10 Cara Terbaik Mendidik Anak Dalam Islam Sejak Bayi

cara mendidik anak dalam islam

Sebagai seorang muslim, sudah sepatutnya Anda harus tahu cara mendidik anak dalam islam. Penanaman nilai-nilai islam harus diberikan sejak anak masih berusia dini. Sehingga saatnya nanti dia mengetahui tentang dunia luar, sedikit banyak dia sudah memiliki bekal dan tameng untuk menghadapi kerasnya kehidupan.

Sebagai orang tua, perkembangan teknologi yang semakin maju seharusnya bisa membuat Anda lebih mudah dalam mendidik dan membesarkan anak. Namun kenyataannya banyak para orang tua yang salah dalam mendidik anak.

Bukannya diajari tentang ilmu tauhid sejak kecil, orang tua sekarang terkadang malah asyik dengan dunianya sendiri. Sang ayah sibuk dengan pekerjaan dan hobinya. Sementara sang ibu sibuk dengan urusannya sendiri. ujung-ujungnya anak diberikan gadget biar tidak rewel.

Belum lagi jika pasangan suami istri yang sama-sama bekerja. Mereka mempercayakan pengasuhan anaknya pada babysister. Mulai dari mereka berangkat sampai pulang dari kantor. Sehingga sangat sedikit waktu untuk anak.

Jika hal ini dibiarkan, bagaimana anak Anda akan tumbuh kelak. Memang ada saatnya dia akan sekolah dan mendapatkan pendidikan formal dari guru-guru di sekolah. Namun, bukankah Anda sebagai orang tualah yang seharusnya menjadi guru pertama baginya.

Ingat bahwa perilaku anak sedikit banyak akan mengikuti Anda. Ketika Anda sibuk dengan gadget, maka dia akan meniru Anda bermain gadget. Tapi ketika Anda rajin baca Al-Qur’an, dia juga akan penasaran dan ikut-ikutan mengikuti bacaan Anda.

Maka dari itu, mulailah mendidik anak dalam islam selagi belum terlambat. Ingat bahwa anak adalah titipan yang wajib Anda jaga dan diberikan bekal ilmu akhirat yang cukup.

Berikut ini 10 cara terbaik mendidik anak dalam islam yang bisa Anda lakukan bahkan sejak dia masih bayi.

1. Mengajarkan Iman Sejak Kecil

Hal pertama yang mesti Anda ajarkan pada anak ialah keimanan. Karena mengenalkan ilmu tauhid akan menjadi dasar utama untuk kehidupannya kelak. Sebagaimana yang diajarkan Rasulullah kepada para sahabatnya.

Untuk mengenalkan tauhid, sebaiknya dilakukan bahkan ketika masih dalam kandungan. Anda bisa membacakan Al Quran kepadanya. Setelah ia lahir, Anda bisa semakin intensif membacakan Al Quran kepadanya.

Ketika Anda membiasakan membaca Al Quran didekatnya, dia akan tertarik dan mulai meniru apa yang Anda lakukan. Ingat bahwa pada usia keemasan anak, dia akan meniru segala hal yang didengar maupun di lihatnya.

Ketika Anda mengajarkan hal yang baik, maka dia juga akan meniru Anda. Namun, jika Anda sering memberi contoh yang buruk, maka jangan salahkan kalau perkembangannya akan menjadi buruk.

Rekomendasi Artikel : 

7 Cara mengajari anak membaca dengan cepat di usia 4 tahun

2. Mengetahui Tahapan Usia Sang Anak

pendidikan anak menurut islamMeskipun Anda berharap anak bisa tumbuh menjadi seseorang yang pandai mengaji dan rajin beribadah. Bukan berarti Anda terus memaksakan untuk mengajarinya berbagai hal yang dia belum mampu.

Mendidik anak dalam islam pun ada tahapannya. Disesuaikan dengan usia sang anak. Anda bisa mulai mengajarinya saat masih didalam kandungan dengan melakukan hal-hal baik seperti rajin beribadah, beramal dan senantiasa berbuat kebaikan.

Tujuannya agar perilaku yang Anda lakukan akan menular kepada sang anak yang masih didalam kandungan.

Usia Balita

Ketika dia sudah lahir, mulailah dengan mendengarkan Al Quran dan kalimat pujian pada Allah AWT dan Rasulnya. Sehingga ketika mereka mulai bisa bicara, dia akan meniru setiap apa yang dia dengar.

Tahapan mendidik anak pada usia balita, anak-anak atau pun remaja tentu berbeda-beda. Pada usai balita, sebaiknya biarkan anak Anda berkreasi sesuai keinginannya. Yang terpenting jaga perilakunya agar jangan sampai keluar kata-kata kasar darinya.

Disamping itu, mulailah kenalkan dengan bacaan dasar Al Quran seperti Iqro dan mengajarinya menghapal doa-doa ringan seperti doa mau makan, doa selesai makan, doa mau tidur dan lain-lain.

Usia Anak-Anak

Menginjak usia anak-anak, mulailah dengan mengajarkannya membaca bacaan Al Quran secara intensif. Anda bisa memulainya dengan mengajarkan anak menggunakan buku Iqro mulai dasar hingga seterusnya.

Jika Anda termasuk orang yang sibuk bekerja. Daftarkan anak Anda untuk mengaji di TPA atau mengundang guru ngaji di rumah. Disini Anda harus sudah mengajarkan sikap disiplin pada anak dengan rutin mengaji setiap hari.

Meskipun anak sudah memiliki guru ngaji, bukan berarti Anda lantas membiarkannya sendiri. Usahakan Anda mengetes bacaan yang sudah dia pelajari. Hal ini juga sebagai bentuk perhatian kepada sang anak. Ketika Anda memberikan pujian dengan kegiatan yang dia lakukan diluar, dia akan merasa senang karena Anda begitu memperhatikannya.

Anda juga harus mulai mengajarinya bacaan shalat dengan metode menghapal jika dia belum bisa membaca. Disamping itu, sering-seringlah untuk mengajaknya shalat bersama baik dirumah maupun di masjid.

Utamakan mengajaknya ke masjid karena ketika dia sering berkumpul dengan lingkungan yang positif. Akan membentuk karakter yang positif.

Beritahukan padanya bahwa masjid adalah rumah Allah. Ketika anak sudah terbiasa diajak shalat di masjid, biasanya dia malah yang akan mengajak Anda duluan ketika sudah adzan, namun Anda belum siap-siap berangkat.

Baca juga : 16 Tips mendidik anak supaya anda menjadi ayah yang hebat

Usia Remaja

Pada tahap ini, seharusnya anak sudah bisa shalat dan fasih dengan bacaannya. Dia juga sudah mulai lancar untuk membaca Al Quran. Sehingga Anda bisa mulai mengajarinya tentang kehidupan. Karena pada usia ini, adalah usia paling rawan dalam pembentukan mental dan kepribadiannya.

Pada usia ini, dia juga sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Jadi tetap pantau perkembangan anak mulai dari tingkah lakunya, beribadah maupun pergaulan dengan teman-temannya.

Terutama masalah pergaulan, jangan biarkan dia bergaul dengan orang-orang yang bisa membawa pengaruh negatif kepadanya. Ada banyak kasus dimana remaja yang mana kalau dirumah terlihat alim, kenyataannya saat berkumpul dengan teman-temannya malah urakan, merokok bahkan minum-minuman keras.

Jadi tetap pantau pergaulannya ya. Rutinlah berikan dia nasihat dan ajaklah dia terlibat dalam pembahasan keluarga. Sehingga dia merasa dianggap ditengah-tengah keluarga Anda.

Rekomendasi Artikel :

14 Cara mendidik anak laki-laki sejak usia dini

3. Mengamati Sifat dan Karakter Anak

Setiap anak tentu memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Anak yang dilahirkan pada satu ibu yang sama saja memiliki sifat yang berbeda. Apalagi dengan ibu yang lain.

Misalnya saja dalam mendidik anak pertama dengan metode A. Belum tentu anak kedua Anda bisa didik dengan metode yang sama. Anda mungkin bisa mendidik anak pertama dengan sedikit keras, tapi belum tentu Anda bisa melakukannya untuk anak yang kedua.

Kenapa?

Karena karakter setiap anak dan daya tangkapnya berbeda-beda. Ada yang cepat tanggap tapi ada juga yang lambat. begitu juga metode mendidik anak perempuan pasti berbeda dengan mendidik anak laki-laki. Jadi jangan Anda sama ratakan ya.

Amati terlebih dahulu sifat dan karakter si anak. baru Anda pikirkan bagaimana cara terbaik mendidik anak dalam islam.

Rekomendasi Artikel :

17 Cara mendidik anak perempuan sejak usia dini

4. Mengajari Anak Tentang Sholat dan Ibadah Lainnya

mengajari anak shalatSeperti yang sudah saya bahas diatas, sebaiknya mulailah mengajari anak tentang sholat sejak masih balita. Anda bisa mengajaknya shalat berjamaah bersama di rumah atau pun ke masjid. Dari sini dia akan belajar untuk mengikuti setiap gerakan shalat.

Di awal mungkin dia akan asal-asalan meniru gerakan shalat Anda. Setelah dia terbiasa, mulailah untuk mengajarinya pelan-pelan tentang gerakan shalat yang benar.

Ketika sudah memasuki usia anak-anak, mulailah mengajarkan bacaan shalat dan terus ajak dia shalat bersama Anda. Ketika di masjid dan bertemu teman-temannya, jangan biarkan anak Anda terpengaruh dengan temannya yang suka bercanda saat sedang shalat.

Katakan padanya secara pelan-pelan bahwa bercanda saat shalat itu dosa. Boleh bercanda setelah selesai shalat. Hal ini agar tidak menjadi kebiasaan ketika dia sudah mulai shalat sendiri dan Anda tidak bisa menemaninya.

Selain mengajarkan shalat, mulailah melatihnya berpuasa saat memasuki bulan Ramadhan. Pada tahap awal, ajak dia untuk puasa setengah hari dan bangunkan dia saat menjelang sahur. Anda bisa menjanjikan hadiah agar dia kuat untuk puasa sampai Dzuhur.

Pada hari-hari berikutnya, naikkan level puasanya sampai memasuki waktu Ashar atau bahkan kalau bisa sampai Magrib. Kadangkala anak akan berontak dan merengek minta makan.

Tapi Anda jangan kalah akal. Ajak dia jalan-jalan atau melakukan kegiatan yang dia sukai. Dengan begitu dia akan melupakan rasa laparnya.

Dengan mengajarkan shalat lima waktu dan ibadah lainnya sejak dini, setidaknya akan membuatnya terbiasa saat dewasa kelak.

Baca juga : 5 Aktivitas seru untuk menjaga keharmonisan keluarga

5. Menanamkan Sikap Disiplin

Cara mendidik anak dalam islam berikutnya ialah menanamkan sikap disiplin. Sikap disiplin disini bisa Anda ajarkan mulai dari hal-hal kecil seperti bangun tidur lebih awal, kapan waktunya dia main, kapan waktunya dia harus belajar dan lain-lain.

Sebagai orang tua, Anda harus senantiasa mengingatkannya. Terutama untuk urusan ibadah seperti shalat lima waktu. Jangan pernah bosan untuk mengingatkan atau kalau perlu ajak dia berjamaah bersama.

Untuk kehidupan sehari-hari, sebaiknya Anda juga perlu membatasi waktu bermainnya. Pokoknya ajarkan dia untuk bisa mengatur waktu. Sehingga ketika dewasa kelak, sikap disiplin yang Anda tanamkan akan membentuknya menjadi pribadi yang baik.

6. Memberi Keteladanan dan Contoh yang Baik

Dalam mendidik anak dalam islam, contohlah seperti cara Rasulullah mendidik anak. Anda jangan hanya bisa mengajarkan, menyuruh dan mengingatkan saja. Tapi Anda sendiri sebagai orang tua harus jadi teladan dan memberikan contoh yang baik.

Bagaimana anak Anda mau rajin shalat jika Anda sendiri shalatnya masih bolong-bolong. Begitu pun Anda berharap anak Anda bisa lancar baca Al Quran, tapi Anda sendiri jarang membuka, apalagi baca Al Quran.

Selain itu, jaga perilaku dan tutur kata Anda. Ketika Anda sering berkata-kata kasar, wajar jika anak akan melakukan hal yang sama. Sebaliknya, jika tutur kata Anda dalam keseharian bagus. Dia juga akan berperilaku yang sama.

Jadi, berikan contoh bagaimana cara berbicara kepada orang yang lebih tua atau kepada sebayanya. Ajari juga anak untuk menghemat uang dengan cara menabung di celengan. Sehingga dia akan terbiasa untuk menyisihkan sebagian uang sakunya untuk di tabung.

Baca juga : 12 Cara hidup hemat bagi anda yang Bergaji pas-pasan

7. Menciptakan Lingkungan yang Harmonis

Cara islam mendidik anak bisa dibangun dari lingkungan keluarga. Oleh karena itu, ciptakanlah keluarga bernuansa islam agar anak-anak Anda terbiasa dengan nilai-nilai islam.

Disamping itu, ciptakan suasana lingkungan yang harmonis sehingga kondisi mental atau moral mereka tumbuh dengan baik. Caranya dengan menjaga rumah tangga yang harmonis.

Baik Anda maupun pasangan, harus senantiasa menjaga keharmonisan sehingga anak-anak selalu berpikir bahwa keluarga mereka baik-baik saja. Dengan begitu, mereka akan betah dan merasa nyaman saat sedang dirumah.

Kalaupun terjadi perselisihan dengan pasangan dan akhirnya terjadi pertengkaran. Sebaiknya jangan diperlihatkan didepan anak-anak. Karena hal tersebut akan mengganggu psikologis mereka. Apalagi jika sampai keluar kalimat sumpah serapah. Tentu akan membuat mereka meniru perilaku buruk Anda.

Rekomendasi Artikel :

12 Tips rumah tangga bahagia dan harmonis Selamanya

8. Mengajari Anak dengan Penuh Kelembutan

mengajari anak secara islamPoin berikutnya untuk memberikan pendidikan anak menurut islam ialah selalu bersikap sabar saat sedang mengajari anak suatu hal. Terutama untuk hal-hal yang baru. Ajari mereka dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.

Apalagi jika daya tangkap anak Anda kurang. Anda harus ekstra hati-hati, karena jika Anda tidak sabaran dan malah marah-marah, bukannya dia jadi bisa tapi malah makin tidak paham maksud Anda.

Mengajari anak dengan lembut tidak hanya dilakukan oleh ibu. Ayah juga wajib melakukannya. Memang sifat kelembutan lebih banyak dimiliki oleh seorang ibu. Sedangkan ayah kebanyakan bersifat kaku, tidak sabaran bahkan terkadang kasar.

Tapi untuk kebaikan sang anak, sebaiknya jangan terlalu kasar dalam mendidiknya. Karena tidak akan baik untuk perkembangannya. Boleh memarahinya, tapi harus pada batas yang wajar.

Karena bagaimanapun juga, ada salah satu dari orang tua yang harus ditakuti sang anak. Agar si anak tidak berperilaku kurang ajar terhadap orang tua. Tapi tetap jangan batasi kasih sayang Anda pada anak. Sehingga anak akan bersikap terbuka pada Anda.

9. Memberikan Hukuman Saat Diperlukan

Mendidik anak dalam islam juga perlu memberikan hukuman ketika anak berbuat salah. Tapi hukuman yang Anda berikan haruslah bersifat mendidik. Sebaiknya hindari hukuman dengan kekerasan fisik karena walaupun bisa memberikan efek jera, namun malah akan menimbulkan trauma bagi mereka.

Dalam menghukum anak, sebaiknya sesuaikan dengan kesalahan yang ia perbuat. Usahakan carilah hukuman yang ringan namun bisa memberikan efek jera padanya.

Semisal anak Anda terbiasa suka main tangan memukul orang lain, berikan dia hukuman membersihkan kamar mandi. Dan ketika besoknya dia melakukan kesalahan yang sama. Sebaiknya jangan berikan hukuman lain atau malah Anda merasa kasihan dan tidak menghukumnya sama sekali.. Tetaplah Anda suruh untuk membersihkan kamar mandi lagi.

Mengapa?

Karena jika sekarang Anda menghukumnya dan besoknya lagi Anda tidak menghukum. Sama saja Anda mengajarkan pada akan untuk menjadi plin-plan atau tidak konsisten.

Disamping itu, setelah dia selesai menjalani hukuman, sebaiknya Anda beritahu alasan Anda mengukumnya agar dia mengerti konsekuensi atas kesalahan yang dia perbuat.

Terkadang ada orang tua yang memberikan hukuman yang berat bahkan sampai mendiamkan si anak. Tanpa anak tahu kenapa dia sampai dihukum seperti itu dengan kesalahan kecil yang ia perbuat. Hal ini akan menimbulkan pikiran anak bahwa Anda orang tua yang tega atau bahkan jahat.

Tujuan dari hukuman sendiri adalah agar dia tidak mengulangi kesalahan yang sama berulang-ulang. Jadi, berikan dia hukuman yang mendidik dan bermanfaat. Setelahnya beritahu maksud dari hukuman tersebut.

10. Bersikap Adil Pada Semua Anak

Cara islam mendidik anak haruslah bersikap adil kepada semua anak. Jangan Anda berpilih kasih, misalnya terlalu memanjakan si bungsu sehingga membuat kakaknya cemburu.

Karena jika dibiarkan berkelanjutan, maka bisa membentuk karakter anak yang suka iri hati dan mungkin saja sang kakak akan membenci adiknya karena merasa dibedakan dalam hal kasih sayang yang Anda berikan.

Kejadian seperti ini sering terjadi dimana ketika ada anak kecil sampai mengatakan seperti ini “ ayah dan ibu gak sayang sama Andra sekarang, sayangnya cuma sama adik aja”

Kalau anak Anda sampai mengatakan seperti itu, maka dia merasa bahwa Anda hanya menyayangi adiknya dan dia tidak mendapatkan kasih sayang yang sama. Itu berarti Anda sudah bersikap adil. Hal seperti inilah yang harus Anda hindari jika ingin mendidik anak dalam islam.

Memang anak Anda yang lebih kecil membutuhkan perhatian dan kasih sayang lebih dibandingkan kakaknya. Tapi bukan berarti Anda mengesampingkan sang kakak. Akan lebih baik jika Anda melibatkan sang kakak untuk membantu Anda menjaga adiknya.

Katakan padanya secara halus bahwa “adik masih kecil, jadi kakak juga harus bantu bunda jaga adik ya”.

Dengan begitu dia akan merasa dianggap ada oleh Anda.

Mendidik anak menurut islam memang indah. Jika Anda bisa melakukannya dengan benar, insyaallah anak Anda akan tumbuh menjadi anak yang berperilaku baik dan sayang sama keluarga. Cobalah praktekkan cara mendidik anak dalam islam diatas demi kebaikan anak Anda nantinya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *