9 Cara Melatih Anak Puasa Sejak Dini di Bulan Ramadhan

cara melatih anak puasa sejak dini

Datangnya bulan Ramadhan tentu sangat dinantikan oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia. Para orang tua yang memiliki anak kecil, pasti menginginkan anaknya juga berpuasa. Namun melatih anak puasa sejak dini tentunya tidak mudah. Apalagi jika ini merupakan latihan puasa pertama bagi mereka.

Jika anak Anda belum baligh, sebenarnya dia belum memiliki kewajiban untuk berpuasa Ramadhan. Akan tetapi, Anda juga harus melatih mereka untuk terbiasa berpuasa. Agar kelak mereka bisa menjalankan kewajibannya dengan baik.

Sama seperti mengajari anak sholat. Anda harus memerintahkan anak untuk shalat pada usia 7 tahun dan pukul dia jika di usia 10 tahun tidak mengerjakan shalat. Begitu juga dengan puasa, Anda bisa mengajarinya berpuasa sejak dini dengan harapan saat umurnya belum baligh, dia sudah terbiasa berpuasa sebulan penuh.

Mengajarkan anak untuk berpuasa pertama kali mungkin akan sedikit sulit. Karena mereka sudah terbiasa makan dengan teratur dan tidak pernah kelaparan. Bahkan mereka sering di suapi sebelum merasa lapar. Maka dari itu, Anda wajib mengubah perilaku mereka sedikit-sedikit agar bisa terbiasa merasakan lapar.

Selain sebagai sarana belajar menjalankan kewajiban dalam beribadah. Pelajaran puasa untuk anak dapat membantu mereka mengendalikan keinginan mereka, agar kelak tidak menjadi anak yang cengeng dan manja.

Berikut 9 cara melatih anak puasa sejak dini saat datangnya bulan Ramadhan.

1. Persiapkan Mental Anak

Yang pertama kali harus Anda siapkan adalah mental anak untuk melakukan puasa. Karena mereka belum terbiasa kelaparan dan itu adalah hal yang baru untuknya. Anda bisa memberitahu anak Anda terlebih dahulu apa sebenarnya puasa itu dan kenapa dia wajib melakukannya.

Berikan gambaran bahwa jika dia melakukan puasa dengan lancar, maka dia akan mendapatkan apa yang dia inginkan di surga nanti. Entah itu mainan atau apapun yang dia inginkan. Sementara kalau dia tidak menjalankan puasa, maka dia akan masuk neraka.

Jika Anda menerangkannya dengan baik, maka dia akan memotivasi diri untuk melakukan puasa.

2. Jangan Memaksa, Tapi Tawarkan Dia untuk Berpuasa

Ingat bahwa melatih anak puasa bukanlah mewajibkan dia untuk berpuasa. Anda harus memperhatikan kondisi dan kemampuan si anak. Jangan sampai karena Anda terlalu ekstrim, akhirnya dia malah jatuh sakit.

Mendidik anak dalam islam tidak disarankan dengan unsur paksaan. Anda harus mengenalkan puasa secara bertahap sesuai tingkatan usia anak. Contohnya saja jika anak Anda berumur 5 tahun. Mendidik anak usia 5 tahun untuk berpuasa bisa dilakukan tahap demi tahap.

Misalnya dari membiasakan dia untuk bangun pagi dan ikut sahur sebagai pengganti sarapan. Kemudian Anda bisa memperbolehkan ia berbuka pada jam 09.00 WIB. Selanjutnya jika siang ia merasa kelaparan, biarkan dia makan lagi pukul 14.00-15.00 WIB.

Jika dia merasa tidak kuat, jangan Anda menahannya untuk makan. Toh ini masih tahap belajar untuk berpuasa. Diharapkan untuk tahun berikutnya, kualitas puasanya bisa meningkat lebih baik.

Baca juga : 10 Cara terbaik mendidik anak dalam islam sejak bayi

3. Manfaatkan Sifat Ikut-Ikutan Anak

Anda pasti tahu jika anak sangat suka mengikuti apa yang dilakukan orang lain. Baik itu ayah ibunya, saudara atau teman mainnya. Nah disini Anda bisa memanfaatkan sifatnya untuk mengajari dia berpuasa.

Caranya adalah cari orang yang dekat dengan anak Anda. Usahakan carilah yang sudah berpuasa. Misalkan dia punya teman sekelas yang sudah puasa atau dia punya saudara sepupu seumuran yang sudah berpuasa. Lalu Anda bisa meminta anak Anda untuk mengikutinya.

4. Menjanjikan Hadiah Jika Puasanya Lancar

Sebagai orang tua, Anda pasti sudah tahu betul apa yang disukai anak Anda. Jadi Anda bisa menjanjikan hadiah jika dia berhasil melakukan puasa dengan lancar.

Misalnya dia sangat suka es krim. Anda bisa menjanjikannya satu makanan favoritnya tersebut. Atau Anda bisa menjanjikan untuk membelikannya mainan yang dia impikan. Hal ini akan memotivasinya melakukan puasa.

Jika itu tidak berhasil, maka Anda bisa membeli barangnya terlebih dahulu. Sebagai contoh anak Anda sangat suka game. Maka Anda bisa membeli konsol game di rumah dan hanya mengijinkan anak Anda untuk memainkan gamenya jika dia berhasil puasa dengan lancar.

Jika dia suka es krim, maka Anda tinggal membeli es krim dan menunjukkan ke anak Anda bahwa dia bisa memakan es krim tersebut jika puasanya lancar. Namun Anda harus tegas ya, kalau memang puasanya tidak lancar. Jangan ijinkan dia untuk memakan es krimnya. Ini agar dia tidak meremehkan janji Anda.

Simak juga : 16 Tips mendidik anak agar Anda menjadi ayah yang hebat

5. Mulai Saja dari Puasa Setengah Hari

membiasakan anak berpuasa RamadhanJika anak Anda masih belum cukup umur dan belum terbiasa puasa, maka dia akan mudah kelaparan. Untuk itu, Anda bisa mengajarinya untuk puasa setengah hari terlebih dahulu demi melatihnya.

Jika dia sudah mulai lancar puasa setengah hari. Anda bisa menambah durasinya menjadi sehari penuh.

6. Mengatasi Anak Tidak Bisa Bangun Sahur

Salah satu kendala saat melatih anak puasa adalah dia susah untuk bangun saat sahur. Hal ini terjadi karena mungkin anak tidak terbiasa bangun dini hari sebelum subuh. Beda cerita jika Anda sudah mengajarkan anak Anda bangun dini hari sebelumnya.

Lalu bagaimana solusinya?

Cara pertama adalah dengan menidurkanya lebih awal. Misalkan biasanya anak Anda tidur jam 21.30 WIB, Anda bisa menidurkanya jam 20.00 WIB. Hal ini akan membuat dia cukup tidur dan bisa bangun lebih awal. Jika cara ini gagal Anda bisa melanjutkan ke cara kedua

Cara kedua ialah dengan membasahi wajah anak. Jika Anda sudah mencoba membangunkannya namun tidak bangun juga. Anda bisa mengusap wajah anak Anda menggunakan air dingin, cara ini cukup efektif.

Rekomendasi Artikel : 

7 Cara jitu memilih asuransi pendidikan anak secara tepat

7. Buatlah Suasana Menyenangkan Saat Puasa

Jika anak sudah bisa puasa setengah hari dan Anda ingin melatihnya agar bisa puasa sehari penuh. Ada kemungkinan dia akan merengek atau bahkan menangis karena lapar.

Ini adalah suatu hal yang wajar. Anda harus bisa mengalihkan perhatiannya. Oleh sebab itu, buat suasana yang menyenangkan agar dia lupa dengan laparnya. Misalnya dengan mengajaknya bermain atau jalan-jalan sore yang biasa disebut ngabuburit.

Baca juga : 9 Cara diet Saat puasa Ramadhan yang aman dan cepat

8. Buat Menu Makanan Kesukaannya

Agar dia makin semangat untuk berpuasa penuh seharian, Anda bisa mengiming-imingi dengan membuatkan menu makanan buka puasa yang enak dan sangat disukainya.

Katakan padanya bahwa ia boleh menyantap makanan kesukaannya saat tiba waktu magrib. Sebaiknya Anda memasak pada saat mendekati jam berbuka puasa. Agar dia tidak menunggu terlalu lama. Dengan begitu, dia akan sabar menunggu sampai Anda selesai memasak.

Kesimpulan

Mengajarkan anak cara berpuasa mungkin akan sulit jika di awal. Namun lama kelamaan dia akan terbiasa. Yang penting, Anda terus memotivasinya untuk berjuang. Itulah 9 cara melatih anak puasa di bulan ramadhan sejak dini agar saat baligh nanti dia tidak meninggalkan puasa Ramadhan walaupun cuma 1 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *