Cara Sukses Memulai Usaha Fotokopi dan Alat Tulis dari Nol

usaha fotokopi bagi pemula

Usaha Fotokopi…. usaha ini mungkin terlihat mahal untuk sebagian orang. Disamping itu, memiliki resiko modal macet jika fotokopi tidak laku. Hal ini membuat banyak orang ciut nyali untuk memulai bisnis fotokopi dan lebih memilih usaha lain.

Padahal akan sangat menguntungkan jika Anda berani mengambil resiko memulai usaha ini. Karena saingannya tidak banyak. Sebenarnya usaha fotokopi dan alat tulis adalah usaha yang cukup menguntungkan jika Anda bisa menjalankannya dengan baik.

Yang paling penting adalah Anda bisa mencari tempat yang tepat dan bisa memberikan pelayanan maksimal untuk pelanggan.

Apa kelebihan usaha ini dibandingkan usaha lain?

Ada beberapa kelebihan yang bisa Anda dapatkan dari usaha fotocopy, yaitu

  • Saingan tidak banyak
  • Tidak basi
  • Bisa sambil jualan lain
  • Selalu dibutuhkan orang

Sementara untuk kekurangannya adalah:

  • Harus menyewa tempat yang tepat yang mungkin harganya akan mahal
  • Terkadang ada kendala mesin

Lalu bagaimana cara memulai usaha fotokopi dan alat tulis bagi pemula?

Untuk merintis usaha fotokopi ini yang Anda butuhkan adalah calon pelanggan, tempat fotokopi dan perlengkapan fotokopi dan peralatan ATK serta barang lain sebagai penambah profit Anda.

Rencanakan usaha Anda dengan baik jika Anda ingin berhasil. Untuk itu, coba jawablah pertanyaan dibawah ini dan tulislah jawaban didalam buku catatan Anda.

1. Siapa calon pelanggan yang Anda tuju?
2. Berapa jarak tempat calon target ke tempat usaha Anda?
3. Berapa banyak kebutuhan fotokopi mereka setiap harinya?
4. Bagaimana cara Anda menarik mereka membeli di tempat Anda?
5. Bagaimana cara Anda membuat calon pembeli menjadi pelanggan tetap?
6. Bagaimana Anda mengatur pendapatan dan pengeluaran?

Anda harus bisa menjawab 6 pertanyaan diatas. Jika Anda bisa menjawab semuanya maka Anda sudah siap membuka usaha fotocopy.

Baca juga : Tantangan Memulai Usaha Sendiri dan Cara Mudah Mengatasinya

Berapa Modal yang Dibutuhkan untuk Buka Jasa Fotokopi?

Sebenarnya hal ini tergantung seberapa besar usaha yang ingin Anda bangun. Jika konsumen Anda hanya lebih banyak fotokopi 1-2 lembar saja, fotokopi model print scanner sudah cukup. Jika sampai setebal buku pasti juga akan kelabakan.

Namun jika Anda ingin membuka usaha fotokopi dengan mesin fotokopi besar, maka Anda setidaknya membutuhkan modal sekitar 30-40 juta…

Namun tetap saja hal ini tergantung Anda ingin membuka usaha dimana. Karena setiap tempat memiliki harga sewa yang berbeda-beda..

Oh jadi modalnya sekitar 30-40 juta ya.., itu untuk apa saja?

Ada beberapa peralatan yang Anda butuhkan saat memulai usaha fotokopi. Beberapa diantaranya adalah :

• Mesin fotokopi standar – Rp 7.000.000 s/d Rp 30.000.0000. Anda bisa mengeceknya disini
• Sewa tempat usaha Rp 8.000.000
• Kertas dan tinta fotokopi – 2.000.000
• Etalase – 3.000.000
• Alat pemotong kertas dan perlengkapan lain – Rp 2.000.000
• ATK untuk dijual 4.000.000
• Dan dana promosi. 1.000.000

Tentu saja modal ini hanya perkiraan karena harga mesin dan sewa tempat bisa berbeda. Tergantung kondisi dan kota tempat Anda membuka usaha. Belum lagi biaya operasional lain seperti menggaji karyawan dan biaya tak terduga lainnya yang terkadang datang tak disangka-sangka.

Oleh sebab itu, batas minimal untuk memulai usaha fotokopi bisa mencapai Rp 50.000.000. Memang menentukan modal adalah hal yang cukup krusial bagi pengusaha fotokopi, khususnya pengeluaran yang paling mahal yaitu mesin fotokopi dan tempat sewa.

Jika Anda bisa mendapatkan mesin dan tempat yang bagus dengan harga murah, maka Anda akan lebih cepat balik modal.

Baca juga : 11 Cara Mudah Mencari Modal Usaha Untuk Bisnis Anda

Pilih Mesin Fotokopi Baru atau Mesin Fotokopi Bekas?

usaha fotokopi dan alat tulis bagi pemulaTerkadang hal ini membuat dilema, mau beli mesin fotokopi bekas takut gampang rusak dan perawatan mahal. Mau beli mesin fotokopi baru harganya juga mahal.

Lalu lebih baik yang mana..?

Harga mesin fotokopi baru yang masih standar dan bermerek berkisar antara 15 hingga 30 juta, sedangkan mesin fotokopi bekas bisa Anda beli dengan harga 6-10 juta tergantung kondisi mesin fotokopi.

Dikutip dari plazafotocopy “salah satu kesalahan fatal pengusaha fotokopi pemula adalah memaksakan membeli mesin fotokopi baru”. Pemilik plaza fotocopy berpendapat bahwa banyak pemula yang memaksakan diri membeli mesin baru tanpa informasi terlebih dahulu. Alasannya adalah takut ada masalah di mesin bekas dan akan butuh banyak biaya untuk perawatan dan servis.

Asal Anda tahu, dalam usaha fotokopi, masalah pada mesin akan selalu ada. Entah itu mesin bekas atau mesin baru. Tidak ada jaminan mesin baru tidak bermasalah.

Pembelian mesin baru akan memberatkan modal Anda, misalkan Anda memiliki modal 30 juta dan harga mesin bekas adalah 10 juta, maka dengan modal tersebut Anda bisa membeli 2 mesin fotokopi, menyewa tempat dan membeli beberapa perlengkapan fotokopi.

Yang terpenting Anda bisa memilih mesin bekas yang berkualitas. Jika Anda tidak dapat memilihnya, Anda bisa meminta tolong teman atau tukang servis yang paham mesin fotocopy untuk memilihkan mesin bekas berkualitas untuk Anda.

Baca juga : 7 Peluang Kerja dari Rumah yang Menjanjikan dan Berpenghasilan Tinggi

Cara Memilih Tempat Usaha Fotokopi

Bagian ini adalah bagian paling penting dalam usaha fotokopi. Saat Anda salah menentukan lokasi usaha, maka bisa dipastikan usaha Anda tidak akan berkembang. Meskipun Anda memiliki mesin yang bagus dan pelayanan yang baik.

Anda harus bisa mencari tempat yang strategis untuk usaha Anda, hal ini berhubungan dengan pertanyaan yang Anda baca diatas tentang :

  • Siapa calon konsumen Anda?
  • Berapa jarak tempat mereka ke usaha fotokopi Anda?
  • Berapa banyak kebutuhan mereka setiap hari?

Usahakan untuk memilih tempat yang punya permintaan fotocopy dengan jumlah yang banyak setiap harinya. Contohnya tempat di dekat kampus, sekolah, atau perkantoran.

Setelah Anda menentukan siapa calon konsumen, dalam hal ini saya sarankan untuk menarget konsumen mahasiswa dan pelajar. Anda harus memperhitungkan jarak antara sekolahan atau kampus ke tempat fotokopi Anda. Apakah jaraknya jauh atau dekat.

Usahakan untuk mencari tempat yang sedekat mungkin dengan kampus/sekolahan tersebut. Karena jika jauh, mereka tidak akan menuju ke tempat Anda dan lebih memilih tempat fotokopi terdekat.

Setelah itu yang Anda harus pastikan adalah berapa banyak permintaan jasa fotokopi mereka. Anda bisa memperhitungkannya dengan cara melihat berapa banyak mahasiswa/murid yang ada di sarang target market Anda.

Jika Anda menarget kampus, maka cari tahu berapa mahasiswanya, jika jumlahnya sedikit… jangan memaksakan diri untuk membuka bisnis fotocopy di dekat situ, karena yang memesan jasa akan sedikit.

Namun jika Anda sudah mendapatkan data berapa banyak murid/mahasiswa dan mencari tahu berapa banyak dan berapa sering mereka fotocopy. Dan Anda yakin permintaan fotocopy mereka banyak, Anda bisa mulai membuka tempat fotocopy Anda.

lalu rukonya harus seperti apa? Apakah harus bagus?

Saat memilih tempat, usahakan di tempat yang bagus dan sewanya murah. Namun jika tidak ada tempat yang bagus yang dekat dengan target. Maka Anda bisa menyewa tempat terdekat dengan kampus meskipun tempatnya tidak begitu bagus.

Mahasiswa tidak begitu peduli dengan bentuk tempat usaha Anda, yang penting kualitas fotocopy Anda bagus dan harganya terjangkau.

Baca juga : 9 Tips Sukses Usaha Cuci Motor dan Analisa Modal Usahanya

Berapa Harga Sewa Tempat Usaha Fotocopy Agar Tidak Merugi?

Hal ini tentu tergantung dimana Anda menyewa tempat dan berapa banyak permintaan jasa fotocopy.

Saat Anda dalam proses mencari data berapa banyak permintaan jasa. Anda bisa mengira-ngira berapa banyak untung Anda. Nah, pastikan keuntungan tersebut dapat menutupi biaya sewa Anda.

Contoh:

Anda menarget kampus dengan jumlah mahasiswa 500.
Permintaan akan fotocopy 1000 permintaan (asumsi 1 orang fotocopy 2 kali sebulan)
Dari 1000 permintaan tersebut profit yang dihasilkan adalah Rp. 5000.000

Maka usahakan untuk mencari tempat dengan sewa dengan sewa dibawah Rp. 4.000.0000, kenapa dibawah 4 juta, karena yang 1 juta untuk membayar listrik dan lain-lain.

Namun hal ini hanya contoh, Anda bisa menyesuaikan dengan keadaan yang ada di kota Anda.

Setelah Anda menentukan tempat fotocopy dan mesin seperti apa yang akan Anda beli, Anda bisa merencanakan langkah berikutnya, yaitu :

Jualan ATK Sebagai Pendamping Fotocopy

jualan alat tulis kantor (ATK)Anda harus menjual barang lain selain fotocopy untuk menambah penghasilan Anda. Namun ingat, barang yang Anda jual harus selaras dengan fotocopy. Contohnya ATK (alat tulis kantor) seperti buku, pulpen, pensil, map, kebutuhan mahasiswa dan siswa untuk mereka sekolah.

Jangan menjual barang seperti makanan, tas, atau yang bukan ATK. Karena hal ini akan membuat usaha Anda terlihat berantakan dan tidak fokus.

Menurut plazafotocopy “hal ini adalah salah satu pemicu kegagalan pengusaha fotocopy pemula”.

Menjual ATK bukan hal yang wajib, namun dengan menjualnya Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Setelah itu pikirkan juga cara berpromosi Anda.

Cara Mempromosikan Usaha Fotokopi Agar Laris

Salah satu cara agar usaha Anda ramai adalah dengan mempromosikanya. Jika Anda ingin usaha Anda laris, Anda juga harus melakukannya sendiri.

Itulah kenapa pada rincian modal usaha, saya membuat anggaran Rp. 1.000.000 untuk biaya promosi.

Banyak pengusaha yang meremehkan promosi ini, mereka berfikir kalau usaha mereka kecil, jadi tidak perlu melakukan promosi atau iklan. Cukup dengan banner di depan tempat usaha berukuran sedang, yang tidak pernah diganti selama bertahun-tahun.

Jangan lakukan hal yang sama jika Anda ingin usaha Anda ramai. PROMOSIKAN USAHA FOTOKOPI ANDA!!!!

Bagaimana cara promosi dan apa yang harus dilakukan?

Ada banyak cara promosi yang bisa Anda lakukan melalui online maupun offline. Tapi untuk usaha fotocopy ini akan sangat efektif jika Anda berfokus pada promosi offline, tapi jangan lupakan promosi online Anda juga..

Cara promosi offline apa yang bagus?

Banner

Pilihan pertama adalah dengan menggunakan Banner. Jika kebanyakan orang hanya membuat satu banner saja yang di pajang di depan toko, maka Anda harus menggunakan banyak banner sekaligus, Anda bisa memasang 4-6 banner di sepanjang jalan dimana usaha Anda berada.

Anda bisa juga memasang banner di depan kampus yang Anda target, berikan penawaran atau bonus yang menarik agar mereka mau mencoba memakai jasa fotocopy Anda.

Bonus

Cara promosi offline yang kedua adalah dengan memberikan bonus. Bisa dengan cara memberikan undian berhadiah ATK atau diskon untuk beberapa kali pembelian.

Jika Anda ingin memberikan bonus, pastikan semua orang tahu, gunakan banner secara brutal. Anda bisa memasang banyak banner dengan penawaran BONUS jika membeli di tempat Anda.

Kesimpulan

Dalam memulai usaha fotokopi, jangan memaksakan diri membeli mesin fotocopy baru. Disamping itu pastikan Anda memilih tempat usaha di lokasi yang strategis dan promosikan usaha Anda dengan brutal.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *