baca juga : 10 peluang usaha ternak modal kecil paling menguntungkan

3. Pemeliharaan Ayam Petelur

pemeliharaan ayam petelur

gambar via caramudah.com

Setelah kandang siap dan Anda sudah membeli bibit ayam petelur yang bagus. Sekarang Anda memasuki tahap pemeliharaan ayam. Ada beberapa tahapan yang harus Anda lakukan agar ternak ayam petelur Anda berjalan dengan sukses dan bisa ayam Anda bisa memproduksi telur dalam jumlah banyak.

Beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam budidaya ayam petelur diantaranya :

Pemberian Pakan

Salah satu cara ternak ayam petelur agar sukses adalah pemberian pakan yang baik sehingga setiap ayam yang Anda pelihara bisa memproduksi telur secara rutin dan berkualitas.

Pakan yang baik harus memiliki kandungan gizi yang terdiri dari jagung, dedak dan kosentrat dengan campuran 50%, 15% dan 35%. Campurlah secara merata agar menghasilkan pakan yang berkualitas.

Pastikan pemberian pakan dilakukan dua kali perhari yakni di waktu pagi dan sore hari. Jangan berlebihan maupun kekurangan dalam memberikan pakan bagi ayam petelur.
Hal ini akan memicu ayam petelur untuk bertelur lebih banyak.

Untuk mendapatkan pakan ternak ayam petelur, Anda bisa membelinya di toko pakan hewan terdekat. Namun jika Anda ingin menghemat keuangan, maka Anda bisa membuat sendiri pakan ayam petelur secara alami. Cara pembuatannya yaitu jagung, dedak dan konsentrat yang dicampur lalu digiling.

Pemberian Vaksinasi

Vaksinasi pada ayam sangat penting dilakukan untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kekebalan tubuh ayam petelur. Karena ayam petelur sangat rentan terkena penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur.

Untuk obat-obatan atau vaksinasi, Anda bisa menggunakan suplemen organik cair (SOC). Tidak dianjurkan menggunakan obat-obatan kimia dalam jumlah besar dan waktu yang lama. Lebih baik Anda rutin menggunakan SOC GDM spesialis ternak.

Karena didalam suplemen organik cair ini terdapat antibiotik dan vitamin guna mencegah datangnya penyakit yang disebabkan bakteri dan jamur. Berikan SOC secara rutin dengan dosis 0,3 ml per ekor. Anda bisa mencampurnya kedalam air minum ayam setiap harinya.

Penggunakan SOC secara rutin malah bisa meningkatkan produksi telur kedepannya dan juga memperpanjang usia produktif ayam-ayam tersebut.

Perawatan Kandang

Pemeliharaan lain yang harus Anda lakukan selama budidaya ayam petelur adalah perawatan kandang. Menjaga kebersihan kandang merupakan salah satu langkah agar ayam-ayam Anda terhindar dari penyakit dan lebih sehat.

Perawatan kandang meliputi pembersihan kotoran ayam agar jangan sampai menumpuk dan rutin membersihkan tempat pakan dan minum agar tidak sampai ada bakteri dan jamur yang tumbuh.

Simak juga : 26 peluang usaha di desa yang menguntungkan

4. Analisa Modal Awal Ternak Ayam Petelur

Modal menjadi faktor penting lainnya yang perlu Anda siapkan sejak awal. Setidaknya modal yang Anda siapkan mulai dari biaya pembuatan kandang sampai mendekati masa panen.

Saya asumsikan Anda ingin memelihara 100 ekor ayam petelur dengan menggunakan kandang baterai. Rincian perkiraan modal yang dibutuhkan untuk adalah sebagai berikut.

  • Pembuatan kandang beratap : Rp 2.000.000
  • Pembelian kandang baterai : 13 set kandang berisi 8 ekor x Rp 130.000 = 1.690.000
  • Pembelian bibit ayam petelur anakan : 100 ekor x Rp 4.000 = Rp 400.000
  • Pembelian pakan sampai panen : Rp 2.500.000
  • Pembelian obat-obatan dan vaksinasi : Rp 300.000
  • Biaya lainnya : Rp 500.000

Total modal yang dibutuhkan sebesar Rp 7.390.000

Modal ini hanya saat Anda merintis pertama kali peternakan ayam Anda. Untuk pemeliharan selanjutnya tinggal dikurangi biaya pembuatan kandang dan pembelian kandang baterai.

Baca juga : 8 cara ternak ikan lele agar cepat panen

5. Masa Panen Ayam Petelur

masa panen ayam petelurAyam yang siap bertelur biasanya memiliki usia sekitar 4 bulan. Dari 100 ayam yang Anda budidayakan. Perkiraan dalam sehari bisa menghasilkan 80 butir telur. Hal ini tergantung dengan kondisi ayam yang Anda pelihara.

Anda bisa memanennya 3 kali dalam sehari yakni di pagi, siang dan sore hari. Karena waktu bertelur setiap ayam pastinya berbeda-beda.

Setelah terkumpul, Anda bisa menyeleksi atau mensortir telur. Pisahkan terlur yang berkualitas bagus dengan telur yang jelek atau abnormal. Telur yang bagus biasanya berbentuk oval, berukuran sedang, cangkangnya mulus dan bersih.

Usia produktif ayam petelur untuk menghasilkan telur dalam jumlah banyak ialah 2 tahun. Ketika sudah melewati masa itu, biasanya produksi telur akan mengalami penurunan. Sementara jumlah pakan malah bertambah. Jika sudah demikian, sebaiknya Anda perlu melakukan peremajaan ayam agar produksi telur tetap banyak.

Untuk ayam yang sudah afkir, anda bisa menjualnya ke pasar atau supplier ayam. Harganya tentu saja lebih murah karena kondisi ayam yang sudah tua. Namun setidaknya akan tetap mendapat keuntungan. 

Baca juga : 32 peluang usaha modal kecil yang menjanjikan

C. Resiko Beternak Ayam Petelur

Anda jangan hanya melihat budidaya ayam petelur dari segi keuntungan semata. Namun Anda juga mesti melihat dari segala resiko kerugian yang mungkin terjadi dalam bisnis ini.

Untuk resiko kerugian beternak ayam petelur, antara lain :

Ayam Mengalami Kematian

Ini adalah masalah klasik yang terkadang dialami oleh peternak ayam petelur. Disebabkan oleh kurangnya pengawasan terhadap kesehatan ayam. Oleh sebab itu, ketika terindikasi ada ayam petelur yang sakit maka berikanlah pengobatan secara intensif. Dengan cara memberikannya obat atau vaksinasi.

Harga Telur Tidak Stabil

Resiko kerugian lain yang bisa terjadi pada budidaya ternak ayam petelur Anda adalah harga telur yang tak stabil. Seperti harga telur ayam yang turun. Yang membuat pemasukan dari bisnis telur merosot tajam. Sedangkan harga pakan ayam terus naik.

Malas dan Mudah Menyerah

Dalam berbisnis ternak ayam petelur Anda akan menghadapi berbagai rintangan dan hambatan serta kendala. Dan terkadang semua itu membuat semangat Anda kendur. Di sinilah Anda memerlukan mental pengusaha yang kuat yakni tekad yang kuat, tujuan yang jelas, bersemangat tinggi, rajin, ulet dan pantang menyerah.

Bagi seorang pemula sangat rawan untuk membuka usaha ternak ayam petelur secara besar-besaran. Mengingat bekal pengetahuan dan pengalaman yang masih minim. Sehingga resiko kerugian beternak ayam petelur sangat mungkin terjadi.Seperti ayam menderita suatu penyakit hingga mengalami kematian dalam jumlah banyak.

Bagaimana Anda berminat memulai usaha ternak ayam petelur skala kecil?

Apabila berminat maka silahkan pelajari dulu cara ternak ayam petelur yang baik dan benar sehingga Anda akan menjadi peternak ayam yang sukses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *