Timbulnya Masalah Rumah Tangga Akibat 15 Kesalahan Suami

ilustrasi masalah rumah tangga akibat kesalahan suami via pixabay

Sebuah hubungan pernikahan tidak akan pernah lepas dari masalah rumah tangga. Baik itu yang baru menikah maupun yang usia perkawinannya sudah lama sekalipun. Timbulnya masalah dalam rumah tangga bisa disebabkan oleh berbagai hal. Entah dari pasangan itu sendiri atau pun orang lain.

Sebenarnya artikel ini saya buat sebagai penyeimbang dari tulisan saya sebelumnya yang berjudul “Timbulnya masalah rumah tangga akibat 15 kesalahan istri”. Agar para suami tahu, bahwa masalah yang sering timbul tanpa disadari terjadi karena kesalahan mereka.

Untuk lebih jelasnya, berikut 15 masalah rumah tangga yang sering terjadi akibat kesalahan istri.

1. Bersikap Terlalu Dominan

Memang sudah menjadi kodratnya jika istri harus menurut pada suami. Tapi bukan berarti Anda sebagai suami lantas bersikap terlalu dominan. Membatasi ruang gerak istri dan berusaha berkuasa atas diri seorang istri adalah cara yang sangat keliru.

Anda memilih istri untuk dijadikan pendamping hidup. Bukan sebagai pesuruh yang mana Anda bisa mengaturnya semau sendiri. Posisikan istri sebagai orang yang sejajar dengan Anda dalam hubungan rumah tangga. Dia juga berhak ikut ambil bagian dalam mengendalikan bahtera rumah tangga. Seperti mengambil keputusan, memberikan masukan dan menasehati disaat Anda berbuat kesalahan.

Walaupun tetap ada batasan dimana dia tidak boleh terlalu berkuasa terhadap Anda. Karena suatu hubungan yang terlalu didominasi oleh istri, juga tidak akan berjalan dengan normal. Lebih baik Anda maupun istri saling bahu membahu dalam membangun rumah tangga agar selalu harmonis.

2. Tidak Menghargai Istri

ilustrasi memberi bungaSaling menghargai adalah elemen penting dalam menjalani sebuah hubungan. Ketika seorang istri merasa tidak dihargai atas apa yang ia lakukan. Maka dia akan kehilangan perasaan positif pada dirinya. Sehingga dia merasa bahwa pengorbanannya selama ini tidak ada harganya di mata Anda. Hal ini tentu akan menimbulkan masalah rumah tangga yang pelik.

Ketika seorang istri melayani Anda dengan setulus hati, dia tidak membutuhkan ucapan terima kasih dari Anda. Dia lebih menginginkan sebuah tindakan daripada hanya sekedar ucapan terima kasih.

Misalnya ketika dia sudah capek memasak dan membersihkan rumah. Anda bisa menghilangkan rasa lelah dengan memijatnya. Hal ini tentu akan membuat ia merasa bahagia melihat Anda begitu memperhatikannya.

Sesekali Anda bisa memberikan kejutan dengan membelikannya bunga atau hadiah lainnya. Atau mengajaknya makan malam berdua. Dengan begitu dia akan merasa bahwa jerih payahnya selama ini selalu Anda hargai.

3. Tidak Memiliki Tanggung Jawab

Istri mana yang tahan melihat seorang suami yang tidak bertanggung jawab. Arti dari tanggung jawab disini ada banyak sekali. Misalnya suami yang tidak mau mencari nafkah. Entah itu karena dipecat dari tempat kerjanya atau memang belum punya pekerjaan. Sudah begitu dia tidak mau berusaha mencari uang untuk menghidupi keluarganya. Lebih parah lagi ketika dia malah mengandalkan istri yang bekerja.

Ciri suami tidak bertanggung jawab lainnya diantaranya suka ingkar janji, sering berbohong, tidak mau mengalah, merasa paling benar dan lain sebagainya. Ketika Anda sebagai suami memiliki sifat seperti ini. Maka jangan salahkan jika sampai istri berontak yang pada akhirnya akan menjadi polemik dalam hubungan rumah tangga.

Sebagai pemimpin rumah tangga, Anda harus bisa bersikap bijak dan tahu apa yang menjadi tanggung jawab Anda. Seandainya Anda kena PHK dari perusahaan, jangan lantas Anda menyerah begitu saja. Segera cari kerjaan lain atau mencoba merintis usaha sendiri dari nol. Tuhan tidak akan membiarkan umatnya terlantar begitu saja. Apalagi Anda berusaha mencari nafkah demi keluarga.

4. Terlalu Sibuk dengan Dunianya Sendiri

ilustrasi suami terlalu sibuk bekerjaSatu lagi masalah rumah tangga yang sering timbul akibat kesalahan suami adalah saat dia terlalu sibuk dengan dunianya sendiri. Harus diakui sebagai pekerja kantoran, Anda memiliki jadwal yang padat mulai jam 6 pagi hingga jam 5 sore. Belum lagi jika harus lembur. Serasa waktu Anda hanya untuk kerja saja.

Hal ini terkadang membuat Anda merasa menjadi orang paling capek sedunia. Sehingga saat pulang kerja, Anda jarang menanggapi saat istri mengajak ngobrol atau pun memedulikan ketika anak-anak mengajak bermain. Anda malah sibuk bermain smartphone dan tidak mau membantu pekerjaan istri dirumah.

Pada akhir pekan, Anda memilih untuk menghabiskan waktu dengan hobi Anda memancing bersama teman-teman Anda tanpa mengajak istri dan anak. Hal ini tentu akan membuat mereka kecewa dengan sikap Anda. Mereka memaklumi jika Anda lelah karena telah bekerja seharian demi menafkahi keluarga. Namun, bukan berarti Anda berhak mengabaikan mereka.

Istri Anda bukan tidak kerja. Dia harus memasak, mengurus rumah, mengasuh anak dan segala pekerjaan membosankan lainnya dirumah. Bayangkan ketika Anda ada di posisinya. Mungkin Anda tidak akan mampu melakukannya. Dan harapan seorang istri ketika melihat suaminya pulang kerja tentunya bisa bercengkerama dan melakukan aktivitas seru bersama keluarga. Bukan malah menyibukkan diri dengan dunia Anda sendiri.

Baca juga : Suami Harus Tahu! 12 Ciri Istri Selingkuh Dibelakang Anda

5. Menutup Diri dari Istri

Kebanyakan wanita memiliki sikap terbuka dan sering menceritakan segala hal yang ia tahu kepada pasangannya. Sehingga saat terjadi permasalahan, mereka berharap pasangannya bisa memberikan solusi. Sebaliknya, pria cenderung memiliki sifat tertutup. Sehingga terkadang mereka tidak harus menceritakan segala hal pada istri.

Tapi terkadang sikap seperti ini sering menimbulkan pertengkaran dalam rumah tangga. Misalnya saja saat Anda sedang stres dengan pekerjaan di kantor. Istri yang tidak tahu menahu, terkadang menjadi sasaran kekesalan hanya karena istri bertanya suatu hal yang tidak pas dihati Anda.

Alasan seorang suami menutupi diri dan tidak mau bercerita karena menganggap bahwa istri juga tidak akan bisa menyelesaikan masalahnya. Padahal anggapan seperti ini salah besar. Seorang istri sadar bahwa dia belum tentu menyelesaikan masalah yang Anda hadapi.

Tetapi dengan mencoba berbagi masalah padanya. Beban moril Anda akan berkurang. Selain itu, istri adalah seorang motivator ulung yang akan selalu mensuport Anda untuk bisa mencari jalan keluar dari masalah yang sedang Anda hadapi.

Baca juga : 14 Masalah Dalam Rumah Tangga Dan Penyelesaiannya Bagi Yang Baru Menikah

6. Tidak Mau Menunjukkan Rasa Sayang

Saat berpacaran, pria biasanya sangat intens mengungkapkan rasa cintanya. Entah itu lewat kata-kata maupun aksi-aksinya. Tapi setelah menikah, terkadang terjadi perubahan sikap yang kadang membuat istri merasa suaminya telah berubah.

Padahal tidak demikian. Meskipun telah menikah, perasaan cinta terhadap istri tetap tidak berubah. Hanya saja mungkin karena sudah tinggal serumah dan kesibukan suami dalam bekerja serta kehadiran anak. Membuat suami jarang mengungkapkan rasa sayang.

Tapi alasan seperti itu tidaklah tepat. kebanyakan pria sebenarnya malu dan canggung mengungkapkan kata-kata cinta pada istri. Hal inilah terkadang menimbulkan konflik dan masalah rumah tangga. Karena seorang istri sangat membutuhkan hal tersebut. Dimana dia selama ini memiliki keraguan di hatinya dan menganggap bahwa cinta Anda sudah berkurang.

Jalan keluar masalah rumah tangga ini ada ditangan suami. Belajarlah menunjukkan rasa sayang Anda seperti saat Anda berpacaran dulu. Dengan begitu istri tahu bahwa Anda masih tetap mencintainya.

7. Bersikap Keras dan Kasar Terhadap Istri

Seorang istri pastinya ingin diperlakukan secara lembut dan penuh kasih sayang. Ketika dia mendapati suaminya sering berkata-kata keras dan membentak, maka pertengkaran dalam rumah tangga tidak akan terhindarkan.

Apalagi jika suami suka main tangan. Tentu istri akan menderita secara fisik dan mental. Hubungan rumah tangga seperti ini tidak akan pernah sehat dan ujung-ujungnya mereka tidak bisa menghindari perceraian.

Oleh sebab itu, selalu hindari berkata-kata keras pada istri meskipun terjadi cekcok dalam rumah tangga. Apalagi jika Anda sampai melakukan tindak KDRT. Jika istri tidak terima, bisa-bisa Anda malah berurusan dengan pihak berwajib.

Baca juga : 10 Tips Ampuh Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

8. Tidak Mau Mendengar Pendapat dan Nasehat Istri

Istri bukan hanya sekedar hiasan untuk mengisi kekosongan dalam hidup Anda. Menikahinya berarti Anda harus bisa saling melengkapi satu sama lain. Meskipun Anda berperan sebagai nahkoda dalam rumah tangga. Bukan berarti Anda bisa bertindak semaunya sendiri. Libatkan dia dalam setiap keputusan yang Anda ambil

Bukan malah mengabaikannya tanpa sedikit pun mendengar atau menerima pendapat dari istri. Sikap seperti inilah yang menimbulkan permasalahan keluarga. Anda merasa bahwa Anda mampu melakukan segala sesuatu sendiri tanpa perlu minta pendapat istri. Tapi saat terjadi permasalahan, Anda tidak mau disalahkan.

Meskipun istri Anda bukan orang pintar, tetap hargai dia dengan meminta saran atau nasehatnya. Apalagi kalau sudah menyangkut masalah kehidupan keluarga. Jangan khawatir jika terjadi perbedaan pendapat. Karena dengan begitu akan ada solusi terbaik untuk memecahkan masalah tersebut.

9. Tidak Terbuka dalam Hal Keuangan

ilustrasi menutupi keuanganSudah bukan rahasia umum lagi jika penyebab perceraian yang sering terjadi akibat masalah keuangan. Tidak terbuka dalam hal keuangan tentu membuat istri curiga dan berpikiran macam-macam pada Anda.

Meskipun Anda sudah memberikan sejumlah uang untuk segala kebutuhan keluarga seperti uang belanja bulanan, kebutuhan istri, uang pendidikan anak dan keperluan rumah tangga lainnya.

Tapi tetap saja Anda harus transparan tentang penghasilan Anda selama ini. Darimana Anda mendapatkannya dan untuk apa saja keperluan yang biasa Anda gunakan untuk diri sendiri. Karena jika Anda menutupinya dari istri, tentu dia akan curiga dan menduga Anda menggunakannya untuk hal-hal tidak benar seperti selingkuh dengan wanita lain.

Oleh sebab itu, bersikaplah terbuka dalam hal finansial. Tidak akan menjadi masalah jika istri tahu tentang seluruh pendapatan Anda. Kecuali jika istri Anda termasuk orang yang memiliki kebiasaan boros. Maka, Anda perlu membatasinya.

Berbeda jika istri Anda orangnya hemat dan pintar mengatur keuangan. Lebih baik Anda percayakan keuangan padanya karena dia yang lebih tahu tentang segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan rumah tangga.

Baca juga : 10 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Bagi Pasangan Baru Nikah

10. Egois dalam Hubungan di Ranjang

Hubungan di ranjang selalu menjadi sumber masalah rumah tangga yang sering terjadi jika diantara pasangan tidak saling mengerti. Kadangkala suami bersikap egois dan harus selalu dituruti ketika sedang ingin berhubungan badan.

Tapi, Anda tidak pernah mau tahu disaat istri terkadang juga menginginkan hal yang sama. Karena pada dasarnya seorang wanita tidak akan memintanya secara langsung. Dia hanya akan memberikan sinyal pada Anda, namun Anda mungkin tidak pernah menyadarinya.

Terkadang, pria juga sangat egois saat melakukan hubungan suami istri. Istri butuh koneksi sebelum melakukan hubungan. Mulai dari kata-kata mesra, cumbuan dan lain sebagainya. Bukan langsung melakukannya tanpa pemanasan sedikit pun. Keegoisan suami seperti inilah yang kadang membuat istri mencari kepuasan dengan pria lain.

Padahal, jika Anda mampu memberikan kebahagiaan saat berhubungan di ranjang. Dia akan merasa menjadi wanita yang selalu bahagia dalam kesehariannya.

11. Tidak Mau Meminta Maaf

Terjadi pertengkaran dalam rumah tangga adalah hal biasa. Hampir semua orang pasti mengalaminya. Tapi yang menjadi masalah ialah saat kedua-duanya tidak mau saling menyalahkan dan merasa paling benar.

Anda sebagai suami terkadang tidak mau disalahkan padahal sebenarnya dalam hati mengakui bahwa Anda salah. Mungkin karena sudah terlanjur basah dan malu. Pada akhirnya Anda terus mempertahankan argumen.

Padahal jika Anda mau jujur pada diri sendiri dan mau mengakui kesalahan Anda. Sebenarnya permasalahan seperti itu tidak akan terjadi. Berbesar hatilah untuk meminta maaf terlebih dahulu. Toh sikap Anda ini tidak akan menurunkan derajat Anda di mata istri. Malah dia merasa bangga memiliki suami yang mau mengakui kesalahannya.

12. Jarang Memuji Istri

Wanita itu sangat suka dipuji. Apalagi untuk hal-hal yang berhubungan dengan penampilannya. Ketika Anda jarang sekali memberikan dia pujian. Tentu istri akan merasa bahwa dia tidak cantik lagi dan tidak layak menjadi istri Anda.

Oleh sebab itu, cobalah untuk lebih sering memujinya. Apalagi ketika dia sedang mencoba gaya baru dalam hal penampilan. Misalnya saat dia potong rambut. Sebelum dia minta pendapat Anda, dahulukan dengan memujinya bahwa dia terlihat lebih cantik dengan gaya rambut seperti itu.

Sikap Anda ini tentunya akan membahagiakan hati istri yang mana akan semakin membuat rumah tangga kalian semakin harmonis.

Baca juga : 12 Tips Rumah Tangga Bahagia dan Harmonis Selamanya

13. Mengabaikan Kegelisahan Istri

ilustrasi kegelisahan istriMengabaikan kegelisahan istri adalah tindakan yang sering dilakukan para suami. Jika hal ini dilakukan terus-menerus, maka akan memicu masalah rumah tangga. Kegelisahan seorang istri biasa ditunjukkan saat dia sedang mengalami cemas berlebihan karena takut kehilangan Anda.

Kadangkala, dia mencoba terlihat menggoda dengan pertanyaan-pertanyaan yang Anda anggap tidak penting. Misalnya pertanyaan apakah Anda masih mencintainya atau apakah tidak ada wanita lain dalam hidup Anda.

Hal ini terkadang membuat Anda merasa tidak nyaman dan menimbulkan kemarahan pada diri Anda. Pada akhirnya pertengkaran tidak bisa terhindarkan.

Padahal, tujuan istri bertanya seperti itu bukan karena dia mencurigai Anda. Dia hanya ingin menghilangkan kegelisahan di hatinya dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa Anda masih mencintainya. Karena Anda sebagai suami tidak pernah berusaha meyakinkan bahwa hidup Anda hanya untuknya.

14. Tidak Mau Membantu Pekerjaan Istri

Kesalahan yang sering dilakukan seorang suami ialah tidak pernah mau membantu pekerjaan istri. Jika Anda sering berbuat demikian, maka Anda termasuk tipe suami yang sombong. Merasa bahwa tugas Anda sudah cukup dengan bekerja dan mencukupi kebutuhan keluarga.

Semua pekerjaan rumah Anda bebankan pada istri tanpa pernah memikirkan betapa capeknya tugasnya. Membersihkan rumah, mencuci dan menyetrika baju, memasak untuk keluarga tanpa sekalipun mengeluh dan minta bantuan Anda.

Sebenarnya dia ingin minta tolong Anda. Tapi karena rasa kasihan melihat Anda bekerja dari pagi hingga sore membuatnya urung meminta pertolongan. Oleh sebab itu, Anda harus berinisiatif sendiri dengan meringankan pekerjaannya. Misalnya sesekali Andalah yang memasak untuknya.

Anda juga bisa membantunya berberes rumah atau memandikan si kecil. Toh tindakan Anda tidak akan menurunkan derajat Anda di mata siapapun. Malah orang lain akan merasa iri melihat Anda mau membantu meringankan beban pekerjaan istri.

15. Kurangnya Komunikasi

Komunikasi yang baik menjadi landasan sebuah keharmonisan dalam rumah tangga. Ketika hal ini tidak bisa terpenuhi dengan baik, maka akan muncul masalah rumah tangga secara terus menerus. Ini yang harus di minimalisir oleh para suami terutama ketika berada diluar rumah.

Selalu berikan kabar pada istri dirumah saat Anda mengalami hambatan. Misalnya ketika harus lembur atau macet dijalan. Hal ini agar istri tidak khawatir atau was-was menunggu Anda yang tidak kunjung pulang.

Konflik dalam rumah tangga tidak akan terjadi jika antara kedua belah pihak saling mengerti satu sama lain.Sebagai seorang suami, sebisa mungkin hindari timbulnya masalah rumah tangga diatas agar tercipta hubungan rumah tangga bahagia dan harmonis selamanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *