Menu Diet Saat Puasa Agar Berat Badan Cepat Turun

menu diet saat puasa biar cepat turun

Menu Diet Saat Puasa – Bulan Ramadhan adalah salah satu bulan yang paling ditunggu semua muslim di seluruh dunia. Selain menjanjikan banyak pahala bagi yang menjalankan ibadah puasa. Ada banyak manfaat puasa yang bisa Anda dapatkan. Mulai dari mencerdaskan pikiran, menjaga daya tahan tubuh dan menurunkan berat badan bagi yang sedang melakukan program diet.

Menurunkan badan saat puasa tentu lebih mudah karena Anda tidak boleh makan dan minum apapun seharian. Namun beberapa orang mengaku berat badan mereka malah bertambah selama puasa. Hal ini terjadi mungkin disebabkan pemilihan menu diet saat puasa yang tidak tepat.

Nah, kali ini saya akan membahas tentang menu diet puasa Ramadhan dan apa saja yang harus Anda hindari agar setelah bulan puasa usai, berat badan Anda turun dan Anda merasa percaya diri mengenakan baju untuk lebaran.

Kenapa Puasa Malah Tambah Gendut?

Sebelum kita membahas tentang menu diet saat puasa Ramadhan, Anda perlu mengetahui bahwa ada banyak orang yang mengaku mengalami penambahan berat badan selama puasa.

Kok bisa? Padahal kan puasa tidak makan? Kenapa malah tambah naik?

Untuk memahami hal ini Anda harus tahu terlebih dahulu kenapa berat badan bisa bertambah.

Penyebab utama kenapa meskipun melakukan puasa sebulan penuh malah mengalami kenaikan berat badan adalah karena bertambahnya jumlah lemak dalam tubuh.

Lalu dari mana datangnya lemak?

Lemak berasal dari kalori yang tidak dirubah menjadi tenaga. Jika dianalogikan seperti motor, maka tubuh Anda adalah motor. Kalori adalah bensin dan gerakan motor adalah tenaga. Jadi untuk menggerakkan tubuh Anda, tentu butuh kalori.

Kalori yang tidak digunakan sebagai bahan bakar tubuh akan mengendap di dalam tubuh dan berubah menjadi lemak. Semakin sering Anda memendam kalori maka akan semakin banyak pula lemak yang akan Anda simpan.

Artinya apa?

Anda semakin gemuk.

Lalu kenapa orang puasa malah tambah gemuk?

Jawabannya sama, karena mereka mengkonsumsi makanan lebih banyak dari yang dia butuhkan dan akhirnya semakin menumpuk di dalam tubuh.

Biasanya ini terjadi karena orang yang sedang puasa biasanya “balas dendam” sehingga ketika tiba waktunya berbuka, mereka makan secara berlebihan. Kadang-kadang malamnya makan lagi dan waktu sahur makannya juga banyak.

Apalagi kalau sudah namanya puasa, pengennya makan yang enak-enak seperti gorengan, makanan cepat saji dan minuman manis yang mana memiliki kandungan kalori yang tinggi.

Sedangkan di siang hari tidak melakukan banyak aktivitas. Jadi kalori yang dia konsumsi saat buka hingga sahur tidak dijadikan tenaga. Yang akhirnya semakin menumpuk hingga menjadi lemak.

Baca juga : 9 Cara diet saat puasa Ramadhan yang aman dan cepat

Menu Diet Saat Puasa yang Cocok?

Selama ukuran kalori yang ada di dalam menu tersebut tepat. Jika Anda bisa mengkonsumsi kalori lebih sedikit dari yang Anda butuhkan, maka Anda bisa lebih kurus.

Jadi begini, diatas Anda sudah mengetahui bahwa kalori adalah bahan bakar utama tenaga. Lalu ketika tubuh mengalami kekurangan kalori untuk dirubah menjadi bahan bakar tenaga, tubuh akan secara otomatis menggunakan simpanan lemak sebagai bahan bakarnya.

Semakin sering Anda mengurangi konsumsi kalori, maka akan semakin banyak lemak yang Anda bakar menjadi tenaga. Yang berarti Anda bisa semakin kurus.

Jika Anda ingin diet Anda maksimal, maka Anda harus menghitung berapa banyak kalori yang Anda butuhkan dalam sehari. Anda bisa menggunakan aplikasi kalkulator kebutuhan kalori di google play store.

Pada umumnya orang dewasa membutuhkan sekitar 2000 kalori dalam sehari. Namun terkadang bisa lebih banyak atau pun lebih sedikit. Tergantung seberapa berat aktivitas yang dikerjakan.

Seorang kuli bangunan membutuhkan kalori lebih banyak dari pada pekerja kantoran. Orang yang bekerja membutuhkan kalori lebih banyak daripada yang tidak bekerja dan hanya tidur-tidur saja dirumah.

Untuk menu diet yang cocok untuk Anda, sesuaikanlah berdasarkan kebutuhan Anda.

Anggap saja kebutuhan Anda adalah 2000 kalori, makan Anda bisa mengkonsumsi lebih sedikit daripada yang Anda butuhkan, misalkan Anda makan 700 kalori saat sahur, 700 kalori saat berbuka, dan 200 kalori saat ngemil di malam hari.

Dibawah ini ada beberapa macam makanan beserta jumlah kalorinya sehingga Anda bisa mengira-ngira berapa kebutuhan Anda.

  • Nasi 100 gram = 130 kalori (satu centong nasi)
  • Telur 100 gram = 155 kalori
  • Sayuran 100 gram = 65 kalori
  • Daging ayam = 239 kalori
  • Daging sapi = 250 kalori
  • Gula = 386 kalori

Hampir semua sayuran memiliki kalori yang rendah. Jadi jika Anda ingin puasa sekaligus diet Anda bisa memilih sayuran sebagai lauk utama dan menggunakan sedikit daging untuk menekan asupan kalori.

Jauhi Gula

Oh iya, jika ada pantangan yang harus Anda hindari adalah gula, jangan mengkonsumsi banyak gula karena ini beresiko membuat Anda semkin gemuk. Kalori dalam gula bisa 2 kali lebih tinggi dari daging. Selain itu, gula memiliki zat yang merangsang otak Anda untuk terus-terusan lapar. Membuat Anda akan makan lebih banyak sehingga kalori yang Anda asup semaki banyak..

Kesimpulan

Pemilihan menu diet saat puasa kuncinya ada di jumlah kalori yang Anda konsumsi, harus lebih sedikit dari kebutuhan harian Anda, misalkan Anda membutuhkan 2000 kalori per hari, Anda bisa mengkonsumsi 1500 atau 1600 kalori saja…

Anda bisa memakan makanan apa saja, baik daging ataupun sayur dan buah, es krim dan lain-lain, selama lebih sedikit dari kebutuhan kalori harian. Itu sudah bisa dijadikan sebagai menu diet saat puasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *